Pada hamil 9 bulan, janin Anda memiliki ukuran seperti semangka kecil, paru-parunya pun telah berkembang secara sempurna. Bayi Anda sudah siap untuk dilahirkan pada usia kehamilan ini. Namun, hanya sekitar 5 persen bayi yang lahir tepat pada tanggal yang diperkirakan. Maka Anda sebaiknya tetap tenang jika bayi tidak kunjung lahir atau lahir lebih cepat dari tanggal perkiraan.

Pada masa hamil 9 bulan ini, perkembangan bayi telah sempurna. Anda perlu mempersiapkan diri dan bersiaga agar dapat segera ke rumah sakit untuk bersalin jika kontraksi terasa makin kuat dan teratur.

Hamil 9 Bulan: Bayi Anda Lahir ke Dunia - Alodokter

Bagaimana Pertumbuhan Janin?

Pada minggu ke-37, berat badan bayi Anda menjadi sekitar 2,8 kilogram dengan panjang 48 cm. Persalinan pada masa hamil 9 bulan ini dianggap telah cukup bulan karena perkembangan bayi telah sempurna.

Berikut adalah perkembangan Si Kecil di perut Anda, yaitu:

Hamil minggu 37

  • Jika ini adalah kehamilan pertama Anda, maka pada usia ini umumnya kepala bayi berada di rongga panggul dan disangga oleh tulang panggul. Namun jika ini adalah kehamilan kedua dan seterusnya, maka kemungkinan kepala bayi belum turun sampai tiba waktunya untuk melahirkan.
  • Kebanyakan kepala bayi pada usia ini sudah penuh dengan rambut sepanjang kurang lebih 2,5 cm. Namun ada juga yang tidak memiliki rambut sedikitpun.
  • Sebagian besar lanugo atau rambut halus yang menyelubungi bayi telah hilang, ditelan dan disimpan bayi dalam ususnya. Nantinya bahan ini akan dikeluarkan melalui kotoran pertamanya yang disebut mekonium.

Hamil minggu 38

  • Berat badan bayi akan terus bertambah untuk mengatur suhu tubuhnya setelah lahir nanti.
  • Seluruh organ tubuhnya telah sempurna dan berada di tempat yang seharusnya.

Hamil minggu 39

  • Bayi Anda dapat lahir kapan saja di minggu ini dengan perkiraan berat badan sekitar 3,3 kg dengan panjang badan sekitar 50 cm.
  • Lapisan vernix caseosa yang melindungi kulit bayi telah meluruh sehingga membuat cairan ketuban yang tadinya jernih menjadi keruh.
  • Lapisan kulit luarnya mengelupas, ketika membentuk kulit baru di lapisan bawahnya.
  • Paru-parunya menghasilkan lebih banyak surfaktan, yakni zat yang membuat kantung udara mungilnya terbuka dan siap untuk menarik napas pertama saat ia dilahirkan.

Hamil minggu 40

  • Pada minggu ini, sebagian besar janin telah lahir. Namun jika belum, tidak masalah selama tidak ada gangguan pada kandungan Anda.
  • Janin Anda telah menguasai semua kemampuan yang dia butuhkan untuk bertahan hidup di luar rahim ibu. Dia sering mengisap jempolnya, sama seperti nantinya dia akan mencari puting susu ibu untuk menyusu.

Apa Saja Perubahan yang Terjadi pada Tubuh Ibu?

Pada trimester terakhir ini, berat badan Anda mungkin hanya sedikit bertambah. Cairan ketuban akan makin berkurang sejak kehamilan minggu ke-37. Kontraksi palsu mungkin juga akan makin sering terasa. Tubuh akan mempersiapkan persalinan dengan leher rahim yang mulai merenggang dengan melepaskan lendir. Selama kehamilan, lendir ini menutupi jalan lahir untuk mencegah bakteri masuk. Keluarnya lendir ini menjadi pertanda bahwa persalinan akan terjadi dalam waktu dekat.

Minggu ke-37 adalah masa terakhir kelas senam kehamilan Anda dan minggu terakhir persiapan persalinan. Jangan lupa untuk menyiapkan segala keperluan persalinan. Saat pulang dari rumah sakit, pastikan rumah Anda telah siap untuk menyambut kehadiran bayi.

Apa Saja yang Perlu Diperiksakan?

Normalnya, dalam durasi dua jam, Anda akan merasakan minimal dua gerakan bayi. Jika Anda tidak merasakan gerakan tersebut dalam dua jam, tunggu hingga beberapa lama. Ketika masih tidak ada pergerakan yang terasa, segera periksakan diri ke dokter.

Pada umumnya, wanita akan melahirkan pada usia kehamilan di antara 38-42 minggu. Namun pada masa kehamilan 41 minggu, dokter biasanya akan memutuskan apakah perlu dilakukan tindakan lain atau masih menunggu.

Anggota tubuh yang membengkak adalah kondisi yang umum pada masa kehamilan. Namun jika Anda merasakan pembengkakan yang berlebihan pada tangan, wajah, atau kaki, Anda patut waspada dan memeriksakan diri ke dokter. Ini dapat menjadi pertanda kondisi pregnancy induced hypertension (PIH) atau preeklampsia.

Selain itu, kondisi lain yang patut diwaspadai adalah diabetes gestasional, anemia, dan intrauterine growth restriction (IUGR) atau pertumbuhan janin yang terhambat. Semua ini dapat dipantau keberadaannya dengan memeriksakan diri ke dokter kandungan secara teratur selama hamil.

Apa Saja yang Perlu Diperhatikan?

Pada usia kehamilan 39 minggu, Anda mungkin akan merasa resah menantikan bayi yang akan segera lahir. Anda dan pasangan juga barangkali telah mendengar banyak nasihat dan persiapan persalinan.  Hal yang diperlukan adalah tetap tenang dan berpikir positif. Komunikasikan semua hal pada sahabat, pasangan, dan juga keluarga.

Sebelum menjalani proses persalinan, ada baiknya Anda mengenali tiga tahapannya.

  • Tahap pertama: dimulai ketika leher rahim telah terbuka hingga seukuran 10 cm dengan tanda kontraksi tiap 5 menit sekali. Pada tahap ini sebaiknya Anda segera menuju ke rumah sakit.
  • Tahap kedua: leher rahim telah terbuka 10 cm hingga bayi Anda lahir.
  • Tahap ketiga: keluarnya plasenta dari jalan lahir. Tahap ini bisa memakan waktu 5 hingga 30 menit.

Dalam proses persalinan, saat Anda mengejan, kepala bayi akan terlihat pada jalan lahir, disebut crowning. Pada saat ini, Anda akan merasakan nyeri dan sensasi seperti tersengat di area vagina, karena lubang vagina yang merenggang dan terbuka lebar. Pada posisi ini, berhentilah mengejan! Terus mengejan dapat membuat lubang vagina robek sehingga membutuhkan episiotomi.

Rasa nyeri ini hanya akan berlangsung selama beberapa detik yang kemudian akan diikuti rasa kebas. Hal ini disebabkan peregangan lapisan vagina membuat saraf menjadi terhambat dan menjadi pereda nyeri alami.

Meski semua sudah diantisipasi, Anda tetap perlu bersiap untuk beberapa kondisi yang dapat saja terjadi saat persalinan, antara lain:

  • Induksi: tindakan yang dilakukan agar proses persalinan dimulai. Biasanya induksi diberikan pada kondisi tertentu, seperti bayi yang memiliki gangguan kesehatan atau jika ketuban telah pecah lebih dulu.
  • Persalinan dengan pantat bayi di bawah (breech birth): persalinan dengan tingkat kesulitan tinggi di mana pantat bayi keluar lebih dulu.
  • Operasi Caesar: operasi untuk mengeluarkan bayi Anda dengan sayatan pada bagian bawah perut.

Begitu banyak pertanyaan yang ingin diajukan pada masa hamil 9 bulan ini, salah satunya adalah, “Kapan saya harus pergi ke rumah sakit bersalin?” Ini adalah pertanyaan yang paling umum terlintas di benak ibu yang sudah hamil tua, terutama jika ini adalah kehamilan pertama. Berikut ini beberapa hal yang dapat menjadi patokan bagi ibu.

  • Bila ketuban sudah pecah, Anda harus segera berangkat ke rumah sakit.
  • Jika ini adalah kehamilan pertama dan Anda telah mengalami kontraksi, tapi belum terlalu kuat dan ketuban belum pecah, Anda mungkin dapat menunggu.
  • Segera ke rumah sakit jika kontraksi terasa kuat, berlangsung terus menerus selama 45 detik hingga 1 menit, dan terjadi setidaknya lima menit sekali.

Jika rumah Anda berlokasi agak jauh dari rumah sakit, maka sebaiknya Anda sudah berangkat ketika kontraksi mulai terasa. Begitu juga jika janin yang dikandung adalah anak kedua yang umumnya prosesnya lebih cepat daripada anak pertama. Jika persalinan dilakukan di rumah, segera hubungi dokter atau bidan yang akan membantu proses persalinan jika kontraksi telah terasa kuat.

Umumnya, bayi akan lahir pada usia kehamilan sekitar 40 minggu. Jika pada usia 41 minggu bayi belum juga lahir, maka dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan dan stimulasi leher rahim untuk memproduksi hormon yang dapat memicu persalinan normal. Jika bayi tidak kunjung lahir pada usia kehamilan 42 minggu, dokter akan menyarankan induksi atau langkah operasi Caesar karena risiko bayi meninggal di dalam kandungan telah meningkat.

Hamil 9 bulan adalah waktu di mana Anda dan pasangan harus siaga akan kelahiran buah hati. Bagaimanapun proses kehamilan Anda dan apa pun jalan yang ditempuh bayi untuk lahir ke dunia, satu hal yang terpenting adalah kesehatan dan keselamatan ibu dan bayi serta perjalanan setelahnya dalam mengasuh dan membesarkan Si Kecil.