Infeksi kulit karena bakteri bisa menyebabkan berbagai kondisi pada kulit. Jika diabaikan, kondisi ini dapat menjadi semakin parah dan memicu komplikasi seperti penyebaran infeksi ke jaringan sekitar.
Infeksi kulit karena bakteri adalah kondisi ketika jaringan kulit diserang dan dijadikan tempat berkembang biak oleh bakteri. Jenis bakteri yang paling sering terlibat adalah Staphylococcus aureus dan Streptococcus pyogenes.

Bakteri dapat masuk ke kulit melalui luka terbuka, seperti goresan, lecet, atau luka kecil akibat gigitan serangga. Selain itu, bakteri juga bisa menginfeksi kulit melalui kerusakan lapisan pelindung kulit, misalnya karena gesekan berulang pada atlet atau adanya ruam dan iritasi.
Pada sebagian kasus, infeksi kulit karena bakteri bersifat ringan dan hanya menimbulkan kemerahan atau benjolan kecil. Namun, bila tidak diobati, infeksi dapat menyebar ke jaringan yang lebih dalam dan berisiko menyebabkan komplikasi berat, seperti infeksi jaringan lunak yang luas hingga sepsis.
Jenis-jenis Infeksi Kulit karena Bakteri
Beberapa jenis infeksi kulit karena bakteri yang sering terjadi antara lain:
1. Impetigo
Impetigo merupakan salah satu infeksi kulit karena bakteri yang paling sering terjadi pada anak-anak. Kondisi yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus atau Streptococcus ini ditandai dengan lepuhan berisi cairan yang mudah pecah dan membentuk koreng kuning, terutama di area wajah.
2. BisulÂ
Bisul adalah infeksi kulit karena bakteri yang menyerang folikel rambut hingga lapisan kulit yang lebih dalam. Umumnya disebabkan oleh Staphylococcus aureus, dengan gejala berupa benjolan merah yang nyeri dan berisi nanah.
3. Abses
Abses merupakan kumpulan nanah di bawah kulit yang bisa terjadi akibat infeksi kulit karena bakteri. Ukurannya biasanya lebih besar dibandingkan bisul, terasa nyeri, dan pada kondisi tertentu dapat disertai demam akibat peradangan.
4. Selulitis
Selulitis terjadi ketika bakteri menyerang lapisan kulit bagian dalam serta jaringan di bawahnya. Infeksi kulit karena bakteri ini membuat kulit tampak merah, bengkak, dan terasa hangat, serta dapat menyebar dengan cepat jika tidak segera ditangani.
5. Erisipelas
Erisipelas termasuk infeksi kulit karena bakteri pada lapisan kulit bagian atas, yang umumnya disebabkan oleh bakteri Streptococcus. Kondisi ini ditandai dengan kemerahan yang berbatas tegas dan sering disertai demam.
6. Folikulitis
Folikulitis merupakan infeksi kulit karena bakteri yang menyerang folikel rambut. Kondisi ini tampak seperti jerawat kecil dan umumnya tidak berbahaya, tetapi dapat memburuk bila infeksi menyebar atau tidak dirawat dengan baik.
Gejala Umum Infeksi Kulit karena Bakteri
Infeksi kulit karena bakteri dapat menimbulkan berbagai keluhan, tergantung pada jenis dan tingkat keparahannya. Namun, secara umum, kondisi ini dapat ditandai dengan:
- Kemerahan dan pembengkakan pada kulit
- Nyeri atau rasa tidak nyaman di area terinfeksi
- Luka bernanah atau berisi cairan
- Kulit terasa hangat saat disentuh
- Demam, terutama bila infeksi meluas
Faktor Risiko Infeksi Kulit karena Bakteri
Infeksi kulit karena bakteri dapat terjadi pada siapa saja. Namun, ada beberapa kondisi tertentu yang membuat seseorang lebih mudah mengalami infeksi ini. Faktor-faktor risiko ini umumnya berkaitan dengan kondisi kesehatan tubuh, kebersihan kulit, serta lingkungan tempat beraktivitas.
Risiko infeksi kulit karena bakteri dapat meningkat pada kondisi berikut:
- Daya tahan tubuh lemah, misalnya pada penderita diabetes, HIV, atau kanker
- Luka terbuka yang tidak dirawat dengan baik
- Kebersihan kulit yang kurang terjaga
- Lingkungan panas dan lembap
- Kebiasaan berbagi barang pribadi, seperti handuk atau alat cukur
- Riwayat infeksi kulit sebelumnya
Penularan Infeksi Kulit karena Bakteri
Infeksi kulit karena bakteri tidak hanya berdampak pada penderitanya, tetapi juga dapat menyebar ke orang lain. Risiko penularan akan lebih tinggi jika terdapat luka terbuka atau kebersihan diri tidak terjaga dengan baik.
Infeksi kulit karena bakteri dapat menular, terutama melalui:
- Kontak langsung dengan luka atau cairan dari kulit yang terinfeksi
- Berbagi barang pribadi
- Kontak dengan benda atau permukaan yang terkontaminasi bakteri
Cara Mengatasi Infeksi Kulit karena Bakteri
Penanganan infeksi kulit karena bakteri perlu disesuaikan dengan jenis infeksi dan tingkat keparahannya. Pada kasus ringan, infeksi ini umumnya dapat dirawat di rumah dengan perawatan kulit yang tepat. Namun, pada kondisi tertentu, seperti infeksi yang luas, nyeri berat, atau disertai demam, infeksi kulit karena bakteri memerlukan penanganan dari dokter.
Berikut beberapa langkah umum untuk mengatasi infeksi kulit karena bakteri:
1. Jaga kebersihan kulit
Area kulit yang terinfeksi perlu dibersihkan secara rutin agar jumlah bakteri berkurang. Gunakan sabun dan air bersih, lalu bersihkan kulit dengan lembut. Setelah itu, keringkan menggunakan handuk bersih tanpa menggosok agar kulit tidak semakin iritasi atau terluka.
2. Tutup luka dengan perban steril
Luka terbuka sebaiknya ditutup dengan perban bersih dan steril untuk melindungi kulit dari kotoran serta kuman dari lingkungan sekitar. Perban juga membantu menjaga area luka tetap kering dan mendukung proses penyembuhan.
3. Tidak memecahkan atau menggaruk luka
Memecahkan bisul, lepuhan, atau menggaruk kulit yang terinfeksi dapat memperparah peradangan dan membuat bakteri menyebar ke area kulit lain. Kebiasaan ini juga meningkatkan risiko infeksi menjadi lebih berat dan sulit sembuh.
4. Gunakan obat sesuai anjuran dokter
Pada beberapa kasus infeksi kulit karena bakteri, dokter dapat meresepkan salep antibiotik atau antibiotik minum. Obat perlu digunakan sesuai dosis dan lama pengobatan yang dianjurkan agar infeksi benar-benar teratasi dan tidak kambuh kembali.
Pencegahan Infeksi Kulit karena Bakteri
Infeksi kulit karena bakteri dapat dicegah dengan menerapkan kebiasaan hidup bersih dan menjaga kesehatan kulit sehari-hari. Langkah-langkah pencegahan ini penting dilakukan untuk mengurangi risiko bakteri masuk ke dalam kulit, terutama bila Anda sering beraktivitas di luar rumah atau memiliki luka pada kulit.
Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan meliputi:
- Jaga kebersihan tubuh dengan mandi secara teratur, terutama setelah berkeringat atau beraktivitas di luar ruangan.
- Bersihkan luka dengan air bersih dan tutup dengan plester atau perban untuk mencegah bakteri masuk ke dalam kulit.
- Gunakan handuk, pakaian, dan alat cukur milik sendiri karena barang-barang tersebut dapat menjadi media penularan bakteri.
- Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, terutama sebelum makan, setelah dari toilet, atau setelah menyentuh kulit yang terluka.
- Ganti serta cuci pakaian, handuk, dan sprei secara rutin untuk mencegah bakteri berkembang dan menempel kembali ke kulit.
Infeksi kulit karena bakteri umumnya dapat dicegah dan ditangani dengan perawatan yang tepat. Namun, setiap orang bisa mengalami kondisi yang berbeda, tergantung pada jenis infeksi dan daya tahan tubuhnya.
Selama perawatan infeksi kulit karena bakteri, kondisi Anda dapat dipantau oleh dokter melalui fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER. Melalui layanan ini, Anda bisa berkonsultasi dan mendapatkan jawaban atas pertanyaan seputar keluhan kulit, perawatan yang sedang dijalani, serta langkah lanjutan yang perlu dilakukan.