Diare pada lansia bukanlah masalah yang ringan, sebab jika tidak segera ditangani bisa meningkatkan risiko dehidrasi hingga kekurangan nutrisi. Oleh karena itu, penting bagi Anda yang merawat lansia untuk tahu cara tepat menangani diare agar bisa cepat teratasi.

Diare adalah kondisi buang air besar lebih dari tiga kali sehari dengan konsistensi tinja yang encer. Pada lansia, diare tidak hanya menimbulkan ketidaknyamanan, tetapi juga bisa memicu gangguan kesehatan yang serius. Hal ini karena lansia lebih cepat kehilangan cairan dan elektrolit, sehingga dampak diare yang dialami bisa lebih berat.

Diare pada Lansia, Kenali Penyebab dan Bahayanya - Alodokter

Penyebab diare pada lansia beragam, mulai dari infeksi saluran cerna, efek samping obat-obatan, hingga penyakit kronis seperti diabetes. Selain itu, pola makan yang kurang teratur atau stres juga bisa menjadi pemicunya.

Penyebab Umum Diare pada Lansia

Berikut beberapa faktor yang sering menjadi penyebab diare pada lansia:

1. Infeksi saluran pencernaan

Sistem imun lansia biasanya sudah tidak sekuat saat masih muda. Oleh karena itu, infeksi kuman akibat mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi lebih mudah memicu diare. Jenis infeksi ini sering menyebabkan diare hebat, disertai mual, muntah, atau demam.

2. Efek samping obat-obatan

Banyak lansia yang harus rutin mengonsumsi obat. Namun, beberapa jenis obat, seperti antibiotik, obat pencahar, atau obat darah tinggi, menimbulkan efek samping berupa gangguan pencernaan. Akibatnya, buang air besar jadi lebih sering, bahkan encer.

3. Penyakit kronis

Penyakit kronis seperti diabetes, gangguan tiroid, atau gagal ginjal bukan hanya memengaruhi organ utama, tapi juga bisa mengganggu fungsi saluran pencernaan. Jika tidak dikontrol dengan baik, penyakit ini membuat lansia lebih rentan terkena diare berkepanjangan.

4. Kebersihan yang kurang terjaga

Mengonsumsi makanan yang kurang higienis atau yang sulit dicerna, seperti produk susu, dapat memicu iritasi pada perut lansia. Hal ini bisa menyebabkan diare dan rasa tidak nyaman pada perut.

Bahaya Diare pada Lansia 

Diare pada lansia bukan sekadar ketidaknyamanan. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa memicu berbagai masalah serius, seperti:

Dehidrasi berat

Kehilangan cairan dan elektrolit akibat diare bisa terjadi sangat cepat pada lansia. Akibatnya, lansia berisiko mengalami gejala seperti pusing, mulut kering, jantung berdebar, hingga penurunan kesadaran. Jika tidak segera ditangani, dehidrasi berat ini bisa mengancam nyawa.

Gangguan keseimbangan

Diare yang berlangsung terus-menerus membuat tubuh lemas dan kehilangan keseimbangan. Hal ini membuat lansia lebih mudah terjatuh, yang bisa berujung pada luka serius, patah tulang, atau cedera lainnya.

Memperburuk penyakit kronis

Bagi lansia yang memiliki penyakit kronis, seperti diabetes, gagal ginjal, atau penyakit jantung, diare yang tidak diatasi dengan cepat bisa memperparah penyakit. Tubuh yang kekurangan cairan dan nutrisi akan makin sulit melawan penyakit, sehingga risiko terjadinya komplikasi pun meningkat.

Agar terhindar dari bahaya, Anda perlu melakukan penanganan diare pada lansia dengan beberapa langkah berikut:

  • Pastikan asupan cairan, seperti air putih atau oralit, selalu tercukupi sesuai anjuran dokter.
  • Jaga pola makan sehat dan higienis.
  • Biasakan cuci tangan sebelum makan dan setelah ke toilet.
  • Jaga kebersihan lingkungan dan alat makan.
  • Perhatikan efek samping obat yang dikonsumsi.
  • Hindari penggunaan obat antidiare tanpa saran dokter.
  • Pastikan lansia mendapatkan istirahat yang cukup.
  • Sajikan makanan dalam porsi kecil tapi sering.

Apabila diare pada lansia tidak membaik lebih dari 3 hari dan disertai gejala, seperti tinja berdarah, muntah hebat, demam yang tak kunjung turun, nyeri perut hebat, sulit makan atau minum, serta dehidrasi, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. 

Jangan ragu untuk menggunakan layanan Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER jika Anda membutuhkan saran cepat seputar diare pada lansia. Langkah cepat sangat penting agar diare tidak membahayakan kondisi lansia.