Friventil adalah obat untuk mengendalikan asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Obat ini berperan sebagai terapi pemeliharaan jangka panjang untuk meredakan sesak napas sekaligus mencegah kekambuhan gejala. Friventil tidak ditujukan untuk mengatasi serangan asma yang terjadi secara tiba-tiba.

Friventil mengandung fluticasone propionate dan salmeterol xinafoate. Fluticasone adalah kortikosteroid inhalasi yang bekerja dengan mengurangi peradangan pada saluran pernapasan, sedangkan salmeterol merupakan bronkodilator kerja panjang yang membantu melebarkan saluran udara agar pernapasan terasa lebih lega.

Friventil

Kombinasi kedua zat aktif tersebut membantu menjaga saluran napas tetap terbuka, menurunkan risiko kekambuhan, serta memperbaiki kontrol gejala pada penderita asma jangka panjang  maupun PPOK. Friventil tersedia dalam bentuk inhalation aerosol yang digunakan secara rutin sesuai anjuran dokter.

Produk Friventil

Friventil tersedia dalam 2 varian, yaitu:

  • Friventil 25/50 mcg 120 dosis, yang tiap dosisnya mengandung 25 mcg salmeterol dan 50 fluticasone propionate
  • Friventil 25/125 mcg 120 dosis, dengan kandungan 25 mcg salmeterol dan 125 mcg fluticasone propionate tiap dosis

Apa Itu Friventil

Bahan aktif Salmeterol dan fluticasone propionate 
Golongan  Obat resep
Kategori  Kombinasi bronkodilator β2 agonis (salmeterol) dan kortikosteroid inhalasi (fluticasone propionate)
Manfaat Mengontrol dan mencegah gejala asma atau PPOK
Digunakan oleh Dewasa dan anak usia ≥4 tahun
Friventil untuk ibu hamil Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil.
Obat ini hanya boleh digunakan jika manfaatnya dinilai lebih besar dibanding risikonya terhadap janin.
Friventil untuk ibu menyusui Kandungan salmeterol dan fluticasone propionate dalam Friventil dapat terserap ke dalam ASI. Jika Anda sedang menyusui, konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan obat ini.
Bentuk obat Inhalation aerosol

Peringatan sebelum Menggunakan Friventil

Sebelum menggunakan Friventil, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan agar terapi berjalan aman dan efektif sesuai kondisi Anda:

  • Beri tahu dokter jika Anda memiliki riwayat alergi terhadap salmeterol, fluticasone propionate atau obat lain yang satu golongan dengan obat ini. Jika Anda pernah mengalami reaksi alergi serius akibat obat apa pun, sampaikan juga hal tersebut kepada dokter.
  • Sampaikan kepada dokter jika Anda pernah atau sedang menderita penyakit ginjal, penyakit liver, hipertensi, diabetes, atau gangguan tiroid, riwayat kejang, hipokalemia, glaukoma, katarak, herpes mata, infeksi kulit, tuberkulosis, cedera atau luka pada hidung.  
  • Informasikan kepada dokter jika Anda memiliki riwayat penyakit jantung koroner, gagal jantung, angina, serangan jantung, aritmia, kelainan EKG, atau adanya riwayat keluarga dengan penyakit jantung.
  • Bicarakan dengan dokter jika Anda sedang hamil, mungkin sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan sebelum memulai pengobatan.
  • Pastikan untuk memberi tahu dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat lain, termasuk suplemen dan produk herbal, untuk menghindari interaksi yang merugikan.
  • Beri tahu dokter bahwa Anda menggunakan Friventil sebelum menjalani prosedur medis, termasuk operasi gigi.
  • Lakukan pemeriksaan tumbuh kembang secara rutin pada anak yang menggunakan fluticasone propionate karena penggunaan jangka panjang dapat memperlambat pertumbuhan.
  • Hindari kontak dengan penderita penyakit menular, seperti campak, cacar air, atau flu, terutama saat menggunakan fluticasone propionate.
  • Hindari langsung mengemudi atau melakukan aktivitas yang membutuhkan kewaspadaan tinggi setelah menggunakan Friventil, karena obat ini dapat menyebabkan pusing atau gangguan penglihatan.
  • Segera cari bantuan medis jika Anda mengalami reaksi alergi atau efek samping serius selama menggunakan Friventil.

Dosis dan Aturan Pakai Friventil

Dosis Friventil ditentukan oleh dokter berdasarkan kondisi kesehatan dan tingkat keparahan asma atau PPOK yang dialami pasien.

Secara umum, dosis salmeterol dan fluticasone propionate dalam Friventil adalah:

  • 1 inhalasi, 2 kali sehari

Namun, kebutuhan tiap pasien dapat berbeda. Jangan mengubah dosis atau frekuensi pemakaian tanpa persetujuan dokter.

Cara Menggunakan Friventil dengan Benar 

Agar manfaat Friventil optimal, gunakan sesuai anjuran dokter dan petunjuk pada kemasan. Perhatikan langkah-langkah menggunakannya berikut ini:

  • Bersihkan hidung dari ingus atau kotoran, lalu kocok Friventil sebelum digunakan.
  • Buka perangkat dengan menggeser tuas pada Friventil .
  • Dongakkan kepala sedikit, buang napas sepenuhnya, masukkan corong Friventil ke mulut, rapatkan bibir, lalu tarik napas dalam untuk menghirup obat, tahan napas selama 10 detik, lalu hembuskan perlahan. Tutup obat setelah digunakan.
  • Gunakan Friventil pada waktu yang sama setiap harinya agar pengobatan lebih efektif. Bila Anda lupa, segera gunakan obat ini saat ingat. Namun, jika sudah terlalu dekat dengan jadwal berikutnya, lewati dosis yang terlewat. Jangan menggandakan dosis untuk menggantikan yang terlewat, kecuali atas petunjuk dokter.
  • Selama menjalani pengobatan dengan Friventil, lakukan pemeriksaan ke dokter sesuai jadwal yang ditentukan. Pada saat kontrol, dokter akan memantau perkembangan kondisi Anda dan mungkin menyesuaikan dosis obat yang tepat.
  • Jangan gunakan Friventil yang sudah kedaluwarsa. 
  • Simpanlah Friventil di tempat yang sejuk dan kering, jauh dari sinar matahari langsung. Pastikan juga disimpan jauh dari jangkauan anak-anak.

Interaksi Friventil dengan Obat Lain 

Beberapa obat dapat memengaruhi efektivitas Friventil bila digunakan bersamaan, di antaranya:

  • Peningkatan risiko terjadinya efek samping jantung jika digunakan bersama obat beta blocker atau obat lain yang memengaruhi irama jantung.
  • Peningkatan risiko terjadinya infeksi jamur mulut jika digunakan bersamaan dengan obat imunosupresan atau kortikosteroid lain.
  • Peningkatan risiko terjadinya efek samping jika digunakan dengan obat antijamur golongan azole seperti ketoconazole atau obat HIV tertentu seperti ritonavir, cobicistat.

Selalu konsultasikan dengan dokter sebelum mengombinasikan Friventil dengan obat, suplemen, atau produk herbal apa pun.

Efek Samping dan Bahaya Friventil

Penggunaan Friventil dapat menimbulkan efek samping, terutama jika tidak digunakan sesuai anjuran. Efek samping yang mungkin terjadi adalah:

  • Suara serak
  • Iritasi tenggorokan
  • Kandidiasis oral
  • Batuk ringan setelah inhalasi
  • Sakit kepala ringan

Konsultasikan diri Anda ke dokter bila keluhan dan efek samping di atas tidak kunjung mereda atau malah memburuk. Anda bisa menggunakan fitur Chat Bersama Dokter atau buat janji konsultasi di aplikasi Alodokter. 

  • Hentikan penggunaan Friventil dan segera ke dokter bila Anda mengalami efek samping serius, seperti:
  • Reaksi alergi berat, seperti sesak napas, bengkak di wajah atau bibir, dan ruam gatal parah.
  • Gangguan irama jantung ditandai dengan detak jantung cepat atau tidak teratur.
  • Gangguan fungsi adrenal pada penggunaan jangka panjang seperti tubuh lemas, pusing, mual, atau tekanan darah turun.