Apakah Anda suka menghabiskan waktu selama berjam-jam untuk membersihkan rumah, merasa janggal bila posisi barang sedikit miring, atau bahkan marah bila ada yang tidak mengembalikan barang ke posisi semula? Bisa jadi ini pertanda Anda memiliki OCD.

Siapa yang tidak ingin melihat rumah selalu rapi dan bersih? Bahkan, Anda mungkin sudah diajarkan sejak kecil untuk merapikan benda atau mainan setelah digunakan.

Di Balik Rumah Selalu Bersih dan Rapi, Bisa Jadi Gejala OCD - Alodokter

Menyukai kerapian dan kebersihan memang baik. Namun, hati-hati bila kebiasaan ini dilakukan secara berlebihan, misalnya menyabuni piring harus sebanyak 3 kali, memastikan semua benda harus menghadap ke depan, atau tumpukan majalah harus disusun berdasarkan ukurannya dan posisinya pun harus simetris.

Kebiasaan seperti ini bisa merupakan gejala gangguan obsesif kompulsif (OCD) atau gangguan kepribadian obsesif kompulsif (OCPD). Meski memiliki ciri yang mirip, kedua kondisi ini memiliki perbedaan yang mendasar.

Terlalu Sering Membersihkan Rumah dan Kemungkinan OCD atau OCPD

Pecinta kerapian dan kebersihan suka membersihkan rumah karena merasa senang ketika rumah terlihat rapi dan bersih. Namun, apabila dorongan untuk membersihkan rumah muncul karena seseorang merasa dirinya akan sakit parah atau celaka jika rumahnya kotor, ini bisa menjadi gejala OCD.

Obsessive-compulsive disorder (OCD) adalah kelainan mental yang membuat seseorang memiliki pikiran atau perilaku yang tidak terkendali (obsesi) untuk melakukan sesuatu secara berulang-ulang (kompulsif). Tindakan tersebut bahkan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan interaksi sosial penderitanya.

Selain itu, dorongan yang kuat untuk menjaga rumah selalu bersih dan rapi, bahkan bisa marah atau uring-uringan bila kondisi rumah tidak sesuai keinginannya, juga bisa disebabkan oleh sifat perfeksionisme, yaitu keinginan untuk mengerjakan segala sesuatu dengan sempurna. Nah, ini bisa menandakan gangguan kepribadian obsesif kompulsif (OCPD).

Umumnya, orang dengan OCPD tidak merasa ada yang salah dengan dirinya atau dengan kebiasaannya, bahkan sering kali merasa bangga. Ini berbeda dengan OCD, di mana kebiasaan bersih-bersih rumah dilakukan di bawah tekanan rasa takut dan cemas. Penderita OCD umumnya merasa frustasi dan tertekan karena tidak mampu mengendalikan dorongan untuk melakukan sesuatu secara berulang atau berlebihan.

Baik OCD maupun OCPD memerlukan penanganan dari psikiater atau psikolog bila kondisi tersebut sudah membuat penderitanya mengalami gangguan dalam aktivitas sehari-hari atau masalah dalam hubungan dengan orang lain.

Penanganannya adalah dengan psikoterapi, terapi relaksasi, dan konsumsi obat-obatan dari psikiater bila memang diperlukan.

Rumah Selalu Bersih dan Kemungkinan Fobia Kuman (Mysophobia)

Selain OCD atau OCPD, kebiasaan suka membersihkan rumah secara berlebihan juga bisa menjadi gejala dari fobia kuman (mysophobia).

Gejala fobia kuman yang paling umum adalah sering mencuci tangan atau membersihkan rumah. Gejala tersebut memang mirip dengan gejala OCD. Bahkan, fobia kuman juga banyak dialami oleh penderita OCD.

Hal yang membedakan kedua kondisi ini adalah alasan di baliknya. Penderita fobia kuman membersihkan rumah untuk menghilangkan kuman, sedangkan penderita OCD membersihkan rumah untuk meredakan kecemasan atau ketakutan mereka.

Seberapa Sering Rumah Perlu Dibersihkan?

Membersihkan rumah memang harus dilakukan secara rutin agar rumah bebas dari debu dan kotoran yang membawa kuman penyebab penyakit. Selain bersih dan rapi, ciri rumah yang sehat adalah memiliki sirkulasi udara dan sanitasi yang baik serta terkena sinar matahari langsung.

Agar rumah Anda senantiasa terbebas dari kuman penyebab penyakit, berikut ini adalah beberapa tips membersihkan setiap ruangan di dalam rumah yang bisa Anda lakukan:

Dapur

Agar makanan dan minuman yang dimasak di rumah bersih dan sehat, Anda perlu rutin memberihkan dapur setidaknya seminggu sekali. Saat membersihkan dapur, Anda dapat melakukan beberapa langkah berikut ini:

  • Bersihkan meja dan lantai dapur secara rutin, setidaknya sehari sekali, menggunakan air bersih dan sabun pembersih lantai antibakteri.
  • Gunakan talenan yang berbeda saat memotong sayuran dan ikan atau daging mentah.
  • Segera cuci alat masak dan alat makan setelah selesai digunakan.
  • Peras spons pembersih piring tiap kali selesai digunakan, lalu letakkan di tempat yang kering.
  • Bersihkan rak dan dinding dalam kulkas setidaknya 3 bulan sekali dengan baking soda dan air bersih.

Tempat tidur

Ganti dan cucilah sprei, selimut, dan bed cover setidaknya seminggu sekali, menggunakan air panas untuk membunuh tungau. Selain itu, gunakan penyedot debu (vacuum cleaner) untuk membersihkan kasur secara teratur.

Kamar mandi

Selain dapur, kamar mandi merupakan tempat yang berisiko tinggi menjadi sarang kuman. Oleh karena itu, bersihkan dinding dan lantai kamar mandi dengan disinfektan setidaknya sehari sekali, dan jangan meninggalkan tisu bekas atau pakaian kotor di kamar mandi.

Ruang tamu

Di area ini, kuman dan bakteri juga cenderung menyebar dengan mudah. Anda bisa mencegahnya dengan melakukan langkah-langkah berikut ini:

  • Bersihkan karpet dan keset seminggu sekali.
  • Gunakan alat penyedot debu untuk membersihkan sofa hingga ke sudut-sudutnya sebulan sekali.
  • Bersihkan gagang pintu dengan pembersih antibakteri setiap beberapa hari sekali.

Membersihkan rumah memang harus dilakukan secara rutin agar Anda dan anggota keluarga di rumah tidak terkena penyakit tertentu, seperti infeksi atau alergi, terutama jika ada bayi atau anak kecil di rumah.

Namun, bila Anda merasa dorongan untuk menjaga kebersihan dan kerapihan rumah sudah terlalu ekstrim, sehingga membuat orang lain atau Anda sendiri tidak nyaman, sebaiknya periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.