Jika tidak ditangani dengan baik, hepatitis B dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius yang berdampak pada fungsi hati. Komplikasi ini umumnya berkembang secara perlahan, terutama pada penderita hepatitis B kronis.

Berikut ini adalah beberapa komplikasi yang dapat terjadi akibat infeksi hepatitis B:

1. Sirosis Hati

Peradangan kronis akibat infeksi hepatitis B dapat memicu pembentukan jaringan parut atau fibrosis di hati, yang dikenal sebagai sirosis. Seiring waktu, jaringan parut ini menggantikan jaringan hati yang sehat dan menyebabkan fungsi hati menurun drastis. Jika tidak diobati, sirosis berisiko berkembang menjadi gagal hati serta meningkatkan kemungkinan munculnya kanker hati.

2. Kanker Hati

Penderita hepatitis B kronis memiliki risiko lebih tinggi mengalami kanker hati, khususnya karsinoma hepatoseluler. Kanker hati umumnya muncul pada penderita yang telah mengalami sirosis. Namun, pada beberapa kasus, kanker hati juga dapat terjadi tanpa didahului sirosis, terutama pada penderita hepatitis B kronis dengan infeksi yang tidak terkontrol.

3. Gagal Hati

Gagal hati terjadi ketika sebagian besar jaringan hati mengalami kerusakan sehingga organ ini tidak mampu menjalankan fungsinya dengan baik. Komplikasi ini dapat berkembang secara bertahap akibat kerusakan hati jangka panjang atau terjadi secara mendadak (akut). Meski jarang, hepatitis B juga dapat menyebabkan gagal hati akut.

4. Hepatitis Fulminan

Pada beberapa kasus, hepatitis B akut dapat berkembang menjadi hepatitis fulminan, yaitu kerusakan hati yang sangat berat dan terjadi secara tiba-tiba. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh respons imun yang berlebihan terhadap virus. 

Risiko hepatitis fulminan meningkat jika infeksi hepatitis B terjadi bersamaan dengan infeksi hepatitis D. Kondisi ini sangat berbahaya dan membutuhkan penanganan medis segera karena dapat mengancam nyawa.

Sebagian besar komplikasi hepatitis B berkembang secara perlahan dalam hitungan tahun, terutama pada penderita hepatitis B kronis yang tidak mendapatkan pengobatan atau yang mengalami infeksi sejak masa anak-anak. Meski jarang, komplikasi berat seperti gagal hati dan hepatitis fulminan dapat terjadi secara tiba-tiba. 

Oleh karena itu, penderita hepatitis B disarankan untuk menjalani pemeriksaan rutin dan mengikuti pengobatan sesuai anjuran dokter guna mencegah terjadinya komplikasi. Segera periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami gejala memburuk, seperti kulit dan mata menguning, perut membesar, muntah darah, atau gangguan kesadaran.

Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter melalui fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER. Melalui layanan ini, Anda dapat berkonsultasi langsung dengan dokter guna memperoleh saran penanganan yang tepat, sehingga risiko komplikasi hepatitis B dapat dikurangi.