Gigitan serangga adalah kondisi akibat digigit atau disengat serangga. Gigitan serangga biasanya menimbulkan benjolan kecil kemerahan disertai gatal atau sakit yang dapat berlangsung beberapa jam atau beberapa hari.

Gigitan serangga umumnya tidak membahayakan dan dapat ditangani secara mandiri di rumah. Namun, pada beberapa kasus, gigitan serangga dapat menyebabkan infeksi atau reaksi alergi serius yang berakibat fatal. Kondisi tersebut membutuhkan tindakan medis yang cepat.

gigitan serangga - alodokter

Penyebab Gigitan Serangga

Serangga adalah salah satu jenis hewan yang diketahui sering menggigit manusia. Beberapa di antaranya hanya akan menyengat bila merasa terancam, sedangkan sebagian lain sengaja menggigit untuk memakan darah manusia. Gigitan dari kedua tipe serangga tersebut dapat menimbulkan kondisi ringan hingga berat.

Beberapa jenis serangga yang menggigit manusia untuk memakan darah dan pada saat yang sama menyebarkan penyakit adalah:

Kutu

Ada beberapa jenis kutu yang dapat menjadi perantara penyebaran penyakit, yaitu:

  • Bubonic plague (penyakit pes pada sistem limfatik), dengan masa inkubasi (waktu antara seseorang digigit serangga hingga muncul gejala) 2–8 hari
  • Penyakit Lyme, yang masa inkubasinya adalah 3–30 hari

Lalat

Beberapa jenis lalat dapat menggigit dan menyebarkan penyakit. Sejumlah penyakit yang dapat ditularkan melalui lalat, yaitu:

  • Leishmaniasis (penyakit parasit yang disebarkan oleh lalat phletobomine), yang masa inkubasinya sangat bervariasi, tetapi umumnya 2–6 bulan
  • Penyakit tidur yang disebabkan lalat tsetse, yang masa inkubasinya adalah 1–3 minggu

Nyamuk

Meski umumnya hanya menimbulkan gatal, gigitan nyamuk jenis tertentu dapat menyebarkan penyakit serius, seperti:

  • Malaria, yang masa inkubasinya bervariasi, tetapi umumnya 7–30 hari
  • Infeksi virus Zika, yang masa inkubasinya adalah 3–14 hari
  • Demam berdarah, yang masa inkubasinya adalah 4–10 hari

Selain beberapa jenis serangga di atas, ada pula jenis serangga yang walaupun tidak menyebarkan penyakit, tetapi sengatannya dapat menyebabkan reaksi alergi serius, seperti:

Semut api

Semut api adalah jenis semut yang agresif, terutama bila mereka merasa sarangnya terganggu. Semut ini dapat menyengat beberapa kali dan memasukkan racun yang disebut solenopsin.

Lebah

Ketika menyengat, lebah bisa meninggalkan sengat yang mengandung racun di kulit. Bila sengat tersebut tidak segera dicabut, akan makin banyak racun yang masuk ke tubuh dan memicu reaksi alergi parah.

Tawon

Sama seperti lebah, sengatan tawon juga mengandung racun. Bedanya, lebah umumnya hanya menyengat sekali, sedangkan tawon dapat menyengat beberapa kali dalam satu serangan.

Faktor risiko gigitan serangga

Siapa pun dapat terkena gigitan atau sengatan serangga. Akan tetapi, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena gigitan atau sengatan hewan ini, yaitu:

  • Tinggal di dekat lahan atau pekarangan yang basah
  • Bekerja atau hidup bersama hewan
  • Banyak menghabiskan waktu di luar ruangan
  • Tinggal di daerah yang beriklim panas
  • Tidak memberikan obat kutu untuk hewan peliharaan
  • Memelihara serangga, seperti lebah atau tawon, sebagai hobi

Gejala Gigitan Serangga

Gigitan atau sengatan serangga umumnya hanya menimbulkan gejala ringan pada area yang digigit, seperti:

  • Pembengkakan
  • Gatal-gatal
  • Ruam dan kemerahan
  • Rasa panas, kaku, atau kesemutan
  • Nyeri

Pada beberapa kasus, gigitan atau sengatan serangga dapat menimbulkan reaksi anafilaksis, yaitu reaksi parah yang harus mendapatkan penanganan medis. Gejala yang timbul akibat reaksi anafilaksis dapat memengaruhi seluruh tubuh, antara lain:

  • Demam
  • Mual dan muntah
  • Pusing
  • Pingsan
  • Kejang otot
  • Jantung berdebar
  • Pembengkakan di wajah, bibir, atau tenggorokan
  • Sulit menelan dan bicara
  • Linglung
  • Nyeri dada
  • Sesak napas

Kapan harus ke dokter

Segera lakukan pemeriksaan ke dokter jika Anda mengalami gejala yang tidak kunjung membaik atau malah memburuk setelah digigit atau disengat serangga. Anda juga perlu memeriksakan diri ke dokter jika mengalami beberapa kondisi di bawah ini:

  • Digigit atau disengat di area mulut, tenggorokan, atau dekat mata
  • Gigitan atau sengatan sampai menyebabkan pembengkakan dan kulit kemerahan
  • Muncul tanda-tanda infeksi pada luka, seperti nanah, rasa sakit yang makin parah, pembengkakan, dan kulit kemerahan
  • Infeksi makin meluas, yang dapat ditandai dengan peningkatan suhu tubuh, pembengkakan kelenjar getah bening, serta gejala lain yang serupa dengan gejala flu

Segera ke IGD atau hubungi layanan ambulans jika seseorang di sekitar Anda mengalami reaksi anafilaksis seperti yang telah disebutkan di atas. Kondisi ini membutuhkan penanganan yang cepat karena dapat membahayakan nyawa.

Diagnosis Gigitan Serangga

Untuk mendiagnosis gigitan serangga, dokter akan terlebih dahulu bertanya pada pasien terkait gejala yang dialami dan jenis serangga yang menggigit. Setelah itu, dokter akan memeriksa kulit yang digigit serangga dan area di sekitarnya.

Jika jenis serangga yang menggigit pasien dapat menyebarkan penyakit, dokter akan melakukan tes darah untuk mendeteksi penyakit yang dibawa oleh serangga tersebut.

Pengobatan Gigitan Serangga

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, gigitan serangga sering kali hanya menimbulkan gejala ringan, seperti gatal, panas dan bengkak kecil di kulit. Untuk mengatasinya, lakukan cara mandiri berikut ini:

  • Membasuh area yang digigit atau disengat dengan air dan sabun
  • Mencabut sengat secara hati-hati bila ada sengat lebah atau tawon yang tertinggal di kulit
  • Mengompres dingin area yang digigit dengan es yang dibalut handuk atau kain yang direndam di air dingin, untuk mengurangi nyeri dan bengkak
  • Mengoleskan salep hidrokortison, kalamin, atau baking soda, pada area yang digigit beberapa kali sehari hingga gejala menghilang

Pada umumnya, gejala ringan akibat gigitan serangga akan menghilang dalam 1–2 hari.

Bila Anda melihat seseorang yang mengalami reaksi parah setelah digigit serangga, lakukan beberapa langkah di bawah ini sambil menunggu datangnya pertolongan medis:

  • Melonggarkan pakaian korban
  • Tidak memberi minum apa pun pada korban
  • Memposisikan korban berbaring miring ke kiri agar tidak tersedak, bila ia muntah
  • Melakukan CPR (pernapasan buatan) bila korban tidak bernapas

Komplikasi Gigitan Serangga

Meski jarang terjadi, gigitan serangga yang tidak ditangani dengan tepat dapat menimbulkan komplikasi, seperti:

Komplikasi akibat gigitan

Gigitan serangga dapat menimbulkan infeksi bakteri sekunder jika penderita menggaruk area yang terkena gigitan. Beberapa infeksi sekunder tersebut adalah:

  • Impetigo, yaitu infeksi kulit menular yang menyebabkan luka lecet
  • Selulitis, yaitu infeksi yang menyebabkan kulit kemerahan, bengkak, dan nyeri
  • Folikulitis, yaitu peradangan pada satu atau lebih folikel rambut
  • Limfangitis, yaitu infeksi yang menyebabkan adanya garis-garis merah di ketiak atau selangkangan

Komplikasi akibat penyakit yang ditularkan

Sedangkan komplikasi yang dapat terjadi akibat penyakit yang ditularkan dari gigitan serangga antara lain:

  • Radang sendi kronis, ruam kulit yang meluas, gangguan dalam mengingat, dan gangguan saraf akibat penyakit Lyme
  • Anemia, kerusakan otak, syok, dan kejang akibat malaria
  • Perdarahan berat dan kerusakan organ akibat demam berdarah
  • Kerusakan otak, kerusakan mata, dan gangguan pada sendi akibat virus Zika
  • Peradangan pada jantung akibat penyakit Chagas yang disebabkan oleh gigitan serangga Triatomine

Komplikasi akibat reaksi anafilaksis

Jika tidak segera diatasi, reaksi anafilaksis akibat gigitan serangga dapat menimbulkan komplikasi, seperti:

  • Henti jantung atau henti napas
  • Kerusakan otak
  • Gagal ginjal
  • Syok kardiogenik
  • Gangguan irama jantung (aritmia)
  • Serangan jantung

Pencegahan Gigitan Serangga

Berikut ini adalah beberapa langkah yang dapat mencegah terjadinya gigitan serangga:

  • Jaga ruangan dan mebel di dalam rumah agar tetap bersih.
  • Pasang kawat anti nyamuk di ventilasi dan jaga sirkulasi udara di dalam rumah.
  • Jauhi sarang serangga yang berbahaya, seperti lebah atau tawon.
  • Jangan mencoba menyingkirkan sarang lebah atau tawon sendiri dan mintalah pembasmi serangga profesional untuk menyingkirkan sarang tersebut.
  • Hindari aktivitas di luar rumah pada waktu matahari terbit dan terbenam karena beberapa nyamuk aktif di waktu tersebut.
  • Tetap tenang bila didekati lebah atau tawon, karena mencoba memukulnya akan memancingnya untuk menyengat.
  • Segera lari ke ruangan tertutup jika Anda diserang lebah secara berkelompok.
  • Kenakan pakaian yang bisa melindungi seluruh tubuh, seperti celana panjang dan baju lengan panjang, bila di luar ruangan atau alam bebas.
  • Gunakan losion anti nyamuk dengan kandungan aktif DEET, picaridin, IR3535, atau minyak lemon ekaliptus, bila keluar rumah.
  • Pilih pakaian yang bersih dan berwarna cerah, tetapi jangan gunakan parfum atau pewangi pakaian.

Lakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan melakukan pengasapan insektisida (fogging) yang diikuti tindakan 3M, seperti menutup rapat tempat penampungan air dan mengurasnya secara rutin, serta mengubur barang bekas yang dapat menampung air.