Awalnya, gejala tergolong ringan, tidak disadari penderita, dan muncul pada satu bagian tubuh, kemudian berangsur-angsur memburuk.

Terdapat 3 gejala utama yang dialami oleh penderita Penyakit Parkinson, yaitu:

  • Tremor. Tremor atau gemetar mula-mula muncul di tangan dan jari, dan terjadi ketika bagian tubuh tersebut diam.
  • Gerak tubuh melambat. Seiring waktu, penyakit Parkinson akan membuat gerak tubuh menjadi lambat (bradikinesia), sehingga aktivitas sederhana menjadi sulit untuk dilakukan. Misalnya, langkah kaki menjadi lebih pendek saat berjalan, dan sulit bangkit dari duduk.
  • Kaku otot. Kaku otot atau rigiditas dapat terjadi di bagian tubuh manapun. Kondisi ini dapat memicu kram otot (distonia), dan membatasi gerak tubuh.

Di samping tiga gejala utama di atas, penyakit Parkinson juga disertai dengan gangguan fisik dan mental, seperti:

  • Gangguan keseimbangan, yang dapat meningkatkan risiko jatuh dan cedera.
  • Menurunnya kemampuan gerak otomatis, misalnya kedipan mata dan ayunan tangan ketika berjalan.
  • Perubahan cara dan nada bicara menjadi lambat dan tidak jelas.
  • Kesulitan menulis, dan tulisan yang tampak mengecil.
  • Hilangnya kemampuan indera penciuman, yang dapat muncul beberapa tahun sebelum gejala lain.
  • Gangguan sensoris, yang dapat menimbulkan sensasi terbakar, dingin, dan mati rasa.
  • Gangguan seksual pada wanita, yang ditandai dengan sulit orgasme.
  • Pusing, penglihatan buram, hingga pingsan, akibat tekanan darah yang turun secara mendadak.
  • Sulit menahan buang air kecil.
  • Keringat berlebih atau hiperhidrosis.
  • Produksi air liur berlebih.
  • Kesulitan menelan makanan (disfagia), yang dapat menyebabkan tubuh kekurangan nutrisi dan dehidrasi.
  • Konstipasi atau sembelit.
  • Insomnia.
  • Depresi dan serangan kecemasan.
  • Demensia, yaitu sekelompok gejala yang menyebabkan gangguan dalam mengingat, memengaruhi kepribadian penderita, serta memicu halusinasi (merasa melihat sesuatu yang sebenarnya tidak ada) dan delusi (meyakini sesuatu yang tidak nyata).