HBeAg adalah protein yang dihasilkan oleh virus hepatitis B (HBV) dan menjadi penanda bahwa virus sedang aktif berkembang biak di dalam tubuh. Pemeriksaan HBeAg penting dilakukan karena hasilnya dapat membantu menentukan tingkat penularan dan perkembangan infeksi hepatitis B.
Pemeriksaan hepatitis B melibatkan berbagai penanda untuk membantu memahami kondisi infeksi secara menyeluruh. Salah satu penanda yang sering ditemukan dalam hasil pemeriksaan adalah HBeAg.

Masih banyak orang yang bingung membedakan HBeAg dengan HBsAg, padahal keduanya memberikan informasi yang berbeda mengenai aktivitas infeksi dan risiko penularan hepatitis B. Dengan memahami peran HBeAg, Anda dapat membaca hasil pemeriksaan dengan lebih baik dan tidak salah menafsirkan kondisi yang sedang dialami.
Fungsi HBeAg
HBeAg berperan sebagai penanda penting dalam infeksi hepatitis B, terutama untuk menggambarkan tingkat aktivitas virus di dalam tubuh. Keberadaan HBeAg dalam pemeriksaan darah memberikan sejumlah informasi klinis yang bermanfaat, antara lain:
1. Menunjukkan aktivitas virus hepatitis B
HBeAg yang terdeteksi dalam darah menandakan bahwa virus hepatitis B sedang berada dalam fase aktif. Pada kondisi ini, virus terus memperbanyak diri di dalam sel hati, sehingga jumlah virus dalam tubuh cenderung lebih tinggi. Hal ini dapat memengaruhi perkembangan penyakit dan kerusakan hati bila tidak dipantau dengan baik.
2. Mengindikasikan risiko penularan yang lebih tinggi
HBeAg positif berkaitan dengan tingginya kemampuan virus untuk menular ke orang lain. Penularan dapat terjadi melalui darah, cairan tubuh, maupun dari ibu ke bayi saat persalinan. Oleh karena itu, hasil HBeAg positif menandakan perlunya kewaspadaan ekstra untuk mencegah penularan.
3. Membantu menentukan langkah pengobatan
Informasi mengenai status HBeAg membantu dokter dalam menentukan pendekatan pengobatan yang paling sesuai. Selain itu, perubahan status HBeAg selama pemantauan juga dapat digunakan untuk menilai respons terapi dan memprediksi perbaikan fungsi hati pasien.
Pemeriksaan HBeAg
Pemeriksaan HBeAg dilakukan sebagai bagian dari tes darah untuk hepatitis B. Tes ini bersamaan dengan penanda lain, seperti HBsAg, anti-HBe, atau HBV DNA. Sampel darah kemudian diperiksa di laboratorium untuk mendeteksi keberadaan HBeAg.
Umumnya, tidak diperlukan persiapan khusus sebelum menjalani pemeriksaan HBeAg. Pasien tetap dapat makan dan minum seperti biasa, kecuali dokter memberikan instruksi lain. Namun, penting untuk memberi tahu dokter mengenai obat-obatan atau suplemen yang sedang dikonsumsi.
Prosedur pemeriksaan HBeAg meliputi beberapa langkah berikut:
- Petugas medis akan membersihkan area kulit, biasanya di lipatan siku, sebelum pengambilan darah.
- Jarum steril kemudian digunakan untuk mengambil sampel darah dari pembuluh darah di lengan.
- Sampel darah yang diambil akan dimasukkan ke dalam tabung khusus untuk diperiksa di laboratorium.
- Setelah pengambilan darah selesai, jarum dilepas dan area bekas suntikan ditekan atau ditutup dengan plester untuk mencegah perdarahan.
Setelah pengambilan darah, pasien dapat langsung beraktivitas seperti biasa. Hasil pemeriksaan biasanya tersedia dalam beberapa hari, tergantung kebijakan laboratorium. Dokter akan menjelaskan arti hasil HBeAg, baik positif maupun negatif, serta langkah selanjutnya yang perlu dilakukan bila diperlukan.
Interpretasi Hasil HBeAg
Berikut interpretasi hasil pemeriksaan HBeAg:
Hasil HBeAg Positif
HBeAg positif menandakan bahwa virus hepatitis B sedang aktif berkembang biak di dalam tubuh. Kondisi ini biasanya disertai jumlah virus yang tinggi sehingga risiko penularan kepada orang lain, baik melalui darah maupun cairan tubuh, menjadi lebih besar.
HBeAg positif dapat ditemukan pada hepatitis B fase akut maupun kronis yang masih aktif. Pada kondisi ini, virus terus memperbanyak diri di dalam sel hati dan berpotensi menyebabkan peradangan serta kerusakan hati bila tidak ditangani dengan tepat.
Pada ibu hamil yang HBsAg positif, pemeriksaan HBeAg penting dilakukan untuk menilai risiko penularan hepatitis B ke bayi. Jika HBeAg positif, risiko penularan ke bayi, terutama saat persalinan, menjadi lebih tinggi sehingga dokter dapat menentukan langkah pencegahan yang tepat.
Hasil HBeAg Negatif
Sebaliknya, HBeAg negatif umumnya menunjukkan bahwa aktivitas virus hepatitis B telah menurun atau berada dalam fase yang lebih tidak aktif. Risiko penularan pada kondisi ini cenderung lebih rendah dibandingkan HBeAg positif.
Meski demikian, HBeAg negatif tidak selalu berarti infeksi sepenuhnya aman. Pada beberapa kasus hepatitis B kronis, virus tetap dapat berkembang dan menyebabkan kerusakan hati meskipun HBeAg tidak terdeteksi, sehingga tetap diperlukan pemantauan lanjutan.
Pemeriksaan HBeAg umumnya juga dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan fungsi hati, seperti SGPT (ALT), SGOT (AST), dan gamma-GT. Pemeriksaan ini bertujuan untuk menilai apakah infeksi hepatitis B sudah menimbulkan peradangan atau gangguan pada fungsi hati.
Jika hasil HBeAg menunjukkan positif dan disertai peningkatan kadar SGPT atau SGOT, kondisi ini menandakan adanya infeksi dan peradangan aktif pada hati yang sudah berdampak pada fungsi liver. Situasi tersebut perlu segera ditangani oleh dokter agar kerusakan hati tidak semakin berat dan komplikasi dapat dicegah.
Itulah penjelasan mengenai HBeAg dan pemeriksaannya. Jika Anda mendapatkan hasil HBeAg, baik positif maupun negatif, sebaiknya konsultasikan dengan dokter melalui fitur Chat Bersama Dokter di ALODOKTER agar mendapatkan penjelasan dan penanganan yang sesuai.