Pektin atau pectin adalah suplemen serat yang digunakan untuk membantu menurunkan kolesterol tinggi. Selain itu, pektin yang dikombinasikan dengan kaolin juga dapat digunakan untuk mengatasi diare.

Pektin adalah serat alami yang dapat ditemukan dalam buah-buahan, seperti apel, jeruk, lemon, dan limau. Pektin bekerja dengan cara mengikat zat-zat berlemak di saluran pencernaan dan membuangnya ke dalam tinja. Obat ini juga bisa menambahkan masa atau bulk pada tinja.

Pektin - Alodokter

Merek dagang pektin: Arcapec, Bio Plus, Entrostop, Koltin, Lifiber, Nature’s Plus Acidophilus with Pectin

Apa Itu Pektin

Golongan Obat bebas
Kategori Suplemen yang bisa membantu menurunkan kolesterol atau antidiare
Manfaat Membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL), trigliserida tinggi, dan mengatasi diare
Digunakan oleh Dewasa
Pektin untuk ibu hamil dan menyusui Kategori N: Belum dikategorikan.

Pektin dipercaya aman bagi ibu hamil dan menyusui jika digunakan sesuai dengan anjuran dokter dan aturan yang tertera pada kemasan.

Bentuk obat Kapsul, tablet, bubuk, dan sirop

Peringatan Sebelum Mengonsumsi Pektin

Meski pektin dijual bebas, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum mengonsumsi pektin:

  • Jangan mengonsumsi pektin jika Anda alergi terhadap obat ini. Beri tahu dokter tentang riwayat alergi yang Anda miliki.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang menggunakan obat, suplemen, atau produk herbal tertentu.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
  • Konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan pektin jika Anda menderita kanker.
  • Beri tahu dokter jika Anda menderita sumbatan usus atau penyakit pada saluran pencernaan.
  • Segera temui dokter jika Anda mengalami reaksi alergi atau overdosis setelah mengonsumsi pektin.

Dosis dan Aturan Pakai Pektin

Dosis pektin ditentukan berdasarkan usia, kondisi pasien, dan respons tubuh pasien terhadap obat. Secara umum, berikut adalah dosis pektin berdasarkan tujuan pengobatannya:

Tujuan: Menurunkan kadar kolesterol tinggi

  • Dewasa: 15 gram per hari

Tujuan: Mengatasi diare

Biasanya pektin akan dikombinasikan dengan kaolin untuk meredaan diare. Untuk produk dengan kandungan 1 gram kaolin dan 50 mg pectin dalam 5 ml nya, dosisnya adalah sebagai berikut:

  • Dewasa:15–45 ml, dikonsumsi setiap setelah buang air besar, dengan durasi pengobatan maksimal 2 hari.
  • Anak usia 6–12 tahun: 10-20 ml, dikonsumsi setiap setelah buang air besar, dengan durasi pengobatan maksimal 2 hari.

Cara Mengonsumsi Pektin dengan Benar

Gunakan pektin sesuai anjuran dokter dan jangan lupa untuk membaca keterangan pada kemasan obat. Jangan menambahkan atau mengurangi dosis, serta jangan menggunakan obat melebihi jangka waktu yang dianjurkan.

Pektin kapsul atau tablet dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan. Gunakan air putih untuk menelan kapsul atau tablet pektin. Jangan membelah, mengunyah, atau menghancurkan obat. Usahakan untuk mengonsumsi obat pada jam yang sama tiap hari agar pengobatan maksimal.

Untuk pektin bentuk bubuk, larutkan 1 sendok pektin ke dalam air atau jus buah sesuai dengan takaran yang dianjurkan pada label. Aduk atau kocok larutan sampai merata sebelum diminum.

Pektin bentuk sirop perlu dikocok terlebih dahulu sebelum dikonsumsi. Gunakan sendok takar yang tersedia pada kemasan agar dosisnya tepat.

Bila lupa mengonsumsi pektin, segera konsumsi jika jadwal berikutnya belum terlalu dekat. Jika sudah dekat, abaikan dan jangan menggandakan dosis.

Simpan pektin pada suhu ruangan dan di dalam wadah tertutup untuk menghindari paparan sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.

Interaksi Pektin dengan Obat Lain

Ada beberapa efek interaksi obat yang dapat terjadi jika pektin digunakan bersamaan dengan obat-obatan lain, yaitu menurunnya kadar dan efektivitas obat lovastatin, beta karoten, digoxin, dan antibiotik golongan tetrasiklin, seperti minocycline.

Untuk mencegah efek interaksi, selalu beri tahu dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat, suplemen, atau produk herbal tertentu.

Efek Samping dan Bahaya Pektin

Pektin jarang menimbulkan efek samping jika dikonsumsi sesuai dengan aturan pakai. Namun, pada beberapa orang bisa terjadi efek samping, seperti:

Lakukan pemeriksaan ke dokter jika Anda mengalami efek samping yang disebutkan di atas. Segera ke dokter jika Anda mengalami reaksi alergi setelah mengonsumsi pektin.