Fiasp adalah obat untuk mengontrol kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 1 dan tipe 2. Penggunaan obat ini mampu menurunkan risiko komplikasi diabetes, seperti gagal ginjal dan serangan jantung. Fiasp tersedia dalam bentuk pen suntik, yang hanya bisa dibeli dengan resep dokter.
Insulin aspart pada Fiasp merupakan salah satu jenis insulin yang bekerja cepat untuk menurunkan kadar gula darah tinggi dengan cara meningkatkan produksi hormon insulin. Obat ini biasanya digunakan bersama insulin kerja panjang atau insulin kerja menengah.
Apa Itu Fiasp
| Bahan aktif | 100 U/ml insulin aspart |
| Golongan | Obat resep |
| Kategori | Obat antidiabetes |
| Manfaat | Mengontrol kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2 |
| Digunakan oleh | Dewasa dan anak-anak |
| Fiasp untuk ibu hamil | Kategori B: Studi pada binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil. |
| Jika Anda sedang hamil, sebaiknya konsultasikan dengan dokter mengenai penggunaan obat ini. | |
| Fiasp untuk ibu menyusui | Fiasp boleh digunakan oleh ibu menyusui. Namun, diskusikan dengan dokter mengenai dosis yang aman digunakan selama menyusui. |
| Bentuk obat | Injeksi (suntik) |
Peringatan sebelum Menggunakan Fiasp
Berikut ini adalah hal-hal yang perlu Anda perhatikan sebelum menjalani pengobatan dengan Fiasp:
- Beri tahu dokter mengenai riwayat yang Anda miliki. Fiasp tidak boleh digunakan oleh orang yang alergi terhadap insulin.
- Diskusikan dengan dokter mengenai penggunaan Fiasp jika Anda pernah atau sedang menderita neuropati diabetik, gagal jantung, penyakit jantung, penyakit ginjal, penyakit hati, hipokalemia, hipoglikemia, atau gangguan penglihatan.
- Beri tahu dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau sedang merencanakan kehamilan.
- Jangan mengonsumsi minuman beralkohol selama menjalani pengobatan dengan Fiasp. Minuman beralkohol bisa menambah berat efek hipoglikemia dari obat ini.
- Informasikan kepada dokter jika Anda sedang menggunakan obat lain, termasuk suplemen dan produk herbal. Hal ini untuk menghindari interaksi obat yang tidak diinginkan.
- Jangan langsung mengemudi atau melakukan aktivitas lain yang memerlukan kewaspadaan setelah menggunakan Fiasp. Obat ini dapat menyebabkan pusing dan kantuk.
- Segera ke dokter jika mengalami reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah menggunakan Fiasp.
Dosis dan Aturan Pakai Fiasp
Dosis dan aturan pakai Fiasp akan ditentukan oleh dokter sesuai dengan kondisi pasien. Fiasp diberikan dengan cara disuntikkan di bawah kulit (subkutan). Secara umum, berikut adalah dosis penggunaan Fiasp untuk mengatasi diabetes tipe 1 dan tipe 2:
- Dewasa dan anak-anak: dosis awal 50–60% dari total dosis insulin harian. Selanjutnya, dosis akan disesuaikan dengan kondisi pasien. Dosis total harian awal dapat dihitung dengan 0,4–0,5 unit/kgBB. Dosis pemeliharaan 0,4–1 unit/kgBB setiap hari dalam dosis terbagi
Cara Menggunakan Fiasp dengan Benar
Ikuti anjuran dokter dan bacalah aturan pakai yang tertera pada kemasan obat sebelum menggunakan Fiasp. Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa persetujuan dokter.
Agar hasil pengobatan maksimal, perhatikan hal-hal berikut ini dalam menggunakan Fiasp:
- Fiasp sebaiknya digunakan saat Anda sedang makan. Obat ini disuntikkan ke bawah kulit area perut, paha, atau lengan bagian atas.
- Gunakan Fiasp untuk pemakaian pribadi. Jangan berbagi atau meminjamkan pen dan jarum obat dengan orang lain. Hal ini untuk mencegah terjadinya kontaminasi atau infeksi.
- Cucilah tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum menggunakan Fiasp.
- Lepaskan penutup pen, lalu pasang jarum di bagian ujung pen. Setelah itu, atur dosis obat yang dianjurkan dokter dengan memutar bagian bawah pen.
- Gunakan alcohol swab untuk membersihkan area kulit yang akan disuntikkan obat dan tunggu hingga kering.
- Tekan tombol di ujung pen untuk memasukkan obat sampai dosis menunjukkan angka nol (0). Tahan sekitar 6 detik guna memastikan seluruh obat sudah masuk.
- Pastikan untuk tidak menyuntikkan obat di lokasi yang sama berturut-turut dengan jarum baru setiap harinya.
- Setelah Fiasp disuntikkan, pasang penutup jarum berwarna bening, lalu putar untuk melepaskan seluruh bagian jarum. Selanjutnya, buang jarum ke tempat sampah khusus.
- Penggunaan Fiasp juga harus disertai dengan pola hidup sehat, seperti olahraga teratur dan pola makan bergizi seimbang agar kadar gula darah lebih terkontrol.
- Jalani kontrol sesuai jadwal dokter agar respons terhadap terapi dapat dipantau. Anda biasanya juga akan diminta memeriksa kadar gula darah secara rutin.
- Simpan Fiasp di dalam kulkas. Setelah digunakan, letakkan pen di tempat bersuhu ruangan selama 28 hari. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
Interaksi Fiasp dengan Obat Lain
Interaksi antarobat yang dapat terjadi bila Fiasp digunakan bersama obat tertentu adalah:
- Peningkatan efek penurunan gula darah yang berisiko menyebabkan hipoglikemia jika digunakan dengan obat diabetes, ACE inhibitor, MAOI, disopyramide, fibrat, fluoxetine, pentoxifylline, atau antibiotik sulfonamida
- Penurunan efek insulin suntik dalam menurunkan gula darah jika digunakan dengan glukagon, danazol, isoniazid, kortikosteroid, hormon tiroid, pil KB, atau antipsikotik atipikal, seperti olanzapine
- Peningkatan risiko tersamarnya gejala hipoglikemia jika digunakan dengan obat golongan penghambat beta
Untuk menghindari risiko terjadinya efek interaksi yang tidak diinginkan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter lewat fitur Chat Bersama Dokter jika hendak menggunakan Fiasp bersama obat, suplemen, atau produk herbal apa pun
Efek Samping dan Bahaya Fiasp
Beberapa efek samping yang dapat timbul setelah menggunakan Fiasp adalah:
- Berat badan bertambah
- Pembengkakan pada tangan dan kaki
- Ruam kulit, gatal, kemerahan, atau bengkak
- Penebalan atau cekungan pada area kulit yang disuntik
- Nyeri, kemerahan, gatal atau bengkak pada area yang disuntik obat
Konsultasikan dengan dokter jika muncul efek samping di atas, terutama bila tidak kunjung membaik. Dokter dapat memberikan saran dan pengobatan untuk mengatasi efek samping.
Segera periksakan diri ke dokter jika muncul reaksi alergi obat atau efek samping serius berikut:
- Hipokalemia, yang ditandai dengan kram kaki, sembelit, detak jantung tidak teratur, jantung berdebar-debar, sering haus, sering buang air kecil, kesemutan, dan lemah otot
- Gangguan jantung, yang ditandai dengan pembengkakan, peningkatan berat badan yang cepat, dan sesak napas
