Glutathione adalah antioksidan alami yang bermanfaat untuk melawan radikal bebas, memperlambat proses penuaan dini, dan menjaga daya tahan tubuh. Suplemen glutathione tersedia dalam bentuk kapsul, kaplet, tablet, dan serbuk yang bisa diperoleh tanpa resep dokter.

Glutathione terbentuk dari tiga jenis asam amino, yaitu L-cysteine, glycine, dan L-glutamine. Antioksidan ini diproduksi secara alami oleh tubuh, tetapi juga bisa diperoleh dari suplemen atau makanan, seperti daging sapi, ikan, ayam, brokoli, kembang kol, alpukat, dan sejumlah sayuran hijau.

Glutathione

Penggunaan glutathione sebagai suplemen banyak dipilih karena dipercaya memiliki berbagai manfaat, seperti mendukung kesehatan tubuh, meningkatkan kesuburan pria, membantu perawatan kulit, menjaga kesehatan jantung, dan mendukung fungsi saraf.

Suplemen glutathione juga kerap digunakan sebagai terapi tambahan pada beberapa kondisi medis, seperti psoriasis, diabetes, perlemakan hati, gangguan sirkulasi darah, penyakit autoimun, dan penyakit Parkinson.

Pada pasien kanker, suplemen glutathione diberikan untuk mengurangi efek samping kemoterapi. Meski begitu, efektivitas suplemen glutathione pada kondisi-kondisi tersebut masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Merek dagang suplemen glutathione: Acethion, Beaut capsule, Bioxanthin, Evathion, Everwhite Hicolla, Glutasix, Gluterol, Glutanol Glow, Lavees Glutazinc, Nature Health Glutathione Complex, Raminiscene Gluta Capsule, Tenasol, Trivita, Wellness Antiox Formula

Apa Itu Glutathione

Golongan Obat bebas
Kategori Suplemen antioksidan
Manfaat Menjaga kesehatan tubuh dan dan sebagai terapi tambahan dalam penanganan kondisi medis tertentu
Digunakan oleh Dewasa
Glutathione untuk ibu hamil Kategori C: Belum ada cukup bukti dari studi pada binatang percobaan maupun manusia yang menjelaskan keamanan obat terhadap ibu hamil maupun janin.
Suplemen ini sebaiknya tidak digunakan selama masa kehamilan, kecuali atas anjuran dokter.
Glutathione untuk ibu menyusui Belum tersedia cukup bukti ilmiah yang memastikan keamanan penggunaan suplemen glutathione pada ibu menyusui. Oleh karena itu, ibu menyusui sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan suplemen glutathione.
Bentuk obat Kapsul, kaplet, tablet, dan serbuk

Peringatan sebelum Menggunakan Glutathione

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mengonsumsi suplemen glutathione, yaitu:

  • Jangan mengonsumsi suplemen glutathione jika Anda alergi terhadap bahan ini.
  • Berkonsultasilah ke dokter jika Anda ingin menggunakan suplemen glutathione untuk mengatasi masalah kesehatan tertentu.
  • Konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan suplemen glutathione jika Anda sedang menderita penyakit liver, kanker, infeksi HIV, atau penyakit kronis tertentu.
  • Bicarakan terlebih dahulu dengan dokter mengenai penggunaan suplemen glutathione jika Anda sedang menjalani terapi dengan suplemen lain, produk herbal, atau obat-obatan tertentu. Tujuannya adalah untuk menghindari interaksi obat yang tidak diinginkan.
  • Pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan suplemen glutathione saat hamil, berencana hamil, atau menyusui.
  • Segera ke dokter jika terjadi reaksi alergi setelah mengonsumsi suplemen glutathione.

Dosis dan Aturan Pakai Glutathione

Dosis umum glutathione berkisar antara 50–600 mg per hari, dengan dosis harian yang sering direkomendasikan sekitar 250 mg. Namun, dosis dan lama penggunaannya untuk kondisi tertentu harus ditentukan oleh dokter sesuai kebutuhan masing-masing individu.

Cara Menggunakan Glutathione dengan Benar

Gunakan suplemen glutathione sesuai petunjuk yang tertera pada kemasan atau ikuti anjuran dokter. Bila perlu, konsultasikan kepada dokter sebelum menggunakan suplemen ini.

Berikut panduan penggunaan suplemen glutathione yang bisa Anda ikuti:

  • Telan kapsul, tablet, atau kaplet glutathione dengan air putih secukupnya.
  • Jika Anda mengonsumsi suplemen glutathione dalam bentuk serbuk, larutkan ke dalam air sebelum diminum.
  • Simpan suplemen glutathione dalam wadah tertutup pada suhu ruangan. Jangan menyimpannya di tempat yang panas atau lembap, serta jauhkan dari jangkauan anak-anak.
  • Jangan konsumsi suplemen glutathione yang telah melewati tanggal kedaluwarsa.

Interaksi Glutathione dengan Obat Lain

Belum banyak data klinis mengenai interaksi glutathione dengan obat lain. Namun, tidak tertutup kemungkinan bahwa suplemen glutathione dapat berinteraksi dengan obat atau zat aktif tertentu.

Agar aman, mintalah saran dokter jika hendak menggunakan suplemen glutathione bersama suplemen lain, obat, atau produk herbal tertentu.

Efek Samping dan Bahaya Glutathione

Suplemen glutathione umumnya aman dan jarang menyebabkan efek samping jika dikonsumsi sesuai dosis atau petunjuk dokter. Namun, pada sebagian orang, bisa timbul efek samping ringan berupa kram perut atau perut kembung.

Perlu diketahui bahwa penggunaan suplemen glutathione dalam waktu yang lama dapat menyebabkan kekurangan zinc. Kondisi ini dapat ditandai dengan kulit yang kering dan pecah-pecah, rambut rontok, dan perubahan pada kuku.

Bila efek samping yang muncul tidak membaik atau makin mengganggu, berkonsultasilah melalui layanan Chat Bersama Dokter. Dokter akan membantu mengevaluasi kondisi Anda dan memberikan saran penanganan yang sesuai. Jika Anda perlu periksa langsung ke dokter, gunakan layanan Booking Dokter di aplikasi ALODOKTER untuk menemukan dokter yang sesuai dan atur jadwal dengan cepat dan mudah.

Sgera ke IGD rumah sakit terdekat jika Anda mengalami reaksi alergi setelah mengonsumsi suplemen glutathione. Gejala alergi dapat berupa gatal-gatal, bengkak di kelopak mata atau bibir, mengi, atau sesak napas.