Farmacrol Forte adalah obat untuk meredakan gejala gangguan pencernaan akibat kelebihan asam lambung, seperti maag, nyeri ulu hati, kembung, perut terasa penuh, dan mual. Obat ini juga membantu mengurangi rasa tidak nyaman akibat gas berlebih di saluran cerna.
Kombinasi aluminium hidroksida, magnesium hidroksida, dan simethicone dalam Farmacrol Forte bekerja dengan cara menetralkan asam lambung sekaligus meluruhkan gas di perut. Kombinasi ini membuat Farmacrol Forte efektif untuk mengatasi maag, nyeri ulu hati, dan perut kembung.

Farmacrol Forte tersedia dalam bentuk tablet kunyah dan suspensi, sehingga mudah dikonsumsi sesuai kebutuhan. Meskipun dapat dibeli tanpa resep, penggunaan obat ini harus mengikuti dosis pada kemasan atau sesuai anjuran dokter, terutama bagi penderita kondisi medis tertentu.
Produk Farmacrol Forte
Produk Farmacrol Forte terdiri dari tiga varian, yaitu:
- Farmacrol Forte 10 tablet, mengandung 275 mg aluminium hidroksida, 100 mg magnesium hidroksida, dan 125 mg simethicone tiap tablet kunyah
- Farmacrol Forte suspensi 200 ml, mengandung 200 mg aluminium hidroksida, 100 mg magnesium hidroksida, dan 50 mg dimethicone per 5 ml cairan
- Farmacrol Forte suspensi 100 ml, mengandung 200 mg aluminium hidroksida, 100 mg magnesium hidroksida, dan 50 mg dimethicone per 5 ml cairan
Apa Itu Farmacrol Forte
| Bahan aktif | Alumunium hidroksida, magnesium hidroksida, simethicone dan atau dimethicone/methylpolysiloxane |
| Golongan | Obat bebas terbatas |
| Kategori | Antasida dan antifatulensi |
| Manfaat | Membantu mencerna makanan, mengurangi gejala kembung |
| Digunakan oleh | Dewasa dan anak-anak |
| Farmacrol Forte untuk ibu hamil | Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil. |
| Obat ini hanya boleh digunakan jika manfaatnya dinilai lebih besar dibanding risikonya terhadap janin. | |
| Farmacrol Forte untuk ibu menyusui | Kandungan alumunium hidroksida, simethicone dan magnesium hidroksida dalam Farmacrol Forte aman digunakan untuk ibu menyusui. Namun, jika Anda sedang menyusui, konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan obat ini. |
| Bentuk obat | Tablet kunyah dan suspensi |
Peringatan sebelum Menggunakan Farmacrol Forte
Farmacrol Forte adalah obat yang hanya dapat diperoleh melalui resep dokter, baik resep tertulis maupun e-resep hasil konsultasi online. Sebelum memulai penggunaan Farmacrol Forte, penting bagi Anda untuk memperhatikan beberapa hal berikut agar pengobatan aman dan efektif:
- Beri tahu dokter mengenai semua riwayat alergi yang Anda miliki. Jangan gunakan Farmacrol Forte jika Anda alergi terhadap alumunium hidroksida, simethicone dan magnesium hidroksida.
- Informasikan jika Anda pernah atau sedang menderita penyakit jantung koroner, serangan jantung, gagal jantung, kelainan EKG, gangguan irama jantung atau aritmia. Sampaikan juga ke dokter jika ada keluarga Anda seperti orang tua atau saudara kandung yang memiliki riwayat penyakit jantung.
- Konsultasikan ke dokter jika Anda memiliki riwayat penyaki liver, ginjal, radang usus atau konstipasi, atau sedang menjalani diet rendah fosfat atau magnesium.
- Sampaikan ke dokter jika Anda memiliki gangguan fungsi ginjal berat atau sedang menjalani cuci darah.
- Beri tahu dokter jika Anda berencana menggunakan obat ini dalam jangka panjang, karena Farmacrol Forte sebaiknya tidak dipakai terus-menerus.
- Konsultasikan ke dokter segera jika gejala tidak membaik setelah 7 hari, agar bisa mendapat penanganan yang tepat.
- Selalu konsultasikan obat, suplemen, atau produk herbal yang sedang Anda konsumsi agar dokter dapat mencegah interaksi yang tidak diinginkan.
- Informasikan kepada dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
- Sampaikan kepada dokter bahwa Anda sedang menggunakan Farmacrol Forte jika Anda berencana untuk menjalani tindakan medis apa pun, termasuk operasi gigi.
- Hindari konsumsi alkohol saat menggunakan obat ini, karena alkohol dapat memperparah kerusakan pada lambung.
- Hindari juga makanan dan minuman yang dapat meningkatkan gas dalam saluran pencernaan, seperti minuman bersoda, selama menjalani pengobatan.
- Segera hubungi dokter jika Anda mengalami reaksi alergi atau efek samping serius setelah menggunakan Farmacrol Forte.
Dosis dan Aturan Pakai Farmacrol Forte
Farmacrol Forte digunakan sesuai anjuran dokter untuk membantu meredakan gejala tertentu. Penting untuk mengikuti dosis yang tepat agar obat bekerja efektif dan aman.
Dewasa:
- Bentuk tablet kunyah: 1 tablet, 3–4 kali sehari.
- Bentuk suspensi (sendok teh): 1 sendok teh, 3–4 kali sehari.
Anak-anak:
- Bentuk tablet kunyah: ½ tablet, 3–4 kali sehari.
- Bentuk suspensi (sendok teh): ½ sendok teh, 3–4 kali sehari.
Cara Menggunakan Farmacrol Forte dengan Benar
Gunakan Farmacrol Forte sesuai anjuran dokter dan aturan pakai yang tertera pada kemasan. Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa persetujuan dokter. Perhatikan langkah-langkah berikut agar Farmacrol Forte dapat bekerja secara optimal:
- Farmacrol Forte dapat dikunyah lalu ditelan atau ditelan dengan bantuan air putih secara langsung. Untuk sediaan suspensi, kocok botol terlebih dahulu dan gunakan sendok takar yang disediakan agar dosis tepat.
- Konsumsilah Farmacrol Forte pada waktu yang sama setiap hari. Jika Anda lupa, segera konsumsi obat ini begitu teringat. Namun, bila waktu dosis berikutnya sudah dekat, lewati dosis yang terlupa dan jangan menggandakan dosis.
- Selalu ikuti petunjuk dokter mengenai durasi penggunaan. Jangan menghentikan penggunaan Farmacrol Forte lebih cepat tanpa persetujuan dokter.
- Jangan menggunakan Farmacrol Forte yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa.
- Lakukan kontrol sesuai jadwal dokter agar kondisi dan respons terapi dapat terpantau. Selama penggunaan Farmacrol Forte, dokter mungkin akan meminta Anda menjalani pemeriksaan tertentu.
- Pastikan Farmacrol Forte disimpan di luar jangkauan anak-anak.
- Simpan Farmacrol Forte di tempat yang sejuk dan kering, pada suhu ruangan, serta terhindar dari paparan sinar matahari langsung.
Mengikuti petunjuk penggunaan obat dengan benar, dapat membantu mengurangi risiko efek samping. Jika Anda masih ragu atau mengalami keluhan setelah mengonsumsinya, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.
Interaksi Farmacrol Forte dengan Obat Lain
Ranitidin dapat berinteraksi dengan beberapa obat lain. Berikut interaksi yang perlu diperhatikan:
- Penurunan penyerapan beberapa antibiotik sepeerti tetrasiklin, ciprofloxacin serta obat besi dan digoksin jia digunakan bersama dengan obat ini.
- Peningkatan kadar kuinidin dalam plasma akibat alkalinisasi urin.
Untuk menghindari efek yang tidak diinginkan, pastikan Anda memberi tahu dokter tentang semua obat yang sedang Anda konsumsi sebelum menggunakan Farmacrol Forte.
Efek Samping dan Bahaya Farmacrol Forte
Meskipun Farmacrol Forte dapat membantu meredakan gejala sakit maag atau nyeri lambung, penting untuk mengetahui bahwa obat ini juga bisa menimbulkan efek samping pada sebagian orang, seperti:
- Mual
- Perut kembung
- Diare atau konstipasi
- Nyeri perut ringan
- Iritasi di area mulut jika tablet tidak dikunyah dengan benar
Apabila efek samping atau keluhan terus berlanjut tanpa perbaikan, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter, baik melalui fitur Chat Bersama Dokter maupun dengan membuat janji untuk pemeriksaan langsung.
Segera periksakan diri ke dokter dan hentikan penggunaan Farmacrol Forte bila muncul reaksi yang mengindikasikan efek samping serius, antara lain:
- Reaksi alergi obat seperti kulit gatal, bengkak atau ruam kulit
- Kesulitan bernapas, pusing hebat, atau muntah berlebihan
- Gangguan ginjal, terutama pada penggunaan jangka panjang atau dosis tinggi seperti penurunan jumlah urine, pembengkakan bagian tubuh atau kelelahan yang tidak biasa
- Gangguan keseimbangan elektrolit seperti kelemahan otot, mudah lelah, atau tubuh terasa lemas