Sampai saat ini, penyakit Parkinson belum bisa disembuhkan sepenuhnya. Namun demikian, ada beberapa metode pengobatan yang dapat dilakukan untuk membantu meredakan gejala dan meningkatkan kualitas hidup pasien, yaitu:

Terapi suportif
Berikut ini beberapa terapi suportif yang disarankan untuk mengatasi gejala pada pasien penyakit Parkinson:

  • Fisioterapi. Fisioterapi bertujuan untuk membantu pasien mengatasi kaku otot dan sakit pada persendian, sehingga dapat meningkatkan kemampuan gerak dan kelenturan tubuh. Fisioterapi juga bertujuan meningkatkan stamina dan kemampuan pasien untuk beraktivitas tanpa bergantung kepada orang lain.
  • Perubahan menu makanan. Salah satu gejala penyakit Parkinson adalah sembelit atau konstipasi. Kondisi ini dapat diatasi dengan banyak minum air dan konsumsi makanan berserat tinggi. Dokter juga dapat menganjurkan untuk meningkatkan asupan garam pada makanan, bila pasien mengalami tekanan darah rendah, terutama saat bangkit berdiri.
  • Terapi wicara. Penderita penyakit Parkinson cenderung mengalami kesulitan dalam berbicara, sehingga diperlukan terapi wicara agar bisa membantu meningkatkan cara berbicara.

Obat-obatan
Dokter dapat meresepkan beberapa jenis obat untuk membantu pasien mengatasi gejala yang dialami. Obat-obat di bawah ini berfungsi meningkatkan atau mengganti dopamin dalam tubuh:

  • Antikolinergik. Antikolinergik digunakan untuk membantu mengatasi tremor. Salah satu obat antikolinergik yang dapat digunakan adalah trihexyphenidyl.
  • Levodopa. Obat ini diserap oleh sel saraf di dalam otak, dan diubah menjadi dopamin. Meningkatnya kadar dopamin akan membantu mengatasi gangguan gerak tubuh. Levodopa dapat dikombinasikan dengan carbidopa, untuk mencegah terbentuknya dopamin di luar otak.
  • Agonis dopamin. Obat ini memiliki efek yang sama seperti levodopa, namun tidak menghasilkan dopamin, melainkan hanya menggantikan fungsi dopamin di dalam otak. Agonis dopamin digunakan pada tahap awal Parkinson, karena efek samping yang ditimbulkan tidak sekuat levodopa. Contoh obat golongan agonis dopamin adalah pramipexole, rotigotine, dan ropinirole.
  • Entacapone. Entacapone hanya diberikan kepada pasien penyakit Parkinson tahap lanjut. Obat ini adalah pelengkap levodopa untuk memperpanjang efek dari levodopa.

Prosedur bedah
Pasien penyakit Parkinson biasanya hanya akan ditangani dengan obat-obatan. Akan tetapi, prosedur bedah kadang dilakukan pada pasien yang sudah menderita penyakit Parkinson dalam waktu yang lama. Beberapa prosedur yang dapat dilakukan adalah:

  • Deep brain stimulation (DBS)
    Pada metode stimulasi otak dalam atau deep brain stimulation (DBS), dokter akan menanamkan elektroda di bagian otak yang terganggu. Elektroda ini terhubung ke generator yang ditanam di dada, yang berfungsi mengirim arus listrik ke otak. DBS disarankan pada pasien yang tidak merespons obat-obatan dengan baik. DBS mampu mengurangi atau menghentikan diskinesia, mengurangi tremor dan rigiditas, serta memperbaiki kemampuan gerak.
  • Bedah pisau gamma (gamma knife)
    Pada pasien yang tidak dapat menjalani prosedur DBS, bedah pisau gamma dapat menjadi pilihan. Prosedur ini dilakukan selama 15-40 menit, dengan memfokuskan sinar radiasi kuat ke area otak yang terdampak.

Pencegahan Penyakit Parkinson

Belum diketahui apakah penyakit Parkinson dapat dicegah. Akan tetapi, olahraga rutin dan konsumsi makanan kaya antioksidan diyakini dapat mengurangi risiko seseorang terkena penyakit ini. Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa penyakit Parkinson jarang menyerang seseorang yang rutin mengonsumsi minuman berkafein, seperti kopi dan teh.