Anak-anak bisa merasa bosan bila harus berada di rumah setiap hari. Nah, walau sudah memasuki masa adaptasi kebiasaan baru bukan berarti Bunda bisa leluasa mengajak Si Kecil bepergian di tengah pandemi, ya. Yuk, terapkan tips-tips di bawah ini bila ingin aman pergi ke luar rumah dengan anak.

Guna memutus rantai penyebaran virus Corona, pemerintah memang menganjurkan anak-anak tetap berada di rumah saja. Bahkan untuk belajar pun mereka tetap harus di rumah.

Ingin Mengajak Anak Keluar Saat Adaptasi Kebiasaan Baru? Terapkan Tips Ini - Alodokter

Hal ini bisa membuat anak-anak merasa bosan. Jenuh berada di rumah bukan tidak mungkin dapat menyebabkan anak rewel atau bahkan menangis dan merengek-rengek minta keluar rumah, apalagi jika ia terbiasa main di rumah temannya atau pergi jalan-jalan setiap akhir pekan.

Kendati bukan kelompok yang rentan terinfeksi, anak-anak tetap berisiko terpapar virus Corona. Oleh karena itu, orang tua tetap harus memperhatikan keamanan mereka saat keluar rumah.

4 Tips Aman Anak Keluar Rumah Saat Pandemi

Penerapan adaptasi kebiasaan baru membuat kita sedikit lebih longgar untuk keluar rumah. Namun, pastikan untuk tetap menerapkan tindakan pencegahan dasar, seperti physical distancing, mengenakan masker, dan tidak menyentuh wajah sebelum mencuci tangan, di mana pun Bunda dan Si Kecil berada, ya.

Selain itu, ada beberapa hal yang juga harus dilakukan, yaitu:

1. Jangan memilih tempat yang ramai

Sebelum mengajak Si Kecil pergi, pastikan tempat yang akan dikunjungi tidak ramai. Risiko penyebaran virus Corona lebih tinggi di tempat-tempat yang sering dikunjungi banyak orang, seperti pasar atau pusat perbelanjaan.

Sebaiknya pilih tempat yang terbuka atau outdoors, seperti taman atau pantai. Pasalnya, ruangan tertutup lebih berisiko menjadi tempat penyebaran virus, terutama jika ventilasinya kurang baik.

2. Tetap kenakan masker

Penggunaan masker pada anak sangat disarankan ketika ia berada di tempat yang cukup padat dan sulit untuk melakukan physical distancing, misalnya di rumah sakit saat akan vaksinasi. Hal ini penting untuk menghalau percikan air liur yang mengandung virus Corona.

Namun, anak-anak yang belum genap berusia 2 tahun tidak dianjurkan untuk mengenakan masker, ya, Bun. Penggunaan masker pada usia ini lebih berisiko karena bisa menyebabkan anak tercekik atau lebih sering memegang area wajahnya.

Selain itu, penggunaan masker pada anak sangat tidak dianjurkan ketika ia berolahraga atau sedang asyik berlari-larian, karena masker bisa menghalangi aliran udara yang dihirup anak sehingga tubuhnya kekurangan oksigen (hipoksia).

Saat mengalami hipoksia, tubuh akan mengeluarkan sinyal berupa rasa lelah. Akan tetapi, anak-anak bisa saja tidak mengenali sinyal ini dan terus bermain. Lama-kelamaan, kondisi tersebut bisa menyebabkan anak pingsan.

Penggunaan face shield pun tengah marak di kalangan masyarakat sejak masa adaptasi kebiasaan baru. Namun, sebenarnya penggunaan face shield yang tidak dibarengi dengan masker tidak bisa melindungi kita dari virus Corona secara maksimal.

3. Hindari menyentuh barang apa pun di tempat umum

Anak-anak memiliki rasa penasaran yang tinggi. Jadi, jika menemukan benda yang menarik atau belum pernah mereka lihat, kemungkinan besar mereka akan menyentuhnya.

Nah, sebelum mengajak Si Kecil keluar rumah, sebaiknya Bunda memberitahunya untuk tidak sembarangan memegang benda-benda yang ada di tempat umum. Jelaskan bahwa benda di tempat umum biasanya telah disentuh banyak orang dan besar kemungkinan virus Corona menempel di benda-benda tersebut.

Bila Si Kecil tidak sengaja atau terpaksa harus menyentuh benda di tempat umum, segera cuci tangannya dengan air dan sabun atau gunakan hand sanitizer jika Bunda kesulitan menemukan sarana cuci tangan.

4. Pastikan anak dalam keadaan sehat

Sistem imun bertugas untuk melindungi tubuh dari serangan virus dan penyakit. Saat tubuh Si Kecil sedang tidak fit, sistem imunnya akan lebih lemah, sehingga ia lebih rentan terkena COVID-19. Oleh karena itu, sebelum mengajak Si Kecil keluar rumah, pastikan dulu kondisinya sehat, ya.

Walau tips-tips di atas bisa Bunda terapkan untuk meminimalkan risiko anak tertular virus Corona, berada di rumah saja tetap merupakan pilihan yang terbaik. Bila Si Kecil bosan selama berada di rumah, Bunda bisa mengajaknya bermain permainan baru, memasak bersama, atau sekadar berkebun di pekarangan rumah.

Jika Si Kecil sakit dan memerlukan pemeriksaan dokter, sebaiknya jangan langsung ke rumah sakit, karena hal ini akan meningkatkan risikonya untuk tertular virus Corona.

Bunda bisa menggunakan aplikasi ALODOKTER untuk konsultasi online melalui chat dengan dokter terlebih dahulu. Jika memang dokter menyarankan pemeriksaan langsung, Bunda juga bisa membuat janji dengan dokter di rumah sakit melalui aplikasi ini.