Hepatitis B yang bersifat kronis berisiko menyebabkan komplikasi penyaki hati yang serius. Ada beberapa komplikasi yang dapat muncul, yaitu:

  • Sirosis
    Infeksi hepatitis B dapat menyebabkan peradangan yang memicu terbentuknya jaringan parut pada organ hati.
  • Kanker hati
    Jika hepatitis B kronis tidak segera ditangani, maka infeksi dapat memicu kemunculan sel kanker yang dapat berkembang menjadi kanker hati.
  • Gagal hati
    Kondisi ini terjadi ketika infeksi hepatitis B telah menyebabkan kerusakan hebat pada organ hati, sehingga hati tidak berfungsi lagi.

Hepatitis B akut juga dapat menyebabkan komplikasi, meskipun jarang terjadi. Komplikasi muncul ketika infeksi hepatitis B akut memicu sistem imun untuk menyerang organ hati. Gangguan sistem imun ini dapat menyebabkan kerusakan hati, sehingga membahayakan nyawa penderitanya. Kondisi ini dikenal dengan hepatitis B fulminan.

Pencegahan Hepatitis B

Langkah pencegahan utama hepatitis B adalah menjalani vaksinasi hepatitis B. Setiap orang sangat dianjurkan untuk menjalani vaksinasi ini. Pada bayi, vaksin hepatitis B diberikan sebanyak 4 kali. Dosis pertama diberikan setidaknya 12 jam setelah bayi lahir, dan dosis lanjutan diberikan secara berurutan pada usia 2, 3, dan 4 bulan.

Vaksin hepatitis B juga wajib diberikan kepada anak, remaja di bawah usia 19 tahun, atau dewasa yang belum pernah menerima vaksin hepatitis B. Vaksin ini juga diberikan jika Anda akan bepergian ke daerah yang rentan terhadap hepatitis B.

Selain itu, ada beberapa langkah lain untuk mencegah hepatitis B, yaitu:

  • Jaga kebersihan tubuh dengan mencuci tangan sebelum makan atau setelah beraktivitas di luar ruangan.
  • Sebelum berhubungan seksual, pastikan Anda dan pasangan telah menjalani pemeriksaan dan terbebas dari hepatitis B.
  • Gunakan kondom ketika berhubungan seksual.
  • Hindari penyalahgunaan NAPZA atau berbagi penggunaan jarum suntik. Hindari juga berbagi penggunaan alat cukur, sikat gigi, atau gunting kuku dengan orang lain.
  • Bagi petugas medis, gunakan sarung tangan saat menangani penderita hepatitis B dan hindari kontak langsung dengan darah penderita.
  • Jika berencana membuat tindikan atau tato, pastikan jarum atau peralatan yang digunakan sudah steril.