Impotensi dapat menimbulkan berbagai keluhan yang berkaitan dengan fungsi seksual pria. Keluhan ini umumnya berupa kesulitan mencapai atau mempertahankan ereksi saat berhubungan seksual. 

Namun, tidak semua penderita impotensi mengalami gejala yang sama. Pada sebagian pria, keluhan dapat muncul secara ringan atau hanya terjadi pada kondisi tertentu.

Berbagai Gejala Impotensi

Gejala utama impotensi adalah gangguan ereksi. Selain itu, penderita juga dapat mengalami keluhan lain, seperti:

  • Sulit mencapai ereksi
  • Ereksi tidak bertahan lama
  • Penurunan gairah seksual
  • Kesulitan mencapai orgasme atau klimaks
  • Gangguan ejakulasi, seperti ejakulasi tertunda atau tidak bisa ejakulasi

Gejala impotensi dapat muncul secara bertahap atau tiba-tiba, tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Pada beberapa kasus, keluhan hanya terjadi sesekali, tetapi pada kasus lain dapat berlangsung terus-menerus.

Jika tidak ditangani, impotensi dapat berdampak pada kondisi psikologis penderitanya. Gangguan ini dapat menyebabkan stres, rasa percaya diri menurun, kecemasan, hingga depresi. Selain itu, hubungan dengan pasangan juga dapat ikut terganggu.

Kapan harus ke dokter

Lakukan pemeriksaan ke dokter jika Anda mengalami gangguan ereksi yang berlangsung lama, sering berulang, atau semakin memburuk. Pemeriksaan juga disarankan bila impotensi disertai dengan kondisi berikut:

  • Gangguan ejakulasi
  • Penurunan gairah seksual yang menetap
  • Memiliki penyakit kronis, seperti diabetes, hipertensi, atau penyakit jantung
  • Sedang mengonsumsi obat tertentu dalam jangka panjang
  • Impotensi menyebabkan hubungan dengan pasangan menjadi renggang

Pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebab impotensi dan menentukan penanganan yang sesuai, sehingga keluhan tidak berlanjut dan kualitas hidup tetap terjaga.