Fistula adalah saluran yang terhubung secara tidak normal antara dua bagian tubuh atau pembuluh darah. Fistula dapat terjadi di berbagai bagian tubuh seperti saluran kemih, anus, saluran pencernaan, vagina, hingga kulit. Setidaknya ada lima jenis fistula yang sering terjadi.

Banyak bagian tubuh atau pembuluh darah yang normalnya tidak terhubung, namun karena cedera, tindakan operasi, penyakit, infeksi, atau pembengkakan, menjadi terhubung oleh suatu saluran.

Fistula: Munculnya Saluran antara Bagian Tubuh - Alodokter

Mengenal Berbagai Jenis Fistula yang Sering Terjadi

Berikut ini beberapa jenis fistula yang sering muncul pada tubuh manusia, yaitu:

Fistula gastrointestinal

Fistula gastrointestinal adalah pembukaan abnormal di saluran pencernaan hingga menyebabkan cairan lambung merembes keluar melalui lapisan lambung atau usus. Jika cairan lambung bocor hingga ke kulit atau organ tubuh lainnya, bisa mengakibatkan infeksi. Fistula yang satu ini paling sering terjadi akibat operasi di dalam rongga perut (intraabdomen) atau karena gangguan pencernaan yang kronis.

Setidaknya ada 4 macam fistula gastrointestinal, yaitu:

  • Fistula usus, di mana cairan lambung bocor dari satu bagian usus ke bagian usus
  • Fistula ekstraintestinal. Fistula jenis ini terjadi saat cairan lambung bocor dari usus ke organ tubuh Anda yang lain seperti kandung kemih, paru-paru, atau sistem pembuluh darah.
  • Fistula eksternal, di mana cairan lambung bocor melalui kulit.
  • Fistula kompleks, yaitu fistula yang terjadi pada lebih dari satu organ.

Fistula ani

Fistula ani adalah saluran kecil yang terbentuk di antara usus bagian akhir dan kulit di dekat anus. Fistula ini biasanya terjadi akibat infeksi di dekat anus yang menyebabkan sekumpulan nanah atau abses di jaringan sekitarnya. Satu-satunya cara untuk mengobati fistula ani adalah melalui operasi.

Pada fistula ani, kulit di sekitar lubang anus terhubung dengan saluran anus. Fistula ani dapat meliputi:

  • Fistula anorektal, terbentuk antara saluran anus dengan kulit yang ada di sekitar lubang anus.
  • Fistula rektovaginal, terjadi ketika muncul saluran antara vagina dan rektum.
  • Fistula kolovaginal, saat koneksi terbentuk antara vagina dan usus besar.

Fistula ani dapat menyebabkan gejala yang tidak menyenangkan, seperti iritasi kulit di sekitar anus; keluar kotoran yang bau dari dekat anus; nyeri saat duduk, bergerak, buang air besar atau batuk; keluar nanah atau darah saat buang air besar; sulit mengendalikan buang air besar; anus bengkak dan memerah; serta demam.

Fistula arteriovenosa

Fistula arteriovenosa merupakan saluran yang terbentuk secara abnormal antara pembuluh darah arteri dan vena. Jika biasanya darah mengalir dari arteri ke kapiler lalu ke vena, maka fistula membuat darah mengalir langsung dari arteri ke vena, tanpa melewati kapiler. Akibatnya, suplai darah pada jaringan di bawah kapiler jadi berkurang.

Fistula arteriovenosa biasanya terjadi di kaki, tapi tidak menutup kemungkinan berkembang di bagian tubuh lainnya seperti di lengan, paru-paru, ginjal, atau otak. Jika tidak diobati, fistula jenis ini bisa menyebabkan komplikasi serius.

Fistula vagina

Fistula vagina adalah munculnya celah atau saluran abnormal yang menghubungkan vagina dengan organ lain, seperti kandung kemih, usus besar, atau rektum (bagian bawah usus besar yang dekat dengan anus). Hal ini bisa membuat keluarnya urine dan tinja dari vagina.

Fistula vagina dapat terjadi akibat cedera, operasi, infeksi, terapi radiasi, menderita penyakit peradangan usus, divertikulitis, atau ruptur perineum dan infeksi pada episiotomi setelah melahirkan. Apa pun penyebabnya, fistula jenis ini harus ditangani melalui operasi.

Fistula vagina ada beberapa jenis, yaitu:

  • Fistula vesikovaginal. Fistula terbentuk antara vagina dengan kandung kemih. Disebut juga fistula kandung kemih.
  • Fistula ureterovaginal. Fistula terbentuk antara vagina dengan ureter (saluran yang membawa urine dari ginjal ke kandung kemih).
  • Fistula uretrovaginal. Fistula terbentuk antara vagina dengan uretra (saluran kemih). Nama lainnya adalah fistula uretra.
  • Fistula rektovagina. Fistula terbentuk antara vagina dengan
  • Fistula kolovaginal. Fistula terbentuk antara vagina dengan usus besar.
  • Fistula enterovaginal. Fistula terbentuk antara usus halus dengan vagina.

Fistula obstetrik

Fistula obstetrik merupakan fistula rektovagina, yaitu terbentuknya celah antara rektum dan vagina. Akibatnya, gas dan tinja bisa keluar melalui vagina. Fistula obstetrik bahkan menjadi salah satu penyebab kematian ibu saat melahirkan, presentasenya mencapai 6%. Fistula ini dapat terjadi akibat:

  • Cedera saat melahirkan.
  • Menderita penyakit Crohn atau penyakit radang usus.
  • Menjalani terapi radiasi atau kemoterapi di daerah panggul.
  • Muncul komplikasi atau efek samping setelah melakukan operasi di daerah panggul.

Fistula adalah kondisi yang memerlukan penanganan medis. Pengobatannya tergantung pada penyebabnya, letak terjadinya, dan seberapa buruk kondisinya. Beberapa fistula bisa menutup dengan sendirinya. Namun biasanya penanganan fistula membutuhkan tindakan operasi untuk menutup saluran atau celah yang terbentuk, agar organ yang terganggu bisa berfungsi normal seperti sedia kala.