Fluimucil adalah obat pengencer dahak berbahan aktif acetylcysteine. Obat ini cocok digunakan untuk mengatasi batuk berdahak kental, misalnya batuk pada emfisema, bronkitis, bronkiektasis, atau cystic fibrosis.

Acetylcysteine di dalam Fluimucil mampu mengurai protein pada dahak yang membuatnya kental dan lengket. Dengan demikian, dahak kental yang memenuhi saluran napas menjadi lebih cair dan gampang dikeluarkan saat batuk. Hasilnya, napas pun kembali lega.

Fluimucil

Produk Fluimucil

Fluimucil hadir dalam beberapa macam sediaan obat minum, yaitu:

  • Fluimucil kapsul, dengan kandungan 200 mg acetylcysteine per kapsul
  • Fluimucil tablet effervescent, yang mengandung 600 mg acetylcysteine per tablet
  • Fluimucil granul, dengan kandungan 200 mg atau 600 mg acetylcysteine per sachet
  • Fluimucil granul pediatric, yang mengandung 100 mg acetylcysteine per sachet
  • Fluimucil sirop kering, yang mengandung 100 mg acetylcysteine per 5 ml

Fluimucil juga dapat ditemukan dalam bentuk larutan inhalasi. Fluimucil inhalasi digunakan dengan cara dihirup menggunakan nebulizer.

Artikel ini khusus membahas Fluimucil sediaan obat minum.

Apa Itu Fluimucil

Bahan aktif Acetylcysteine
Golongan Obat bebas terbatas untuk Fluimucil sediaan sirop kering
Obat resep untuk Fluimucil bentuk kapsul, granul, dan tablet effervescent
Kategori Mukolitik atau pengencer dahak
Manfaat Mengencerkan dahak
Dikonsumsi oleh Dewasa dan anak-anak
Fluimucil untuk ibu hamil Kategori B: Studi pada binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko acetylcysteine terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil.
Jika Anda sedang hamil, sebaiknya tetap konsultasikan dengan dokter mengenai penggunaan obat ini.
Fluimucil untuk ibu menyusui Obat mukolitik dengan kandungan acetylcysteine, seperti Fluimucil, boleh dikonsumsi selama masa menyusui.
Namun, jika ibu baru melahirkan prematur atau usia bayinya belum genap 1 bulan, konsultasikan terlebih dahulu penggunaan obat ini dengan dokter.
Bentuk obat Kapsul, tablet effervescent, granul (bubuk), sirop kering

Peringatan sebelum Mengonsumsi Fluimucil

Hal penting yang perlu Anda perhatikan sebelum mengonsumsi Fluimucil antara lain:

  • Jangan minum Fluimucil jika alergi terhadap kandungan di dalamnya. Jika ragu, konsultasikan ke dokter tentang riwayat alergi yang dimiliki sebelum menggunakan obat batuk berdahak ini.
  • Hindari penggunaan Fluimucil jika sedang menderita diabetes atau menjalani pola makan rendah kalori.
  • Diskusikan dengan dokter sebelum mengonsumsi obat batuk berdahak berisi acetylcysteine jika memiliki asma, tukak lambung, varises esofagus, hipertensi, penyakit ginjal, atau gagal jantung.
  • Konsultasikan ke dokter sebelum menggunakan Fluimucil granul atau tablet effervescent jika memiliki riwayat
  • Jangan memberikan Fluimucil kepada anak usia di bawah 6 tahun tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.
  • Berkonsultasilah ke dokter sebelum menggunakan Fluimucil bersama obat antitusif, tetracycline, nitrogliserin, atau obat lain, termasuk, suplemen dan produk herbal. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi terjadinya interaksi obat.
  • Diskusikan dengan dokter sebelum menggunakan Fluimucil jika Anda sedang hamil atau sedang menyusui.
  • Segera ke dokter jika mengalami reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah minum Fluimucil.

Dosis dan Aturan Pakai Fluimucil

Berikut ini adalah dosis Fluimucil sebagai obat batuk berdahak berdasarkan sediaannya:

Fluimucil kapsul

  • Dewasa dan anak usia >14 tahun : 1 kapsul, 2–3 kali sehari
  • Anak usia 6–14 tahun: 1 kapsul, 2 kali sehari

Pada cystic fibrosis, dosis Fluimucil kapsul untuk dewasa dan anak 6 tahun ke atas adalah 1 kapsul, 3 kali sehari.

Fluimucil tablet effervescent

  • Dewasa: 1 tablet effervescent, 1 kali sehari.

Fluimucil granul

  • Dewasa dan anak usia 6 tahun ke atas: 1 saset Fluimucil granul 200 mg, 2–3 kali sehari, atau 1 saset Fluimucil granul 600 mg, 1 kali sehari.
  • Anak usia 2–6 tahun: 1 saset Fluimucil granul pediatric, 2–4 kali sehari.

Fluimucil sirop kering

  • Dewasa: 10 ml, 2–3 kali sehari
  • Anak usia >4 tahun: 5 ml, 3 kali sehari
  • Anak usia 2–4 tahun: 5 ml, 2 kali sehari
  • Anak usia <2 tahun: 2½ ml, 2 kali sehari

Cara Mengonsumsi Fluimucil dengan Benar

Gunakan Fluimucil sesuai aturan pakai yang tertera pada kemasan atau ikuti anjuran dokter. Jangan menambah dosis tanpa sepengetahuan dokter.

Berikut adalah panduan menggunakan Fluimucil dengan benar:

  • Konsumsilah Fluimucil pada saat makan atau segera sesudah makan.
  • Telan kapsul Fluimucil dengan air putih. Jangan mengunyah atau membuka isi kapsul, kecuali jika diperbolehkan dokter.
  • Bila hendak mengonsumsi Fluimucil sirop kering, isi botol menggunakan air putih dengan takaran sesuai petunjuk pada label. Kocok botol hingga obat di dalamnya tercampur rata sebelum diminum. Gunakan sendok takar yang disertakan dalam kemasan supaya dosisnya akurat.
  • Untuk Fluimucil tablet effervescent, larutkan 1 tablet effervescent dengan 150 ml (kira-kira ½ gelas) air minum. Tunggu sampai benar-benar larut, kemudian minum larutan obat sampai habis.
  • Jika Anda diresepkan Fluimucil granul, campurkan serbuk obat ini dengan 50–75 ml air putih. Apabila sudah tercampur rata, segera telan larutan obat tersebut.
  • Konsumsilah Fluimucil pada waktu yang sama setiap harinya. Jika terlewat dari jadwal, minumlah obat ini begitu teringat. Namun, bila jadwal minum obat selanjutnya sudah dekat, abaikan dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis selanjutnya.
  • Simpan Fluimucil di tempat bersuhu ruangan. Sementara itu, Fluimucil sirop kering yang sudah menjadi larutan perlu disimpan di kulkas, tetapi jangan menyimpannya di freezer. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.

Interaksi Fluimucil dengan Obat Lain

Kandungan acetylcysteine dalam Fluimucil jika digunakan bersama dengan obat lain dapat menimbulkan efek interaksi berikut ini:

  • Peningkatan risiko terjadinya penumpukan dahak jika digunakan dengan obat antitusif
  • Peningkatan risiko terjadinya perdarahan dan tekanan darah rendah jika digunakan dengan nitrogliserin

Agar terhindar dari efek interaksi yang tidak diinginkan, konsultasikan ke dokter jika hendak menggunakan obat apa pun bersama Fluimucil.

Efek Samping dan Bahaya Fluimucil

Efek samping yang bisa muncul setelah minum Fluimucil adalah mual atau muntah. Selain itu, konsumsi obat batuk berdahak berbahan aktif acetylcysteine dapat menimbulkan efek samping berupa:

  • Sakit kepala
  • Sakit perut
  • Diare
  • Stomatitis (sariawan)

Temui dokter jika keluhan tersebut tidak kunjung mereda atau makin parah, bahkan setelah konsumsi obat dihentikan. Carilah pertolongan medis jika setelah minum Fluimucil timbul efek samping serius, seperti:

  • Telinga berdenging atau tinnitus
  • Jantung berdebar
  • Gejala bronkospasme, seperti dada terasa berat atau tercekat, mengi, dan sesak napas
  • Perdarahan saluran cerna, yang gejalanya berupa BAB berdarah, tinja berwarna hitam, muntah darah, atau muntah yang bertekstur seperti bubuk kopi

Jangan tunda ke IGD jika mengalami reaksi alergi obat gejalanya bisa berupa ruam kulit yang mengelupas atau kulit melepuh di sekitar mulut maupun mata.