Diphenhydramine injeksi adalah obat untuk mengatasi reaksi alergi berat, seperti syok anafilaksis atau angioedema, terutama jika pasien tidak dapat mengonsumsi obat melalui mulut. Selain itu, obat ini juga dapat digunakan untuk mencegah atau mengatasi mabuk perjalanan, serta membantu meredakan gejala penyakit Parkinson.

Diphenhydramine injeksi bekerja dengan menghambat kerja histamin, yaitu zat yang menyebabkan munculnya gejala alergi. Obat ini juga memiliki efek sedatif (kantuk), antiemetik (antimuntah), dan antiparkinson. Berkat cara kerjanya tersebut, obat ini dapat membantu mengurangi mual dan muntah akibat mabuk perjalanan, serta meredakan tremor dan kekakuan otot pada penderita penyakit Parkinson. 

Diphenhydramine injeksi

Diphenhydramine injeksi hanya boleh diberikan oleh dokter atau tenaga medis di rumah sakit maupun fasilitas kesehatan sesuai anjuran dokter.

Merek dagang diphenhydramine injeksi: Diphenhydramine HCl, Ikadryl, Recodryl

Apa Itu Diphenhydramine Injeksi

Golongan Obat resep
Kategori Antihistamin
Manfaat Meredakan gejala alergi 
Mengatasi mabuk perjalanan
Mengurangi gejala penyakit Parkinson
Digunakan oleh Dewasa dan anak-anak
Diphenhydramine injeksi untuk ibu hamil Kategori B: Studi pada binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil.
Jika Anda sedang hamil, konsultasikan mengenai penggunaan obat ini ke dokter.
Diphenhydramine injeksi untuk ibu menyusui Penggunaan diphenhydramine dalam dosis besar atau rutin bisa mengurangi produksi ASI dan berpotensi menimbulkan efek pada bayi.
Tanyakan kepada dokter mengenai obat antihistamin lain yang lebih jarang menimbulkan kantuk.
Bentuk obat Injeksi

Peringatan sebelum Menggunakan Diphenhydramine Injeksi

Diphenhydramine injeksi tidak boleh digunakan sembarangan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan obat ini, yaitu:

  • Beri tahu dokter tentang riwayat alergi yang Anda miliki. Diphenhydramine injeksi tidak boleh digunakan oleh orang yang alergi terhadap obat ini
  • Bicarakan terlebih dahulu dengan dokter mengenai penggunaan obat ini jika Anda memiliki penyakit jantung, penyakit liver, penyakit ginjal, hipertiroidisme, asma, emfisema, bronkitis kronis, glaukoma, hipertensi, obstruksi usus, myasthenia gravis, pembesaran prostat, epilepsi, atau tukak lambung.
  • Diskusikan dengan dokter perihal penggunaan diphenhydramine injeksi jika Anda memiliki stoma (lubang) pada perut.
  • Informasikan kepada dokter jika Anda sedang menjalani terapi dengan obat lain, termasuk suplemen dan produk herbal. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi interaksi antarobat yang tidak diinginkan.
  • Diskusikan dengan dokter sebelum menggunakan diphenhydramine injeksi jika Anda sedang hamil, berencana hamil, atau sedang menyusui.
  • Jangan langsung mengemudi atau melakukan aktivitas yang memerlukan kewaspadaan setelah menggunakan diphenhydramine injeksi. Obat ini bisa menyebabkan pusing dan kantuk. Pastikan kondisi Anda sudah benar-benar prima sebelum melakukan kegiatan tersebut.
  • Beri tahu dokter bahwa Anda sedang menggunakan diphenhydramine injeksi jika direncanakan untuk menjalani tes alergi, perawatan gigi, atau operasi.
  • Segera ke dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah menggunakan diphenhydramine injeksi.

Dosis dan Aturan Pakai Diphenhydramine Injeksi

Dosis diphenhydramine injeksi dapat berbeda pada tiap pasien. Berikut adalah dosis umum penggunaan diphenhydramine injeksi berdasarkan kondisi dan usia pasien:

Kondisi: Reaksi alergi atau mabuk perjalanan

  • Dewasa: 10–50 mg melalui suntikan ke pembuluh darah (IV/intravena) atau otot (IM/intramuskular). Dosis dapat ditingkatkan hingga 100 mg jika diperlukan. Dosis maksimal 400 mg per hari.
  • Anak-anak: 5 mg/kgBB per hari dibagi menjadi 4 kali pemberian melalui suntikan pembuluh darah atau otot. Dosis maksimal 300 mg per hari.

Diphenhydramine injeksi untuk mencegah mabuk perjalanan sebaiknya diberikan 30 menit sebelum melakukan perjalanan.

Kondisi: Gejala penyakit Parkinson

  • Dewasa: 10–50 mg melalui suntikan di pembuluh darah atau otot. Dosis dapat ditingkatkan hingga 100 mg jika diperlukan. Dosis maksimal 400 mg per hari.

Cara Menggunakan Diphenhydramine Injeksi dengan Benar

Diphenhydramine injeksi diberikan oleh dokter atau petugas medis di bawah pengawasan dokter di rumah sakit.

Berikut ini adalah hal-hal yang perlu pasien ketahui terkait pemberian diphenhydramine injeksi:

  • Sebaiknya gunakan pakaian dengan lengan yang mudah digulung agar proses penyuntikan lebih mudah.
  • Dokter akan menyuntikkan obat ke dalam pembuluh darah atau otot pasien.
  • Pastikan untuk mengikuti anjuran dokter selama menjalani pengobatan dengan diphenhydramine injeksi.
  • Segera laporkan kepada dokter jika timbul efek samping setelah penyuntikan diphenhydramine injeksi.

Interaksi Diphenhydramine Injeksi dengan Obat Lain

Penggunaan diphenhydramine injeksi bersamaan dengan obat lain dapat menimbulkan efek interaksi berikut:

  • Peningkatan efek kantuk jika digunakan bersama obat penenang, antidepresan, atau obat lain yang tergolong antihistamin
  • Penurunan efektivitas betahistine dalam mengatasi vertigo
  • Peningkatan risiko terjadinya efek samping dari obat antikolinergik, seperti atropin

Agar terhindar dari efek interaksi yang tidak diinginkan, konsultasikan dengan dokter jika hendak menggunakan obat lain bersama diphenhydramine injeksi.

Efek Samping dan Bahaya Diphenhydramine Injeksi

Secara umum, efek samping yang muncul akibat penggunaan diphenhydramine injeksi dapat berupa:

  • Kantuk
  • Mulut, hidung, atau tenggorokan terasa kering
  • Pusing
  • Sakit kepala
  • Mual atau muntah
  • Sembelit
  • Gelisah atau gugup
  • Rasa senang yang berlebihan, tetapi tidak wajar, terutama pada anak-anak
  • Hilang nafsu makan

Jangan ragu untuk memanfaatkan layanan Chat Bersama Dokter jika Anda merasa efek samping obat makin parah. Dokter siap membantu memberikan solusi terbaik sesuai kondisi Anda.

Segera ke dokter jika penggunaan diphenhydramine injeksi menimbulkan reaksi alergi obat atau efek samping yang serius, seperti:

  • Gangguan penglihatan
  • Nyeri atau sulit buang air kecil
  • Lidah bergerak tak terkendali
  • Jantung berdebar
  • Linglung, atau pusing berat seperti akan pingsan