Penyakit Parkinson karena dapat memengaruhi kemampuan bergerak, keseimbangan, serta fungsi tubuh lainnya. Jika tidak dikelola dengan tepat, penyakit Parkinson dapat menurunkan kualitas hidup dan memicu berbagai gangguan kesehatan lain.

Komplikasi Penyakit Parkinson yang Perlu Diwaspadai

Seiring perkembangan penyakit, gangguan pada sistem saraf akibat Parkinson dapat menimbulkan berbagai komplikasi. Berikut beberapa komplikasi penyakit Parkinson yang dapat terjadi:

1. Cedera akibat terjatuh

Penderita Parkinson sering mengalami gangguan keseimbangan dan koordinasi gerak. Kondisi ini membuat mereka lebih mudah terjatuh, yang dapat menyebabkan cedera, seperti memar, patah tulang, atau luka pada kepala.

2. Pneumonia aspirasi

Parkinson dapat melemahkan otot-otot yang berperan dalam proses menelan. Akibatnya, makanan atau minuman bisa masuk ke saluran pernapasan dan menyebabkan infeksi paru-paru yang disebut pneumonia aspirasi.

3. Depresi dan gangguan kecemasan

Perubahan pada zat kimia otak yang terjadi pada penyakit Parkinson dapat memengaruhi suasana hati. Banyak penderita Parkinson mengalami depresi, rasa cemas berlebihan, atau perubahan emosi yang membuat aktivitas sehari-hari menjadi lebih sulit.

4. Darah rendah (hipotensi)

Sebagian penderita Parkinson dapat mengalami penurunan tekanan darah, terutama saat berdiri dari posisi duduk atau berbaring. Kondisi ini dapat menimbulkan keluhan berupa pusing, pandangan berkunang-kunang, hingga meningkatkan risiko terjatuh.

5. Demensia

Pada tahap lanjut, penyakit Parkinson dapat memengaruhi fungsi kognitif. Penderitanya dapat mengalami demensia yang ditandai dengan penurunan daya ingat, kesulitan berkonsentrasi, serta gangguan dalam mengambil keputusan.

6. Nyeri pada bahu, leher, atau kaki

Kekakuan otot dan gangguan gerak pada penyakit Parkinson dapat menimbulkan rasa nyeri pada beberapa bagian tubuh, terutama bahu, leher, atau kaki. Nyeri ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari jika tidak ditangani dengan baik.

7. Gangguan tidur

Penderita Parkinson sering mengalami gangguan tidur, seperti insomnia, tidur gelisah, atau sleep apnea. Kondisi ini dapat menyebabkan tubuh terasa lelah di siang hari dan menurunkan kualitas hidup.

8. Inkontinensia tinja 

Gangguan pada sistem saraf dapat memengaruhi kontrol terhadap buang air besar. Akibatnya, sebagian penderita Parkinson dapat mengalami kesulitan menahan tinja.

9. Inkontinensia urine

Selain buang air besar, kontrol terhadap buang air kecil juga bisa terganggu. Penderita Parkinson mungkin mengalami sering buang air kecil, sulit menahan urine, atau kebocoran urine tanpa disadari.

10. Penurunan gairah seks 

Perubahan hormon, gangguan suasana hati, serta kelelahan akibat penyakit Parkinson dapat menyebabkan penurunan gairah seksual. Kondisi ini juga dapat dipengaruhi oleh efek samping obat-obatan yang digunakan untuk mengatasi Parkinson.

Berbagai komplikasi tersebut dapat memengaruhi kesehatan fisik maupun emosional penderita Parkinson. Oleh karena itu, penanganan penyakit secara menyeluruh sangat penting agar gejala dapat dikendalikan dan risiko komplikasi dapat diminimalkan.

Apabila Anda atau anggota keluarga mengalami penyakit Parkinson dan muncul keluhan baru yang mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya konsultasikan kondisi ini dengan dokter, termasuk melalui Chat Bersama Dokter, agar dapat dilakukan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.