Hal-hal Seputar Pembersihan Telinga yang Perlu Anda Tahu

Pembersihan telinga adalah prosedur yang dilakukan untuk membersihkan kotoran yang menumpuk di dalam saluran telinga dan mengakibatkan gangguan pendengaran. Selain kotoran telinga, benda asing, seperti kapas atau serangga, juga dapat menghambat saluran telinga, sehingga memerlukan pembersihan telinga.

Hal-hal Seputar Pembersihan Telinga yang Perlu Anda Tahu - alodokter

Pada kondisi normal, kotoran telinga yang berbentuk seperti cairan kental berfungsi sebagai bagian dari perlindungan saluran telinga dari masuknya benda asing. Namun, kotoran tersebut juga dapat menumpuk dan mengeras sehingga mengganggu pendengaran.

Pembersihan telinga dapat dilakukan oleh dokter, atau dilakukan sendiri di rumah. Akan tetapi, untuk memperkecil risiko timbulnya efek samping akibat pembersihan telinga, sebaiknya pembersihan telinga dilakukan oleh dokter.

Indikasi Pembersihan Telinga

Pembersihan telinga dapat diminta oleh pasien jika merasa perlu. Namun, pembersihan telinga akan dianjurkan oleh dokter, apabila kotoran telinga mengakibatkan kondisi, seperti:

  • Otitis eksterna.
  • Sulitnya dokter memeriksa bagian telinga, seperti gendang telinga.
  • Menyumbat liang telinga.
  • Menimbulkan keluhan berupa gangguan pendengaran, telinga bedenging, serta rasa nyeri, tidak nyaman, atau gatal pada telinga.

Pembersihan telinga juga akan dilakukan untuk membuang benda asing yang masuk ke dalam telinga.

Peringatan Pembersihan Telinga

Beberapa kondisi yang menyebabkan seseorang perlu berhati-hati sebelum menjalani pembersihan telinga, antara lain:

  • Memiliki riwayat kerusakan gendang telinga.
  • Mengalami nyeri pada saat menjalani pembersihan telinga sebelumnya.
  • Terdapat cairan yang keluar dari dalam telinga.
  • Pernah menjalani prosedur bedah pada bagian telinga tengah.

Khusus untuk anak-anak yang akan menjalani pembersihan telinga, orang tua harus sebisa mungkin meminta anak mengikuti arahan dokter, agar tidak timbul komplikasi. Jika anak atau pasien sulit mengikuti arahan dokter pada saat pembersihan telinga, sebaiknya prosedur ini tidak dilakukan. Pembersihan telinga juga harus dilakukan secara hati-hati pada pasien yang pernah menjalani mastoidektomi atau operasi pada tulang di sekitar telinga.

Persiapan Pembersihan Telinga

Pembersihan telinga dapat dilakukan oleh dokter, dan umumnya oleh dokter THT. Dokter akan memeriksa apakah pasien mengalami nyeri pada telinga dan gangguan pendengaran, serta memeriksa adanya cairan yang keluar dari dalam telinga. Dokter juga akan menanyakan apakah gejala terjadi terus-menerus atau sesekali saja. Setelah pemeriksaan tersebut selesai, dokter kemudian akan memeriksa kondisi saluran telinga secara visual dengan bantuan alat yang dinamakan otoskop, lalu menentukan apakah pembersihan telinga perlu dilakukan.

Prosedur Pembersihan Telinga

Pasien terlebih dahulu akan diposisikan duduk atau setengah berbaring. Salah satu teknik pembersihan telinga yang umum dilakukan adalah secara mekanis. Melalui teknik ini, korekan khusus berbentuk seperti sendok yang terbuat dari logam akan digunakan untuk mengeluarkan kotoran dan benda asing dari telinga. Dokter pertama kali akan memasukkan korekan berukuran kecil, dan mengeluarkan kotoran dengan cara dikait. Jika kotoran yang akan dikeluarkan cukup keras dan menumpuk, dokter akan menggunakan korekan yang berukuran lebih besar dan kuat.

Selama prosedur pembersihan telinga secara mekanis ini, sesekali dokter akan memeriksa kondisi lubang telinga secara visual untuk melihat kotoran yang masih ada. Jika kotoran atau benda asing yang akan dikeluarkan sangat keras, dan menyebabkan pasien kesakitan atau tidak nyaman pada saat pembersihan, dokter dapat menunda pembersihan telinga untuk dilakukan sekitar 2 minggu lagi. Selama masa penundaan ini, dokter dapat memberikan obat tetes telinga kepada pasien untuk digunakan sehari-hari guna membantu melunakkan kotoran telinga yang menumpuk.

Teknik pembersihan telinga lainnya adalah dengan metode irigasi. Setelah pasien diposisikan dengan baik, dokter akan memasukkan cairan khusus ke dalam telinga dengan menggunakan tabung suntikan. Cairan ini akan dibiarkan di dalam telinga selama beberapa menit. Jika seluruh kotoran dirasa sudah terlepas dari lubang telinga, dokter kemudian akan melakukan pembilasan dengan air atau larutan garam untuk mengeluarkan kotoran tersebut dari dalam telinga. Untuk memastikan bahwa tidak ada lagi kotoran dan gendang telinga tidak mengalami kerusakan, dokter akan memeriksa kembali kondisi telinga pasien secara visual dengan menggunakan otoskop. Sisa-sisa cairan yang merembes dari telinga kemudian akan dibersihkan dan dikeringkan menggunakan lap atau tisu.

Setelah Pembersihan Telinga dan Risiko yang Mungkin Terjadi

Pasien yang sudah menjalani pembersihan telinga dapat langsung pulang pada hari yang sama jika diperbolehkan oleh dokter. Pembersihan telinga merupakan prosedur medis yang aman untuk dijalani. Namun demikian, risiko efek samping tetap ada. Di antaranya adalah:

  • Nyeri dan tidak nyaman pada telinga.
  • Telinga berdenging.
  • Vertigo.
  • Luka pada bagian telinga akibat gesekan alat pengorek.

Efek samping tersebut biasanya hanya bersifat sementara dan akan hilang dengan sendirinya. Pada kasus yang jarang terjadi, pasien dapat mengalami gendang telinga pecah setelah menjalani prosedur pembersihan telinga.

Ditinjau oleh : dr. Tjin Willy

Referensi