Gejala utama seorang pria yang mengalami impotensi meliputi sulitnya penis mencapai ereksi, sulitnya penis bertahan di posisi ereksi, serta penurunan gairah seksual.

Impotensi atau disfungsi ereksi bukan merupakan masalah serius apabila hanya dialami sesekali. Namun apabila gejalanya tidak kunjung hilang, maka hal ini bisa jadi merupakan tanda peringatan bahwa Anda sedang menderita kondisi serius, seperti diabetes atau penyakit jantung koroner.

Impotensi bisa saja menimbulkan dampak buruk bagi keharmonisan Anda dengan pasangan. Pasangan Anda mungkin saja merasa kecewa karena penis Anda tidak bisa ereksi, atau merasa tidak puas karena penis Anda tidak cukup lama bertahan di posisi ereksi saat berhubungan intim.

Impotensi berbeda dengan ejakulasi dini. Seperti yang sudah dijelaskan di awal bahwa seorang pria dianggap mengalami impotensi apabila penisnya tidak mampu ereksi (meskipun dirangsang) atau tidak dapat mempertahankan kondisi ereksi ketika berhubungan seksual. Sedangkan yang dimaksud dengan ejakulasi dini adalah kondisi ketika pria mengalami klimaks atau orgasme sebelum atau segera setelah penetrasi.

Selain berdampak buruk bagi kehidupan seksual Anda, impotensi juga bisa menimbulkan gangguan psikologi. Anda mungkin saja akan merasa tidak percaya diri dan depresi karena tidak bisa memuaskan pasangan.