Demam pada ibu hamil trimester 3 sering membuat Bumil cemas, apalagi jika suhu tubuh terus naik dan badan terasa tidak nyaman. Ada yang menganggap demam saat hamil sebagai hal biasa, tetapi tak jarang juga yang takut janin bisa terdampak. Sebenarnya, apa benar demam di trimester akhir kehamilan bisa membahayakan janin?
Demam bukanlah suatu penyakit, tetapi gejala dari gangguan kesehatan tertentu, misalnya infeksi. Ketika ibu hamil trimester 3 sedang demam, hal ini menunjukkan bahwa tubuh sedang berusaha untuk melawan infeksi kuman penyebab penyakit.

Demam pada ibu hamil trimester 3 tidak selalu merupakan kondisi yang berbahaya. Malahan, pada beberapa kasus tertentu, demam bisa sembuh sendiri dalam beberapa hari.
Namun, bila tidak ditangani, demam pada ibu hamil trimester 3 bisa memicu kondisi yang lebih serius. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui penyebab demam, sehingga penanganan yang tepat pun bisa segera diberikan.
Berbagai Penyebab Demam pada Ibu Hamil Trimester 3
Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan demam pada ibu hamil trimester 3. Berikut ini adalah beberapa di antaranya:
1. Perubahan hormon
Saat hamil, beberapa kadar hormon di tubuh wanita akan mengalami peningkatan, termasuk hormon progesteron. Hal ini merupakan respons alami tubuh untuk mendukung tumbuh kembang janin.
Nah, meningkatnya kadar hormon progesteron ini dapat menyebabkan sistem kekebalan tubuh ibu hamil menjadi lemah. Akibatnya, ibu hamil pun rentan terserang infeksi kuman penyebab demam.
2. Peningkatan aliran darah
Selama hamil, jumlah darah dalam tubuh wanita akan meningkat hingga lebih dari 50% dibandingkan sebelum hamil. Ketika jumlah darah meningkat, aliran darah di seluruh tubuh tentu akan meningkat.
Nah, untuk mengalirkan semua darah ini, pembuluh darah, termasuk pembuluh darah di dekat kulit akan melebar. Semakin banyak darah yang mengalir ke kulit, hal itu bisa menyebabkan suhu tubuh ibu hamil trimester 3 lebih tinggi dari biasanya.
3. Infeksi saluran pernapasan
Demam pada ibu hamil trimester 3 juga bisa disebabkan oleh infeksi saluran pernapasan, misalnya flu. Nah, munculnya keluhan demam ini merupakan tanda bahwa tubuh sedang melawan kuman penyebab infeksi saluran pernapasan.
Selain demam, infeksi saluran pernapasan juga bisa menyebabkan ibu hamil mengalami pilek, batuk, dan sakit tenggorokan.
4. Infeksi saluran kemih
Makin mendekati waktu persalinan, ukuran rahim dan janin yang kian membesar akan menekan saluran kemih. Akibatnya, aliran urin pun menjadi lambat, sehingga risiko terjadinya infeksi saluran kemih (ISK) menjadi meningkat.
Nah, salah satu gejala yang bisa timbul akibat infeksi saluran kemih adalah demam. Selain itu, penyakit ini juga bisa menyebabkan buang air kecil terasa sakit, tidak bisa menahan keinginan buang air kecil, serta urine menjadi keruh dan berbau menyengat.
5. Chorioamnionitis
Penyebab demam pada ibu hamil trimester 3 selanjutnya adalah chorioamnionitis. Ini merupakan kondisi di mana kantung dan air ketuban terinfeksi oleh bakteri yang masuk dan menyebar dari vagina atau saluran kemih ibu.
Tak hanya menyebabkan demam, chorioamnionitis juga bisa menyebabkan ibu hamil mengalami nyeri pada perut, detak jantung meningkat, dan keluar cairan dari vagina yang berwarna keruh dan berbau tidak sedap.
Infeksi ini tergolong serius dan harus segera ditangani dokter karena berisiko menyebabkan persalinan prematur atau komplikasi lainnya pada ibu dan janin.
6. Efek samping imunisasi
Imunisasi vaksin Tdap yang direkomendasikan pada kehamilan trimester 3 terkadang juga bisa menimbulkan efek samping berupa demam ringan dan rasa tidak nyaman. Ini adalah respons normal dari sistem kekebalan tubuh dan biasanya hanya berlangsung singkat.
Risiko Demam pada Ibu Hamil Trimester 3
Demam ringan pada ibu hamil trimester 3 umumnya tidak membahayakan janin bila segera ditangani, terutama jika penyebabnya infeksi ringan seperti flu. Namun, demam di atas 38°C yang berlangsung lebih dari dua hari atau disertai gejala berat perlu diwaspadai.
Pasalnya, suhu tubuh yang terlalu tinggi dapat menyebabkan rahim berkontraksi sebelum waktunya, sehingga meningkatkan risiko terjadinya persalinan prematur.
Selain itu, demam yang tidak segera diatasi juga bisa meningkatkan risiko terjadinya dehidrasi karena tubuh kehilangan cairan lebih banyak saat suhu meningkat. Kondisi ini dapat mengurangi aliran darah, nutrisi, dan oksigen ke janin, sehingga pertumbuhan dan perkembangannya bisa terhambat.
Jadi, meskipun demam yang Bumil alami tergolong ringan, penting untuk selalu melakukan pemeriksaan diri ke dokter. Dengan begitu, demam yang Bumil alami pun bisa segera diatasi.
Sebagian besar kasus demam pada ibu hamil trimester 3 bisa pulih, baik dengan penanganan mandiri di rumah atau medis dari dokter. Yang penting, Bumil tidak panik dan berupaya mencari tahu penyebab demam dengan periksa diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan terbaik demi kesehatan diri sendiri dan janin.
Cara Mengatasi Demam pada Ibu Hamil Trimester 3
Selain dengan pengobatan dari dokter, beberapa cara berikut ini juga dapat membantu meredakan demam pada ibu hamil trimester 3:
- Minum air putih lebih banyak agar tidak dehidrasi.
- Kompres dahi atau ketiak dengan handuk bersih yang sudah direndam dalam air hangat.
- Istirahat di ruangan dengan suhu yang sejuk dan nyaman.
- Kenakan pakaian yang tidak terlalu tebal dan gunakan selimut tipis bila merasa kedinginan atau menggigil.
- Hindari penggunaan obat-obatan herbal maupun medis tanpa resep dokter.
Ingat, demam pada trimester 3 bukan sesuatu yang harus ditakuti berlebihan, tetapi tetap perlu diwaspadai. Segera lakukan langkah penanganan mandiri di rumah dan jangan ragu untuk periksakan diri atau chat dokter jika demam tidak kunjung turun setelah 2 hari atau justru semakin tinggi.
Bumil juga perlu periksakan diri ke dokter jika keluhan demam disertai dengan gejala lain, seperti:
- Nyeri perut hebat atau rahim berkontraksi
- Keluar cairan atau air ketuban dari vagina
- Tubuh terasa lemas
- Muncul bintik-bintik merah di kulit
- Muntah terus-menerus
- Sesak nafas
- BAB berdarah
- Janin terasa kurang aktif bergerak
Dengan begitu, penyebab demam pada ibu hamil trimester 3 pun bisa diketahui dan dokter bisa segera memberikan pengobatan yang tepat.