Betahistine adalah obat untuk meredakan keluhan vertigo, gangguan pendengaran, dan telinga berdenging (tinnitus) yang disebabkan oleh penyakit Meniere. Obat ini hanya boleh digunakan dengan resep dokter.
Betahistine bekerja dengan mengurangi tekanan dan meningkatkan aliran darah di dalam telinga. Cara kerja ini dapat meringankan gejala-gejala penyakit Meniere yang disebabkan oleh peningkatan tekanan di telinga bagian dalam.
Merek dagang betahistine: Betaserc, Betahistine, Betahistine Mesylate, Histigo, Kurtigo, Lazostin, Lexigo, Mertigo, Meristin, Merislon, Noverty, Rotaver, Samcohistin, Verbetin, Vertikaf, Vertigosan, Versyl, Versilon, Vercure, dan Vastigo
Apa Itu Betahistine
| Golongan | Obat resep |
| Kategori | Antihistamin H3 |
| Manfaat | Mengobati keluhan vertigo dan gangguan pendengaran akibat penyakit Meniere |
| Dikonsumsi oleh | Dewasa |
| Betahistine untuk ibu hamil | Kategori C: Belum ada cukup bukti dari studi pada binatang percobaan maupun manusia yang menjelaskan keamanan obat terhadap ibu hamil maupun janin. |
| Obat ini sebaiknya tidak dikonsumsi oleh ibu hamil kecuali jika disarankan oleh dokter. | |
| Betahistine untuk ibu menyusui | Betahistine hanya boleh digunakan oleh ibu menyusui jika dianjurkan oleh dokter. Ibu sebaiknya menunggu 3–4 jam untuk menyusui setelah minum obat dan mengawasi gejala rewel atau tidak nafsu makan pada bayi yang menyusu. |
| Bentuk obat | Tablet |
Peringatan sebelum Mengonsumsi Betahistine
Betahistine tidak boleh dikonsumsi sembarangan. Perhatikan beberapa hal berikut:
- Beri tahu dokter mengenai riwayat alergi yang Anda miliki. Betahistine tidak boleh dikonsumsi oleh orang yang alergi terhadap obat ini.
- Jangan mengonsumsi betahistine jika Anda memiliki tekanan darah tinggi akibat tumor di kelenjar adrenal (feokromositoma), intoleransi galaktosa, atau malabsorpsi glukosa-galaktosa.
- Informasikan kepada dokter jika Anda pernah atau sedang menderita asma, penyakit liver, penyakit jantung, tukak lambung, atau tekanan darah rendah.
- Diskusikan dengan dokter mengenai penggunaan obat ini jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
- Beri tahu dokter jika Anda sedang menggunakan obat lain, termasuk suplemen dan produk herbal, untuk mengantisipasi terjadinya interaksi obat.
- Segera temui dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah menggunakan betahistine.
Dosis dan Aturan Pakai Betahistine
Dokter akan menentukan dosis dan lama pengobatan menggunakan betahistine sesuai dengan kondisi yang dialami pasien. Dosis umum betahistine untuk meredakan vertigo, telinga berdenging, dan berkurangnya pendengaran akibat penyakit Meniere pada orang dewasa adalah:
Sebagai betahistine hydrochloride
- Dosis awal: 8–16 mg, 3 kali sehari; atau 24 mg, 2 kali sehari.
- Dosis pemeliharaan: 24–48 mg per hari.
- Dosis maksimal: 48 mg per hari.
Sebagai betahistine mesilate
- Dosis harian: 6–12 mg, 3 kali sehari.
Cara Menggunakan Betahistine dengan Benar
Gunakan betahistine sesuai anjuran dokter dan aturan pakai yang tertera pada label kemasan obat. Jangan menambah atau mengurangi dosis yang dikonsumsi tanpa persetujuan dokter.
Berikut adalah panduan yang benar dalam menggunakan obat ini:
- Konsumsilah betahistine saat makan atau segera setelah makan. Telan betahistine tablet dengan bantuan air putih.
- Jangan menambahkan atau mengurangi dosis tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Jangan menghentikan pengobatan kecuali atas petunjuk dokter. Dokter akan memberi tahu Anda jika dosis betahistine sudah bisa dikurangi.
- Jika Anda lupa mengonsumsi betahistine, segera minum obat ini bila jadwal konsumsi berikutnya masih lebih dari 2 jam. Jika sudah kurang dari 2 jam, abaikan dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis selanjutnya.
- Simpan betahistine di tempat bersuhu ruangan, kering, dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
Interaksi Betahistine dengan Obat Lain
Interaksi yang dapat terjadi jika betahistine digunakan bersama obat-obatan tertentu antara lain:
- Penurunan efektivitas betahistine jika digunakan dengan obat golongan antihistamin lain, seperti diphenhydramine
- Peningkatan efek samping betahistine jika digunakan dengan obat golongan MAOIs, seperti selegiline, isocarboxazid, dan phenelzine
Untuk mencegah terjadinya interaksi obat yang tidak diinginkan, konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan obat apa pun bersama betahistine.
Efek Samping dan Bahaya Betahistine
Efek samping yang mungkin timbul setelah mengonsumsi betahistine antara lain:
- Mual
- Asam lambung naik
- Nyeri ulu hati
- Sakit kepala
- Gangguan pencernaan
- Sakit perut
- Kembung
Lakukan pemeriksaan ke dokter jika efek samping di atas tidak kunjung reda atau semakin parah. Segera periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat atau efek samping yang lebih serius, seperti kantuk atau nyeri perut dan mual yang sangat mengganggu.
