Kamu kagum pada rumah atau kamar teman yang selalu rapi dan bersih hingga ke setiap sudutnya. Tetapi, lama kelamaan kamu sadar bahwa ia menghabiskan waktu berjam-jam lebih lama dari waktu normal untuk membersihkan rumah, bahkan marah jika ada yang menggeser posisi barang atau tidak mengembalikan barang ke tempatnya. Hati-hati, bisa jadi ia mengalami OCD.

Obsessive Compulsive Disorder (OCD) adalah kelainan kronis saat seseorang memiliki obsesi dan perilaku tidak terkontrol untuk melakukan sesuatu secara berulang-ulang. Obsessive adalah sebutan untuk orang yang terlalu khawatir dan terlalu banyak berpikir. Compulsive adalah gangguan personal saat orang terlalu berorientasi detail, terlalu gemar mengatur, bahkan cenderung perfeksionis. Sementara kata disorder digunakan untuk menunjukkan bahwa hal tersebut menyebabkan gangguan signifikan dalam keseharian.

Di Balik Rumah Selalu Bersih dan Rapi, Bisa Jadi Gejala OCD - Alodokter

Bersih-bersih Karena Takut

Keteraturan merupakan inti utama OCD. Salah satu gejala umum OCD adalah rasa takut terhadap kuman dan kontaminasi. Namun orang dengan OCD berbeda dengan pecinta kerapian yang tidak memiliki obsesi berlebih. Pecinta kerapian dan kebersihan membersihkan sekelillingnya karena merasa senang dan dapat lebih produktif di lingkungan yang bersih dan rapi. Sedangkan orang dengan OCD melakukannya di bawah tekanan.

Ketika seseorang yang menyukai kebersihan dan kerapian, dihadapkan pada kondisi yang berantakan atau diganggu aktivitasnya, ia mungkin akan merasa terganggu. Namun penderita OCD dapat merasakan kecemasan atau ketakutan berlebih.

Mereka sesungguhnya tidak ingin melakukan atau merasakan hal ini, bahkan merasa terganggu, karena aktivitas dan kesehariannya menjadi terhambat. OCD menjadikannya terobsesi pada kebersihan atau kerapian secara berlebihan, kemudian memaksanya harus melakukan suatu aktivitas berulang-ulang. Tapi yang paling menyiksa adalah, mereka tak mampu mengendalikannya.

Objek atau aktivitas yang menjadi sasaran penderita OCD bisa berbeda-beda, tidak melulu kegiatan membersihkan atau merapikan rumah saja. Mereka juga takut kehilangan kontrol akan beragam hal lainnya, hingga hal-hal kecil yang tak beralasan. Kondisi ini dipercaya dipengaruhi oleh gangguan kelistrikan otak, juga dapat disebabkan faktor genetik/keturunan.

Selain membersihkan rumah berlebihan, gejala OCD juga bisa berupa:

  • Menolak siapapun datang ke rumah hanya karena rumahnya sedikit tidak rapi.
  • Merapikan tumpukan majalah di meja terus menerus agar terlihat rapi dan simetris, ataupun memastikan semua label pada deretan kaleng bahan makanan selalu menghadap ke depan agar dapat terbaca.
  • Membersihkan sepatunya secara berlebihan sebelum masuk ke rumah.
  • Marah hanya karena orang lain tidak mengembalikan barang ke tempatnya setelah digunakan. Inilah mengapa tidak jarang penderita OCD memilih hidup sendiri.

Cara Menangani OCD

Sebagian kondisi OCD memberikan gejala/gangguan yang masih bisa ditoleransi. Namun jika gangguan yang ditimbulkannya semakin berat, hingga memengaruhi aktivitas dan kesehariannya, maka dianjurkan untuk mendapat bantuan professional dari psikiater.

Penanganan dapat dilakukan dengan perpaduan terapi pola pikir dan perilaku, serta konsumsi obat-obatan:

  • Terapi pola pikir dan perilaku

Terapi yang dilakukan umumnya dikenal sebagai exposure and response prevention (ERP), atau terapi pajanan dan pencegahan respons. Terapi ini memberi pajanan berupa situasi/kondisi mencemaskan yang memicu perilaku kompulsif penderita OCD, dan kemudian penderita diminta untuk melawannya.

Sebagai contoh, setelah mencuci tangannya satu kali, terapis dapat meminta penderita untuk menunggu hingga 15 menit sebelum ia dapat mencuci tangannya kembali. Rentang waktu ini kemudian secara bertahap akan diperpanjang hingga pasien merasa hanya perlu sesekali mencuci tangan jika memang diperlukan.

  • Obat
    Dokter mungkin akan memberikan bantuan pengobatan jenis SSRI (selective serotonin reuptake inhibitors) yang sering dimanfaatkan sebagai antidepresan. Pengobatan ini dinilai efektif untuk mengurangi keluhan penderita OCD.
  • Dukungan keluarga dan upaya di rumah
    Dukungan keluarga dan orang terdekat, juga memegang peranan penting dalam melawan OCD. Di rumah, anggota keluarga lain dapat membantu pasien untuk mengelola OCD-nya.

Misalnya saat istri yang mengalami OCD bersiap membereskan rumah, suaminya dapat berkata, “Kita nonton acara TV ini dulu, yuk! Baru nanti lanjut bereskan rumah.”

Hal ini akan membantu penderita untuk bisa terus berlatih melawan obsesi dan kompulsi yang dihadapinya. Teknik relaksasi lain seperti meditasi dan yoga juga disarankan untuk membantu mengurangi stres dan kecemasan akibat OCD.

Dengan penanganan yang baik, orang dengan OCD dapat tetap menjalani hidup berkualitas dan produktif seperti orang pada umumnya, dan dapat mengendalikan obsesi dan kompulsinya ke arah yang lebih positif.