Magnesium hidroksida atau Mg(OH)2 adalah obat yang berfungsi untuk mengatasi masalah konstipasi atau sembelit, sakit maag, serta gejala-gejala lain yang muncul akibat produksi asam lambung yang melebihi batas normal. Pada dasarnya, magnesium adalah mineral alami yang dibutuhkan untuk menjaga kekuatan tulang, irama jantung tetap stabil, dan tekanan darah yang normal.

Magnesium hidroksida bekerja dengan cara menetralkan kadar asam lambung yang berlebihan, sehingga dinding lambung terlindung dari peradangan dan meningkatkan gerakan usus serta melunakan feses, sehingga buang air besar menjadi lancar.

Merk dagang: Laxasium

alodokter-magnesium-hidroksida

Tentang Magnesium Hidroksida

Golongan Antasida dan pencahar (laxative)
Kategori obat Obat bebas
Manfaat Menurunkan kadar asam lambung yang berlebihan dan mengatasi konstipasi
Dikonsumsi oleh Dewasa dan anak-anak
Kategori kehamilan dan menyusui Kategori A: Studi terkontrol pada wanita hamil tidak menunjukkan adanya risiko terhadap janin, dan kecil kemungkinannya untuk membahayakan janin.Sedangkan untuk ibu menyusui, obat ini kemungkinan aman untuk dikonsumsi.
Bentuk Sirup dan tablet

Peringatan:

  • Wanita yang sedang hamil atau menyusui tetap disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan magnesium hidroksida.
  • Beri tahu dokter jika Anda menderita gangguan ginjal, gangguan hati, mengalami muntah-muntah atau nyeri perut.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan lain, sebab magnesium hidroksida dapat memengaruhi penyerapan atau kinerja obat-obatan yang lain.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.

Dosis Magnesium Hidroksida

Usia Dosis
Anak-anak usia 2-5 tahun Untuk pencahar: 0,4-1,2 gram per hari. Dosis dapat diberikan sekali atau dibagi menjadi beberapa kali.
Anak-anak usia 6-11 tahun Untuk pencahar: 1,2-2,4 gram per hari. Dosis dapat diberikan sekali atau dibagi menjadi beberapa kali.
Dewasa Untuk asam lambung berlebih: Hingga 1 gram per hari, biasanya digabungkan dengan aluminium hidroksida.Untuk pencahar: 2,4-4,8 per hari. Dosis dapat diberikan sekali atau dibagi menjadi beberapa kali.

Mengonsumsi Magnesium Hidroksida dengan Benar

  • Gunakanlah magnesium hidroksida sesuai dengan keterangan pada kemasan.
  • Magnesium hidroksida bukan untuk dikonsumsi secara berkelanjutan, melainkan hanya sebagai pereda ketika gejala kambuh. Jangan gunakan obat ini selama lebih dari tiga hari, kecuali atas instruksi dokter.
  • Apabila mengonsumsi magnesium hidroksida dalam bentuk cair, kocoklah terlebih dulu sebelum diminum. Sebaiknya gunakan sendok atau gelas takar khusus yang disertakan dalam kemasan. Jangan menggunakan sendok makan biasa karena takarannya akan berbeda.

Interaksi Obat

Sejumlah obat-obatan dapat menimbulkan efek samping jika digunakan dengan magnesium hidroksida. Efek tersebut bisa ringan, namun bisa juga fatal. Beberapa contoh obat yang harus diwaspadai jika ingin dikonsumsi bersamaan dengan magnesium hidroksida, antara lain adalah dasatinib, gabapentin, digoxin, mycophenolate, suplemen mengandung fosfat, tetracycline, dan bisfosfonat.

Untuk keamanan, beri jeda waktu setidaknya 2 jam antara konsumsi magnesium hidroksida dengan obat-obatan yang lainnya.

Kenali Efek Samping dan Bahaya Magnesium Hidroksida

Tiap obat pasti memiliki efek samping, termasuk magnesium hidroksida. Efek samping yang terkadang dapat dialami pasien selama menggunakan obat ini adalah diare dan nyeri perut. Walau jarang, obat antasida ini juga dapat menyebabkan efek samping yang serius, seperti dehidrasi dan peningkatan kadar magnesium yang dapat mengakibatkan gangguan irama jantung.

Peningkatan kadar magnesium yang tajam dan berlebihan dapat memicu terjadinya keracunan pada pasien dengan gangguan ginjal. Segera hentikan konsumsi magnesium hidroksida dan hubungi dokter jika merasakan efek samping yang berkelanjutan.