Chlorpromazine adalah obat untuk menangani gejala psikosis pada skizofrenia. Selain itu, obat ini juga digunakan dalam pengobatan gangguan bipolar, mual dan muntah, serta cegukan yang terjadi terus-menerus.

Chlorpromazine merupakan obat antipsikotik jenis phenothiazine. Obat ini bekerja dengan cara menghambat reseptor dopamine D2 yang ada di otak, sehingga dapat meredakan gejala psikosis. Obat ini akan membantu penderita skizofrenia untuk bisa berpikir lebih jernih, lebih tenang, dan mengurangi halusinasi, sehingga penderita bisa melakukan aktivitas sehari-hari.

alodokter-chlorpromazine

Obat ini juga dapat menghambat reseptor histamin H2 dan muskarinik M1, sehingga bisa meredakan mual, muntah, atau cegukan yang berkepanjangan.

Merek dagang chlorpromazine: Cepezet 50, Chlorpromazine HCL, Chlorpromazine, Promactil

Apa Itu Chlorpromazine

Golongan Obat resep
Kategori Antipsikotik phenothiazine
Manfaat Mengatasi gejala psikosis, meredakan mual, muntah, atau cegukan
Digunakan oleh Dewasa dan anak-anak ≥6 bulan
Chlorpromazine untuk ibu hamil dan menyusui Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada wanita hamil.

Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.

Chlorpromazine dapat terserap ke dalam ASI, tidak boleh digunakan selama menyusui.

Bentuk obat Tablet dan suntik

Peringatan Sebelum Menggunakan Chlorpromazine

Chlorpromazine tidak boleh digunakan sembarangan. Beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum menggunakan chlorpromazine adalah:

  • Jangan menggunakan chlorpromazine jika Anda alergi dengan obat ini atau obat antipsikotik golongan phenotiazine lain, seperti thioridazine dan perphenazine.
  • Beri tahu dokter jika Anda pernah atau sedang menderita penyakit Parkinson, penyakit hati, glaukoma, penyakit ginjal, kejang, penyakit jantung, asma, kelainan darah, PPOK, kecanduan alkohol, pheochromocytoma, gangguan elektrolit, atau pembesaran prostat.
  • Jangan menggunakan chlorpromazine pada pasien yang mengalami gejala psikosis akibat demensia.
  • Hindari paparan sinar matahari secara langsung, karena obat ini dapat membuat Anda lebih sensitif terhadap sinar matahari.
  • Beri tahu dokter bahwa Anda sedang menjalani pengobatan dengan chlorpromazine sebelum menjalani tindakan medis tertentu atau operasi.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang menggunakan obat-obatan lain, termasuk obat herbal dan suplemen.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
  • Jangan mengemudi atau mengoperasikan alat yang membutuhkan kewaspadaan, selama menjalani pengobatan dengan chlorpromazine, karena obat ini dapat menyebabkan pusing dan mengantuk.
  • Segera temui dokter jika terjadi reaksi alergi obat, efek samping yang serius, atau overdosis, setelah menggunakan chlorpromazine.

Dosis dan Aturan Pakai Chlorpromazine

Dosis chlorpromazine akan diberikan oleh dokter sesuai dengan kondisi pasien. Obat ini dapat diberikan dalam bentuk tablet atau suntikan melalui pembuluh darah vena (intravena/IV) atau melalui otot (intramuskular/IM). Untuk bentuk sediaan suntik pemberian akan langsung diberikan oleh dokter atau petugas medis di bawah pengawasan dokter.

Berikut adalah pembagian dosis chlorpromazine berdasarkan usia dan kondisi pasien:

Kondisi: Psikosis

Chlorpromazine tablet

  • Dewasa: 25 mg, 3 kali sehari. Dosis perawatan adalah 25–100 mg, 3 kali sehari. Dosis dapat ditingkatkan hingga 1 gram per hari. Untuk lansia, dosis akan di awali dengan 1/3–1/2 dosis dewasa.
  • Anak usia 1–12 tahun: 0,5 mg/kgBB, tiap 4–6 jam. Dosis maksimal 75 mg per hari. Dosis maksimal untuk anak usia >5 tahun adalah 75 mg per hari dan untuk anak usia 1–5 tahun dosis maksimalnya adalah 40 mg per hari.

Kondisi: Cegukan yang tidak kunjung berhenti

Chlorpromazine tablet

  • Dewasa: Dosis awal 25–50 mg, 3–4 kali sehari selama 2–3 hari. Jika tidak ada respons, bisa ditambahkan 25–50 mg melalui suntikan IM. Jika diperlukan, bisa diberikan 25–50 mg yang dicampur dalam 500–1000 ml cairan normal saline yang diberikan melalui suntikan IV. Untuk lansia, dosis akan di awali dengan 1/3–1/2 dosis dewasa.
  • Anak usia 1–12 tahun: 0,5 mg/kgBB, tiap 4–6 jam. Dosis maksimal untuk anak usia >5 tahun adalah 75 mg per hari dan untuk anak 1–5 tahun dosis maksimalnya adalah 40 mg per hari.

Untuk mengatasi mual dan muntah, bentuk sediaan chlorpromazine yang umumnya digunakan adalah suntikan melalui otot. Dosis pasien dewasa diawali dengan 25 mg, dan diikuti 25–50 mg tiap 3–4 jam, sampai muntah berhenti.

Cara Menggunakan Chlorpromazine dengan Benar

Ikuti anjuran dokter dan baca petunjuk yang terdapat pada kemasan sebelum menggunakan chlorpromazine. Jangan menambah dosis, mengurangi dosis, atau menghentikan penggunaan chlorpromazine tanpa berkonsultasi dulu dengan dokter.

Chlorpromazine suntik akan diberikan langsung oleh dokter atau petugas medis di bawah pengawasan dokter. Obat akan disuntikkan melalui pembuluh intravena atau intramuskular.

Chlorpromazine tablet dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. Jangan menghancurkan, mengunyah, atau membelah obat ini, karena dapat memengaruhi efektivitas obat.

Jika lupa mengonsumsi chlorpromazine, segera minum ketika Anda mengingatnya. Jika sudah mendekati waktu dosis berikutnya, abaikan dosis yang terlewat dan lanjutkan jadwal dosis rutin Anda. Jangan menggandakan dosis chlorpromazine untuk menggantikan dosis yang terlewat, kecuali atas petunjuk dokter.

Simpan chlorpromazine di tempat yang terhindar dari paparan sinar matahari secara langsung. Jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Interaksi Chlorpromazine dengan Obat Lain

Berikut ini adalah sejumlah interaksi yang mungkin dapat terjadi jika chlorpromazine digunakan dengan obat-obatan lain:

  • Peningkatan risiko terjadinya pemanjangan interval QT jika digunakan dengan haloperidol, escitalopram, atau procainamide.
  • Penurunan efek antihipertensi dari obat metildopa, guanethidine, atau clonidine
  • Peningkatan risiko terjadinya gangguan pada sistem saraf pusat jika digunakan dengan obat penenang, antihistamin, obat golongan opioid, atau obat bius

Efek Samping dan Bahaya Chlorpromazine

Ada beberapa efek samping yang dapat timbul setelah menggunakan chlorpromazine, di antaranya:

Periksakan ke dokter jika keluhan yang disebutkan di atas tidak kunjung reda atau semakin parah. Segera ke dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat yang bisa ditandai dengan munculnya ruam merah dan bengkak di wajah, kesulitan bernapas,  atau mengalami efek samping yang lebih serius, seperti:

  • Gejala sindrom ekstrapiramidal, seperti tremor, kaku pada leher, ekspresi wajah seperti topeng, atau gangguan koordinasi
  • Hipotensi ortostatik
  • Muncul cairan kental dari payudara atau galaktorea
  • Disfungsi ereksi
  • Gangguan menstruasi, seperti oligomenorrhea dan amenorrhea
  • Pingsan
  • Gangguan fungsi hati, yang bisa ditandai dengan nyeri perut yang memberat atau penyakit kuning