Deep tissue massage adalah teknik pijat yang menargetkan lapisan otot dan jaringan ikat paling dalam di tubuh. Jenis pijat ini semakin digemari di Indonesia karena mampu meredakan otot yang tegang akibat aktivitas padat, stres, dan postur tubuh yang kurang ideal.
Banyak orang menganggap deep tissue massage efektif meredakan nyeri otot dan membantu pemulihan cedera. Namun, tidak semua orang memahami perbedaannya dengan pijat biasa. Sebagian orang bahkan mengira pijat ini selalu menyakitkan. Padahal, intensitas tekanan dan sensasinya bisa berbeda-beda pada setiap orang.

Oleh karena itu, penting untuk memahami manfaat deep tissue massage serta mengetahui siapa saja yang perlu berhati-hati sebelum mencobanya.
Manfaat Deep Tissue Massage untuk Tubuh
Deep tissue massage memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan, terutama bagi orang yang mengalami ketegangan otot. Berikut ini adalah beberapa manfaat yang dapat diperoleh:
1. Meredakan nyeri otot
Deep tissue massage membantu melemaskan otot yang tegang akibat postur tubuh yang kurang baik, stres, atau gerakan berulang. Tekanan pijat yang dalam dan terfokus menargetkan otot yang kaku, sehingga membantu mengurangi nyeri dan membuat tubuh terasa lebih rileks.
Teknik ini sering digunakan untuk mengatasi pegal di punggung bawah, bahu, atau leher. Dengan otot yang lebih rileks, aktivitas sehari-hari terasa lebih nyaman.
2. Meningkatkan sirkulasi darah
Tekanan pijatan deep tissue massage membantu melancarkan aliran darah ke area otot yang tegang atau cedera. Sirkulasi yang baik mempercepat suplai oksigen dan nutrisi ke jaringan tubuh. Hal ini membantu proses penyembuhan dan mengurangi penumpukan asam laktat. Akibatnya, tubuh terasa lebih segar dan nyeri otot cepat mereda.
3. Menambah fleksibilitas dan mobilitas tubuh
Deep tissue massage membantu melonggarkan otot serta jaringan ikat yang kaku, sehingga tubuh terasa lebih lentur dan mudah digerakkan. Otot yang rileks juga menurunkan risiko cedera, terutama bagi Anda yang sering duduk lama atau jarang berolahraga.
Dengan meningkatkan kelenturan dan mobilitas tubuh, deep tissue massage turut membantu memperbaiki postur dan membuat gerakan sehari-hari lebih nyaman.
4. Mendukung pemulihan setelah cedera atau olahraga berat
Deep tissue massage bisa membantu otot pulih lebih cepat setelah latihan berat. Tekanan pijat yang kuat dan tepat sasaran meningkatkan aliran darah ke area otot yang lelah atau mengalami cedera ringan.
Peredaran darah yang lancar membantu mengurangi rasa kaku sekaligus mempercepat proses pemulihan. Oleh karena itu, pijat ini sering menjadi pilihan untuk perawatan setelah olahraga intens.
5. Mengurangi stres
Pijatan mendalam menurunkan aktivitas sistem saraf simpatik yang memicu stres. Tekanan lembut dan ritmis merangsang pelepasan hormon endorfin yang menimbulkan rasa tenang. Efeknya bukan hanya pada otot, tetapi juga pada keseimbangan emosi. Dengan rutin dilakukan, pijat ini dapat meningkatkan kualitas tidur dan suasana hati.
Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Deep Tissue Massage
Meski deep tissue massage umumnya aman bila dilakukan oleh terapis profesional, teknik ini tidak selalu cocok untuk semua orang. Setelah sesi pijat, sebagian orang mungkin merasakan pegal ringan selama beberapa jam hingga satu hari dan kondisi ini biasanya akan hilang dengan istirahat serta minum air putih yang cukup.
Namun, pijat jenis ini sebaiknya dihindari oleh penderita gangguan pembekuan darah, osteoporosis berat, luka terbuka, infeksi kulit, atau orang yang baru menjalani operasi. Tekanan yang terlalu kuat atau teknik yang kurang tepat dapat menyebabkan memar atau peradangan pada jaringan otot.
Selain itu, ibu hamil serta penderita penyakit kronis seperti penyakit jantung, kanker, atau gangguan saraf sebaiknya berkonsultasi ke dokter sebelum mencoba deep tissue massage. Untuk hasil yang aman dan optimal, pastikan pijat dilakukan oleh terapis bersertifikat dan jangan lupa menyampaikan kondisi kesehatan atau riwayat cedera Anda sebelum sesi dimulai.
Frekuensi deep tissue massage yang ideal umumnya berkisar 1–4 kali dalam sebulan, tergantung kebutuhan tubuh, kondisi kesehatan, serta rekomendasi terapis atau dokter. Dengan frekuensi yang tepat, manfaat deep tissue massage dapat diperoleh secara optimal tanpa menimbulkan risiko tambahan.
Jika Anda ingin menjadikan deep tissue massage sebagai bagian dari perawatan otot atau relaksasi rutin, pastikan dilakukan dengan teknik yang sesuai dan tidak berlebihan. Pijat yang terlalu keras justru dapat memperburuk kondisi otot atau menyebabkan cedera baru.
Apabila nyeri setelah menjalani deep tissue massage tidak kunjung membaik atau disertai gejala lain seperti kebas, kelemahan otot, serta demam, segera periksakan diri ke dokter. Anda juga dapat memanfaatkan fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER untuk berkonsultasi dan mendapatkan saran medis yang sesuai dengan kondisi Anda.