Fasidol Drop adalah obat penurun demam dan pereda nyeri untuk bayi dan anak-anak. Obat yang mengandung paracetamol 100 mg/mL ini tersedia dalam bentuk tetes oral (drop) sehingga mudah diberikan kepada anak yang belum dapat menelan obat dalam bentuk tablet atau sirup. 

Paracetamol bekerja dengan menghambat pembentukan dan penghantaran sinyal nyeri di otak serta memengaruhi pusat pengatur suhu tubuh. Dengan cara kerja tersebut, Fasidol Drop dapat membantu menurunkan demam sekaligus meredakan nyeri.

Fasidol Drop

Fasidol Drop merupakan obat bebas yang dapat dibeli tanpa resep dokter. Namun, penggunaannya tetap harus mengikuti aturan pakai agar aman dan efektif.

Beli Fasidol Sirup di Aloshop

Apa Itu Fasidol Drop

Bahan aktif Paracetamol 100mg/ml
Golongan Obat bebas
Kategori Analgetik-antipiretik
Manfaat Meredakan nyeri ringan hingga sedang dan menurunkan demam
Dikonsumsi oleh Anak-anak sesuai pakai pada kemasan
Fasidol Drop untuk ibu hamil Fasidol Drop ditujukan khusus untuk anak-anak. Bila ibu hamil membutuhkan paracetamol, gunakan sediaan khusus dewasa sesuai anjuran dokter. 
Paracetamol termasuk kategori B, yaitu studi pada hewan tidak menunjukkan risiko terhadap janin, tetapi belum terdapat studi terkontrol pada ibu hamil.
Fasidol Drop untuk ibu menyusui Fasidol Drop diperuntukkan bagi anak-anak. Ibu menyusui sebaiknya menggunakan sediaan paracetamol khusus dewasa sesuai aturan pakai atau anjuran dokter.
Bentuk obat Sirup

Peringatan sebelum Menggunakan Fasidol Drop

Sebelum memberikan Fasidol Drop kepada anak, perhatikan beberapa hal berikut:

  • Jangan memberikan Fasidol Drop kepada anak yang alergi terhadap paracetamol.
  • Konsultasikan ke dokter sebelum menggunakan Fasidol Drop jika anak pernah atau sedang menderita penyakit hati, penyakit ginjal, defisiensi G6PD, anemia hemolitik, malnutrisi kronis, atau gangguan fungsi hati.
  • Diskusikan dengan dokter jika anak menderita diabetes karena beberapa sediaan paracetamol sirup mengandung gula.
  • Konsultasikan kepada dokter apabila anak sedang menggunakan obat lain, termasuk suplemen dan produk herbal, untuk mencegah terjadinya interaksi obat.
  • Beri tahu dokter bahwa anak sedang mengonsumsi Fasidol Drop apabila akan menjalani tindakan medis, termasuk operasi gigi.
  • Segera bawa anak ke dokter jika muncul reaksi alergi obat atau efek samping yang serius setelah mengonsumsi Fasidol Drop.

Dosis dan Aturan Pakai Fasidol Drop

Berikut adalah dosis umum penggunaan Fasidol Drop untuk menurunkan demam dan meredakan nyeri:

  • Bayi usia di bawah 1 tahun: 0,6 mL, 3–4 kali sehari.
  • Anak usia 1–2 tahun: 0,6–1,2 mL, 3–4 kali sehari.

Jika Anda ragu menentukan dosis yang sesuai dengan usia atau berat badan anak, konsultasikan kepada dokter melalui fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER.

Cara Menggunakan Fasidol Drop dengan Benar

Gunakan Fasidol Drop sesuai aturan pakai pada kemasan atau anjuran dokter. Jangan memberikan obat melebihi dosis yang dianjurkan maupun bersamaan dengan obat lain yang juga mengandung paracetamol.

Agar hasil pengobatan optimal, lakukan beberapa hal berikut:

  • Fasidol Drop dapat diberikan sebelum atau sesudah makan.
  • Gunakan pipet atau alat tetes yang tersedia di dalam kemasan agar dosis yang diberikan tepat.
  • Teteskan obat langsung ke mulut anak atau sesuai petunjuk pada kemasan.
  • Hentikan penggunaan obat setelah demam atau nyeri membaik. Paracetamol tidak dianjurkan digunakan terus-menerus tanpa petunjuk dokter.
  • Segera periksakan anak ke dokter apabila demam belum membaik setelah 3 hari atau nyeri belum membaik setelah 5 hari penggunaan.
  • Simpan Fasidol Drop pada suhu ruangan, di tempat yang kering, dan terlindung dari sinar matahari langsung.
  • Jauhkan obat dari jangkauan anak-anak.
  • Jangan gunakan obat yang telah melewati tanggal kedaluwarsa.

Interaksi Fasidol Drop dengan Obat Lain

Karena mengandung paracetamol, Fasidol Drop dapat menimbulkan interaksi berikut bila digunakan bersama obat lain:

  • Penurunan efektivitas paracetamol bila digunakan bersama cholestyramine.
  • Penurunan efektivitas lamotrigine dalam mencegah kejang.
  • Peningkatan risiko kerusakan hati bila digunakan bersama obat golongan barbiturat, seperti phenobarbital, atau obat yang bersifat hepatotoksik, misalnya isoniazid.
  • Peningkatan risiko efek samping paracetamol bila digunakan bersama metoclopramide, domperidone, atau probenecid.
  • Peningkatan risiko perdarahan bila paracetamol digunakan dalam jangka panjang bersama warfarin atau obat antikoagulan lain.

Untuk mencegah terjadinya interaksi obat, konsultasikan kepada dokter jika anak akan menggunakan obat, suplemen, atau produk herbal lain selama mengonsumsi Fasidol Drop.

Efek Samping dan Bahaya Fasidol Drop

Jika digunakan sesuai aturan pakai, Fasidol Drop umumnya jarang menimbulkan efek samping. Namun, penggunaan dosis berlebihan atau dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko gangguan fungsi hati.

Efek samping yang perlu diwaspadai, meliputi:

  • Mual
  • Muntah
  • Nafsu makan menurun
  • Lemas yang tidak biasa
  • Nyeri pada perut kanan atas
  • Urine berwarna gelap
  • Tinja berwarna pucat atau keabu-abuan
  • Kulit dan mata menguning

Hentikan penggunaan Fasidol Drop dan konsultasikan kepada dokter melalui fitur booking di aplikasi ALODOKTER.

Segera bawa anak ke rumah sakit terdekat apabila mengalami reaksi alergi obat, seperti ruam berat, pembengkakan pada wajah atau bibir, mengi, sesak napas, penurunan kesadaran, atau diduga mengalami overdosis.