Entrostop bermanfaat untuk mengatasi diare. Ada dua jenis produk Entrostop yang dijual secara bebas di pasaran, yaitu Entrostop dan Entrostop Herbal Anak.

Entrostop mengandung 650 mg attapulgite dan 50 mg pectin yang bekerja sama untuk untuk menyerap racun dan bakteri penyebab diare dalam usus, serta mengurangi jumlah cairan yang dikeluarkan. Selain itu, obat ini juga dapat mengurangi pergerakan usus sehingga keluhan nyeri perut akibat diare dapat berkurang.  

beauty elegant lady urgent taking off pants

Berbeda dengan Entrostop, Entrostop Anak merupakan produk herbal yang mengandung ekstrak daun jambu biji, daun teh hijau camelia, jahe merah, serta ekstrak kunyit.

Perlu diingat bahwa diare pada anak-anak paling sering disebabkan oleh infeksi rotavirus. Pada infeksi rotavirus, pemberian obat antidiare tidak direkomendasikan. Mencegah dehidrasi dengan memenuhi asupan cairan merupakan penanganan utama pada diare yang disebabkan oleh infeksi rotavirus.

Apa Itu Entrostop

Golongan Antidiare
Kategori Obat bebas
Manfaat Mengatasi diare dan meredakan gejala nyeri perut yang menyertainya
Entrostop untuk ibu hamil dan menyusui Kategori N: Belum dikategorikan.

Entrostop belum diketahui terserap ke dalam ASI atau tidak. Bila Anda sedang menyusui, jangan menggunakan obat ini tanpa berkonsultasi dulu dengan dokter.

Dikonsumsi oleh Dewasa dan anak-anak
Bentuk obat Tablet dan cair

Peringatan Sebelum Mengonsumsi Entrostop

Sebelum mengonsumsi Enstrostop, Anda perlu memperhatikan beberapa hal berikut:

  • Jangan mengonsumsi entrostop jika Anda memiliki alergi terhadap zat yang terkandung dalam obat ini.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
  • Konsultasikan dengan dokter sebelum memberikan Entrostop kepada lansia di atas 60 tahun dan anak-anak di bawah 12 tahun.
  • Konsultasikan penggunaan Entrostop dengan dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan lain, termasuk obat herbal dan suplemen.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang mengonsumsi entrostop sebelum melakukan prosedur medis apa pun.
  • Segera temui dokter jika terjadi reaksi alergi atau overdosis setelah mengonsumsi entrostop.

Dosis dan Aturan Pakai Entrostop

Dosis entrostop ditentukan berdasarkan jenisnya dan usia pengguna. Berikut adalah penjelasannya:

Entrostop

  • Dewasa dan anak-anak usia >12 tahun: 2 tablet setiap selesai buang air besar sampai diare berhenti. Dosis maksimal 12 tablet per hari.
  • Anak-anak usia 6–12 tahun: 1 tablet setiap selesai buang air besar sampai diare berhenti. Dosis maksimal dosis 6 tablet per hari.

Entrostop Herbal Anak

  • Dewasa: 2 sachet, dikonsumsi 3 kali sehari
  • Anak-anak usia 6–12 tahun: 1 sachet, dikonsumsi 3 kali sehari

Cara Mengonsumsi Entrostop dengan Benar

Gunakan Enterostop sesuai dengan aturan pakai yang tertera pada kemasan atau sesuai dengan anjuran dokter. Jangan menghentikan, menambahkan, atau mengurangi dosis tanpa petunjuk dokter.

Obat ini biasanya dikonsumsi setelah buang air besar, baik sebelum atau sesudah makan. Jika ragu, tanyakan kepada dokter.

Saat mengalami diare, disarankan untuk meningkatkan konsumsi cairan saat pengobatan berlangsung agar terhindar dari dehidrasi.

Simpan Entrostop di tempat yang teduh, kering, dan sejuk dalam suhu ruangan, serta jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Interaksi Entrostop dengan Obat Lain

Entrostop dapat menimbulkan sejumlah interaksi ketika digunakan bersama dengan obat-obatan lain, di antaranya:

  • Mengurangi penyerapan obat trihexyphenidyl, benztropine, loxapine, dicyclomine, eltrombopag, deferiprone, baloxavir, digoxin, dan lovastatin oleh tubuh
  • Memperberat efek konstipasi dari obat pereda nyeri golongan opioid, seperti oxycodone, hydrocodone, propoxyphene, morfin, dan obat batuk yang mengandung codeine
  • Mengurangi efektivitas antibiotik tetracycline, serta obat deferasirox, penisilamin, serta obat chloroquine, dan hydroxychloroquine

Efek Samping dan Bahaya Entrostop

Berikut ini adalah beberapa efek samping yang mungkin saja dapat terjadi setelah mengonsumsi Entrostop:

  • Konstipasi
  • Perut kembung
  • Sakit maag
  • Mual
  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Kram perut

Segera temui dokter jika efek samping tersebut tidak kunjung membaik, atau jika Anda mengalami reaksi alergi.