Hepatitis B disebabkan oleh infeksi virus hepatitis B (HBV). Virus ini menyerang hati dan dapat ditemukan di dalam darah serta cairan tubuh penderita, seperti air liur, urine, tinja sperma, dan cairan vagina.
Penularan hepatitis B terjadi ketika cairan tubuh yang mengandung virus masuk ke dalam tubuh orang lain.
Berbagai Cara Penularan Hepatitis B
Berdasarkan cara penularannya, hepatitis B dapat menular melalui beberapa cara berikut:
1. Hubungan seksual
Penularan hepatitis B paling sering terjadi melalui hubungan seksual tanpa pengaman, baik secara vaginal, anal, maupun oral, dengan penderita hepatitis B. Virus dapat masuk ke dalam tubuh melalui luka kecil atau selaput lendir di area genital dan mulut.
Risiko penularan akan semakin tinggi pada orang yang sering bergonta-ganti pasangan seksual atau tidak menggunakan kondom saat berhubungan seksual.
2. Kontak dengan darah yang terkontaminasi
Hepatitis B juga dapat menular melalui paparan darah dengan penderita hepatitis B. Penularan dapat terjadi melalui penggunaan bersama jarum suntik, alat cukur, atau sikat gigi yang terkontaminasi darah penderita. Cara penularan ini sering terjadi pada pengguna narkoba suntik atau akibat penggunaan alat medis yang tidak steril.
3. Kontak langsung dengan luka terbuka
Virus hepatitis B juga dapat menular melalui kontak langsung dengan darah atau luka terbuka dari penderita. Selain itu, tindakan seperti membuat tato atau tindik dengan alat yang tidak steril dapat meningkatkan risiko penularan hepatitis B.
4. Penularan dari Ibu ke Anak
Penularan virus Hepatitis B juga dapat terjadi dari ibu ke bayi. Hepatitis B dapat menular dari ibu yang terinfeksi ke bayinya saat proses persalinan, terutama ketika melahirkan secara vaginal. Namun, hepatitis B tidak menular melalui ASI, sehingga ibu dengan hepatitis B tetap dapat menyusui bayinya.
Oleh karena itu, pemeriksaan hepatitis B selama kehamilan sangat penting untuk mendeteksi infeksi sejak dini dan mencegah penularan ke bayi.
Penting untuk diketahui bahwa hepatitis B tidak menular melalui ciuman, pelukan, berbagi alat makan, percikan air liur saat batuk atau bersin, maupun penggunaan toilet bersama.
Faktor Risiko Hepatitis B
Meski dapat terjadi pada siapa saja, seseorang berisiko lebih tinggi terinfeksi hepatitis B jika memiliki kontak langsung dengan penderita atau cairan tubuh yang terkontaminasi virus. Risiko tersebut akan meningkat pada orang dengan kondisi berikut:
- Tenaga medis, seperti dokter dan perawat
- Pengguna narkoba suntik
- Orang yang sering bergonta-ganti pasangan seksual tanpa menggunakan kondom
- Orang dengan daya tahan tubuh lemah, misalnya lansia atau penderita diabetes, penyakit ginjal, serta HIV/AIDS
Seperti yang telah dijelaskan di atas, penyebab utama hepatitis B adalah infeksi virus hepatitis B. Oleh karena itu, upaya pencegahan sangat penting dilakukan, seperti menjalani vaksinasi hepatitis B, menerapkan perilaku seksual yang aman, serta menghindari penggunaan jarum suntik atau barang pribadi secara bersama-sama.
Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai pencegahan dan penanganan hepatitis B, Anda dapat memanfaatkan layanan Chat Bersama Dokter di aplikasi Alodokter. Melalui fitur ini, dokter dapat memberikan edukasi, saran medis, hingga rekomendasi pemeriksaan lanjutan sesuai kondisi Anda.