Diovan adalah obat untuk menurunkan tekanan darah tinggi, mengatasi gagal jantung, serta mendukung pemulihan setelah serangan jantung. Obat ini juga dapat mencegah komplikasi serius, seperti stroke, kerusakan ginjal, dan gangguan pada jantung dan pembuluh darah.
Diovan mengandung zat aktif valsartan, yang bekerja dengan cara melemaskan dan melebarkan pembuluh darah sehingga aliran darah menjadi lebih lancar dan tekanan darah menurun. Diovan tersedia dalam bentuk tablet dan hanya dapat diperoleh dengan resep dokter.

Produk Diovan
Diovan tersedia dalam 2 varian produk, yaitu:
- Diovan 80 mg 14 tablet, dengan kandungan 80 mg valsartan per tabletnya.
- Diovan 160 mg 14 tablet, yang mengandung 160 mg valsartan tiap tablet.
Apa Itu Diovan
| Bahan aktif | Valsartan |
| Golongan | Obat resep |
| Kategori | Angiotensin receptor blocker (ARB) |
| Manfaat | Menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi |
| Digunakan oleh | Dewasa dan anak usia ≥6 tahun |
| Diovan untuk ibu hamil | Kategori D: Ada bukti bahwa kandungan valsartan berisiko terhadap janin manusia, tetapi besarnya manfaat yang diperoleh mungkin lebih besar daripada risikonya, misalnya untuk mengatasi situasi yang mengancam nyawa. |
| Obat ini dapat mengakibatkan oligohidramnion, yaitu berkurangnya air ketuban yang dapat menyebabkan kematian janin. | |
| Diovan untuk ibu menyusui | Valsartan dalam Diovan dapat terserap ke ASI, tetapi efek valsartan pada bayi yang menyusu belum diketahui. Bila Anda sedang menyusui, jangan menggunakan obat ini tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. |
| Bentuk obat | Tablet salut selaput |
Peringatan sebelum Menggunakan Diovan
Diovan efektif untuk membantu menurunkan tekanan darah tinggi jika digunakan sesuai anjuran dokter dan disesuaikan dengan kondisi kesehatan Anda. Penggunaan obat yang tepat akan memaksimalkan manfaat Diovan sekaligus mengurangi risiko efek samping. Simak panduan lengkap cara menggunakan Diovan berikut ini:
- Beri tahu dokter mengenai riwayat alergi yang Anda miliki. Obat Diovan tidak boleh dikonsumsi oleh orang yang memiliki alergi terhadap Diovan atau obat golongan serupa.
- Sampaikan kepada dokter riwayat penyakit yang Anda miliki, seperti: penyakit liver, penyakit ginjal, riwayat angioedema, gangguan kandung empedu, diabetes, hiperkalemia, atau dehidrasi.
- Informasikan kepada dokter jika Anda pernah atau sedang menderita penyakit jantung,misalnya penyakit jantung koroner, serangan jantung, gagal jantung, aritmia, atau kelainan pada hasil EKG.
- Konsultasikan ke dokter jika Anda sedang mengonsumsi pengganti garam atau suplemen yang mengandung kalium.
- Beri tahu dokter bahwa Anda sedang menggunakan Diovan jika Anda berencana akan menjalani prosedur medis, termasuk operasi gigi, untuk menghindari risiko interaksi obat.
- Konsultasikan dengan dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau berencana hamil. Selama menggunakan valsartan, gunakan metode kontrasepsi paling efektif untuk mencegah kehamilan.
- Sampaikan kepada dokter semua obat yang sedang Anda konsumsi, termasuk suplemen dan produk herbal, untuk mencegah interaksi obat Diovan yang berpotensi berbahaya.
- Hindari langsung mengemudi atau melakukan aktivitas yang membutuhkan konsentrasi tinggi setelah mengonsumsi Diovan, karena obat ini dapat menyebabkan kantuk dan pusing.
- Jangan mengonsumsi minuman beralkohol selama pengobatan dengan Diovan.
- Hindari paparan sinar matahari langsung terlalu lama, karena Diovan dapat membuat kulit lebih sensitif terhadap matahari. Gunakan tabir surya dan pakaian tertutup saat beraktivitas di luar ruangan.
- Segera cari pertolongan medis jika muncul reaksi alergi obat atau efek samping Diovan yang serius selama penggunaan Diovan.
Dosis dan Aturan Pakai
Dosis Diovan harus disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien dan hanya boleh digunakan sesuai resep dokter agar aman dan efektif. Simak rekomendasi dosis valsartan yang terkandung dalam Diovan:
Kondisi: Hipertensi
- Dewasa: 80–160 mg, 1 kali sehari. Dosis maksimal 320 mg per hari.
- Anak usia 6–18 tahun dengan berat badan <35 kg: 40 mg, 1 kali sehari. Dosis maksimal 80 mg per hari.
- Anak usia 6–18 tahun dengan berat badan >35 kg: 80 mg, 1 kali sehari. Dosis maksimal 160 mg per hari.
Kondisi: Gagal jantung
- Dewasa: 40 mg, 2 kali sehari. Dosis dapat ditingkatkan setelah 2 minggu menjadi 80–160 mg. Dosis maksimal 320 mg yang dibagi ke dalam beberapa dosis.
Kondisi: Pascaserangan jantung
- Dewasa: 20 mg, 2 kali sehari. Dosis tersebut diberikan paling awal 12 jam setelah serangan jantung. Dosis maksimal 160 mg, 2 kali sehari.
Cara Menggunakan Diovan dengan Benar
Cara menggunakan Diovan dengan benar harus sesuai resep dokter dan petunjuk pada kemasan. Hindari menambah atau mengurangi dosis tanpa arahan medis, karena dapat mengurangi efektivitas obat dan meningkatkan risiko efek samping. Simak panduan lengkap penggunaan Diovan agar tekanan darah tetap terkontrol dan hasil pengobatan optimal:
- Diovan dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan. Telan tablet utuh dengan air, jangan membelah, mengunyah, atau menghancurkannya.
- Konsumsilah Diovan pada waktu yang sama setiap hari. Jika Anda lupa, segera minum obat ini begitu teringat. Namun, bila sudah dekat dengan jadwal dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupa dan lanjutkan seperti biasa.
- Jangan menghentikan penggunaan Diovan secara tiba-tiba meskipun Anda sudah merasa lebih baik, kecuali atas anjuran dokter.
- Diovan dapat menimbulkan efek samping seperti pusing. Karena itu, bangunlah perlahan dari posisi duduk atau berbaring dan hindari berdiri terlalu cepat setelah mengonsumsi obat ini.
- Jangan gunakan Diovan yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa.
- Agar hasil pengobatan optimal, terapkan pola hidup sehat, seperti diet rendah garam dan rendah lemak, olahraga teratur minimal 30 menit sehari, tidak merokok dan menghindari minuman beralkohol.
- Salah satu efek samping valsartan adalah pusing. Berhati-hatilah saat berdiri atau bangun dari posisi duduk atau berbaring, terutama di awal pengobatan.
- Simpan Diovan di tempat sejuk, kering, dan jauh dari paparan sinar matahari langsung, serta jauhkan obat dari jangkauan anak-anak.
Interaksi Diovan dengan Obat Lain
Penggunaan Diovan bersama obat lain perlu diperhatikan dengan hati-hati. Interaksi obat Diovan dapat menurunkan efektivitas pengobatan atau meningkatkan risiko efek samping yang merugikan. Oleh karena itu, penting untuk memahami daftar obat yang dapat berinteraksi dengan Diovan, antara lain:
- Peningkatan risiko terjadinya hiperkalemia jika dikonsumsi dengan obat diuretik hemat kalium atau suplemen kalium
- Peningkatan risiko terjadinya kerusakan ginjal dan penurunan efektivitas valsartan jika dikonsumsi obat antiinflamasi nonsteroid OAINS, termasuk COX-2 inhibitor
- Peningkatan risiko terjadinya hiperkalemia, hipotensi, dan kerusakan fungsi ginjal jika digunakan dengan ACE inhibitor atau aliskiren, terutama pada penderita diabetes
- Peningkatan risiko terjadinya efek samping valsartan jika dikonsumsi dengan ciclosporin, rifampicin, atau ritonavir
- Peningkatan risiko terjadinya efek samping lithium
Selalu konsultasikan ke dokter mengenai semua obat yang sedang Anda konsumsi untuk mencegah interaksi yang tidak diinginkan.
Efek Samping dan Bahaya Diovan
Penggunaan Diovan dapat menimbulkan beberapa efek samping. Segera konsultasikan diri ke dokter jika muncul efek samping berikut selama pemakaian Diovan, seperti:
- Sakit kepala
- Pusing atau sensasi melayang
- Mual atau muntah
- Diare
- Lemas
- Punggung, otot, atau sendi terasa sakit
Hentikan penggunaan Diovan dan segera periksakan diri ke dokter bila Anda mengalami efek samping serius, seperti:
- Reaksi alergi berat, seperti gatal, bengkak pada wajah atau tenggorokan, serta kesulitan bernapas.
- Gejala hiperkalemia, misalnya detak jantung tidak teratur, kram otot, tubuh terasa lemas, dan kesemutan
- Gejala trombositopenia, misalnya mudah memar, muncul bintik-bintik merah keunguan di kulit, gusi berdarah, atau mimisan
- Gejala penyakit liver, misalnya kulit dan bagian putih mata berwarna kekuningan.
Jika ragu atau mengalami gejala yang tidak biasa, segera hubungi dokter atau gunakan layanan Chat Bersama Dokter di Alodokter, atau buat janji untuk konsultasi langsung di fasilitas kesehatan, seperti rumah sakit atau klinik.