Langkah terbaik untuk mencegah hepatitis B adalah dengan melakukan vaksinasi hepatitis B sesuai jadwal yang dianjurkan. Selain vaksinasi, penerapan perilaku hidup bersih dan aman juga berperan penting dalam menurunkan risiko penularan virus hepatitis B.
Berikut adalah beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah hepatitis B:
1. Vaksinasi Hepatitis B
Vaksinasi merupakan cara paling efektif untuk mencegah infeksi hepatitis B. Pada bayi, vaksin hepatitis B diberikan sebanyak empat kali. Dosis pertama diberikan dalam waktu 12 jam setelah lahir, kemudian dilanjutkan pada usia 2, 3, dan 4 bulan.
Selain bayi, vaksinasi hepatitis B juga dianjurkan untuk anak-anak dan remaja di bawah usia 19 tahun, serta orang dewasa yang belum pernah mendapatkan vaksin ini. Vaksinasi juga disarankan bagi kelompok tertentu, seperti wisatawan yang akan bepergian ke negara dengan angka kejadian hepatitis B yang tinggi.
2. Menjaga kebersihan diri
Biasakan mencuci tangan dengan sabun sebelum makan dan setelah beraktivitas. Meskipun hepatitis B tidak menular melalui makanan, menjaga kebersihan tangan tetap penting untuk mencegah penularan berbagai penyakit infeksi.
3. Menerapkan hubungan seksual yang aman
Hepatitis B dapat menular melalui hubungan seksual. Oleh karena itu, pemeriksaan hepatitis B sebelum memulai hubungan seksual dengan pasangan serta penggunaan kondom secara konsisten dapat membantu menurunkan risiko penularan.
4. Menghindari penggunaan jarum suntik bersama
Hindari penggunaan jarum suntik secara bergantian, baik untuk keperluan medis maupun nonmedis. Jarum suntik yang tidak steril berisiko menularkan virus hepatitis B melalui darah.
5. Tidak berbagi alat pribadi
Jangan berbagi penggunaan alat pribadi, seperti sikat gigi, alat cukur, atau gunting kuku. Alat-alat tersebut berpotensi terkontaminasi darah dan menjadi media penularan virus.
6. Menggunakan alat pelindung diri di fasilitas kesehatan
Petugas medis perlu menggunakan alat pelindung diri, seperti sarung tangan, saat menangani pasien atau saat berisiko kontak dengan darah dan cairan tubuh, guna mencegah penularan hepatitis B.
7. Memastikan alat tato dan tindik steril
Jika ingin melakukan tindik atau tato, pastikan prosedur dilakukan di tempat yang menggunakan alat steril dan menerapkan standar kebersihan yang baik untuk mengurangi risiko infeksi hepatitis B.
Itulah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya hepatitis B. Pencegahan hepatitis B sangat penting, terutama bagi kelompok yang berisiko tinggi tertular virus ini. Vaksinasi lengkap serta penerapan perilaku hidup bersih dan aman dapat membantu melindungi diri dan orang di sekitar.
Jika Anda belum pernah mendapatkan vaksin hepatitis B atau tidak yakin dengan status imunisasi, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter melalui fitur chat di aplikasi Alodokter guna mendapatkan saran pencegahan yang sesuai.