Gelisah tanpa sebab kerap muncul secara tiba-tiba dan membuat aktivitas sehari-hari terasa tidak nyaman. Kondisi ini bisa memengaruhi konsentrasi, tidur, hingga hubungan sosial. Jika dibiarkan, rasa gelisah dapat mengganggu kesehatan fisik maupun mental secara perlahan.
Rasa gelisah tanpa sebab sering kali membuat seseorang bingung karena tidak selalu ada pemicu yang jelas. Walaupun terlihat sepele, kondisi ini dapat berhubungan dengan stres, kelelahan, atau bahkan menjadi tanda awal gangguan kecemasan.

Sebagian orang juga cenderung menyalahkan diri sendiri atau menganggap perasaan ini sebagai kelemahan, padahal gelisah tanpa sebab merupakan respons tubuh yang wajar saat menghadapi tekanan atau perubahan tertentu.
Untuk memahami dan mengelola gelisah tanpa sebab, penting mengetahui sumbernya, membedakan antara kecemasan normal dan masalah yang lebih serius, serta langkah yang bisa dilakukan untuk meredakannya.
Penyebab Gelisah Tanpa Sebab
Rasa gelisah tanpa sebab bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Berikut beberapa di antaranya:
1. Tekanan emosional
Masalah di tempat kerja, sekolah, atau keluarga dapat membuat seseorang merasa tertekan tanpa sadar. Tekanan yang menumpuk ini memengaruhi suasana hati dan membuat tubuh menjadi lebih gelisah, meski tidak ada peristiwa besar yang terlihat.
Stres yang terpendam dalam waktu lama juga dapat menurunkan daya tahan tubuh dan memengaruhi kualitas tidur.
2. Gangguan kecemasan (anxiety disorder)
Jika rasa gelisah datang terus-menerus, berat, dan sampai mengganggu kehidupan sehari-hari, bisa jadi ini merupakan tanda gangguan kecemasan. Gejalanya meliputi jantung berdebar, tangan gemetar, keringat dingin, sulit tidur, atau merasa takut tanpa alasan jelas.
Kondisi ini sebaiknya tidak diabaikan dan perlu ditangani oleh tenaga profesional, agar gelisah tanpa sebab tidak berkembang menjadi gangguan yang lebih berat.
3. Kurang tidur
Tidur yang tidak cukup, baik dari segi durasi maupun kualitas, dapat membuat tubuh dan otak tidak segar. Akibatnya, seseorang lebih mudah cemas dan emosinya menjadi tidak stabil.
Kurang tidur juga dapat menyebabkan sulit berkonsentrasi dan lebih sensitif terhadap hal-hal kecil, sehingga perasaan gelisah tanpa sebab sering muncul tanpa pemicu yang jelas.
4. Trauma yang belum terselesaikan
Trauma masa lalu yang tidak disadari atau belum pernah benar-benar dihadapi dapat menetap dalam pikiran bawah sadar. Jika tidak ditangani, trauma ini bisa muncul dalam bentuk gejala gelisah tanpa sebab, seperti sulit tenang, mudah cemas, atau sering merasa takut tanpa alasan jelas.
5. Konsumsi kafein berlebihan
Minum kopi, teh, atau minuman berenergi dalam jumlah berlebihan dapat meningkatkan detak jantung dan membuat tubuh terasa gelisah. Kafein bekerja sebagai stimulan sistem saraf yang meningkatkan kewaspadaan, tetapi juga dapat memicu rasa cemas atau panik pada sebagian orang.
Bila sering merasa gelisah tanpa sebab, cobalah perhatikan asupan kafein harian Anda.
6. Gejala putus kafein
Jika Anda terbiasa mengonsumsi minuman berkafein, seperti kopi atau teh, lalu tiba-tiba berhenti, tubuh bisa mengalami gejala putus kafein. Salah satu gejalanya adalah gelisah tanpa sebab, yang dapat disertai sakit kepala, mudah marah, dan gangguan konsentrasi.
7. Perubahan hormon
Pada wanita, fluktuasi hormon menjelang menstruasi, selama kehamilan, atau saat menopause bisa memengaruhi suasana hati dan memicu rasa gelisah. Laki-laki pun dapat mengalami hal serupa akibat perubahan hormon testosteron saat stres berat.
Biasanya kondisi ini bersifat sementara. Namun, jika sampai mengganggu aktivitas sehari-hari dan menimbulkan gelisah tanpa sebab yang berulang, konsultasikan ke dokter.
8. Gangguan tiroid
Masalah pada kelenjar tiroid, seperti hipertiroidisme atau hipotiroidisme, dapat menyebabkan perubahan suasana hati hingga munculnya gelisah tanpa sebab. Keluhan ini kadang disertai gejala lain, seperti berat badan berubah drastis atau detak jantung tidak teratur.
9. Perubahan neurotransmitter otak
Kadar neurotransmitter di otak, misalnya serotonin dan dopamin, berperan penting mengatur suasana hati dan rasa nyaman. Jika terjadi ketidakseimbangan, seseorang bisa mengalami gelisah tanpa sebab hingga gangguan kecemasan.
10. Efek samping obat tertentu
Beberapa obat, seperti obat asma (bronchodilator), dekongestan, atau suplemen tertentu, dapat menyebabkan efek samping berupa rasa gelisah dan cemas. Jangan menghentikan penggunaan obat tanpa arahan dokter. Jika Anda merasa gelisah tanpa sebab setelah mengonsumsi obat tertentu, konsultasikan dengan dokter atau apoteker.
Cara Mengatasi Gelisah Tanpa Sebab
Ada beberapa cara sederhana untuk membantu meredakan gelisah tanpa sebab, di antaranya:
1. Latihan pernapasan dan relaksasi
Tarik napas dalam-dalam melalui hidung, tahan beberapa detik, lalu embuskan perlahan lewat mulut. Ulangi beberapa kali hingga tubuh terasa lebih tenang. Teknik ini membantu mengurangi reaksi stres dan menenangkan pikiran. Anda juga bisa mencoba meditasi ringan melalui panduan audio atau aplikasi relaksasi.
2. Olahraga ringan secara teratur
Aktivitas fisik seperti jalan kaki, yoga, atau bersepeda selama 20–30 menit dapat membantu tubuh melepaskan endorfin yang memperbaiki suasana hati dan menurunkan tingkat kecemasan. Tidak perlu olahraga berat, yang penting dilakukan secara rutin dan menyenangkan untuk mencegah gelisah tanpa sebab datang kembali.
3. Batasi konsumsi kafein dan gula berlebih
Kafein dan gula dapat memicu peningkatan energi sementara yang diikuti dengan rasa lelah dan gelisah. Kurangi secara bertahap konsumsi kopi, teh, minuman berenergi, serta makanan tinggi gula. Gantilah dengan air putih atau minuman herbal yang menenangkan, seperti teh chamomile atau air jahe hangat.
4. Tidur cukup dan teratur
Tidur 7–9 jam setiap malam membantu tubuh pulih dan menjaga keseimbangan emosi. Hindari penggunaan gadget satu jam sebelum tidur, agar kualitas tidur lebih baik. Jika sulit tidur, ciptakan suasana kamar yang tenang, gelap, dan sejuk, karena tidur cukup berperan penting untuk mengurangi gelisah tanpa sebab.
5. Luangkan waktu untuk diri sendiri
Lakukan aktivitas yang Anda sukai seperti membaca, menulis, mendengarkan musik, atau sekadar beristirahat tanpa gangguan. Memberi waktu untuk diri sendiri dapat membantu menenangkan pikiran dan mengurangi tekanan mental.
6. Bercerita pada orang tepercaya
Membicarakan perasaan dengan teman, pasangan, atau keluarga dapat membantu meringankan beban emosional. Dukungan sosial terbukti menurunkan tingkat kecemasan dan meningkatkan rasa tenang, sehingga perasaan gelisah tanpa sebab bisa berangsur mereda.
Jika langkah-langkah di atas belum membantu atau gelisah semakin parah, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional ya.
Gelisah tanpa sebab umumnya bisa membaik setelah seseorang mengenali pola dan pemicunya, serta menerapkan gaya hidup sehat. Namun, jika rasa gelisah berlangsung lama, semakin berat, atau disertai keluhan lain seperti sulit tidur, detak jantung cepat, dan sulit berkonsentrasi, Anda perlu waspada.
Gelisah tanpa sebab yang berkepanjangan dapat menjadi tanda gangguan kecemasan atau kondisi medis lainnya.
Konsultasikan dengan dokter atau psikolog agar mendapatkan penanganan yang tepat. Anda dapat memulai konsultasi dengan dokter melalui aplikasi ALODOKTER untuk mendapatkan saran awal, dan bila diperlukan, membuat janji konsultasi tatap muka agar penanganan lebih cepat dan sesuai kebutuhan.
Rasa gelisah tanpa sebab bisa dialami siapa saja dan bukan tanda kelemahan. Dengan mengenali pemicunya serta menerapkan langkah-langkah sederhana di atas, Anda dapat membantu menenangkan diri. Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Jadi, rawatlah keduanya dengan penuh perhatian.