Selain lebih memudahkan komunikasi dengan orang dari negara atau belahan dunia lain, belajar bahasa asing juga bermanfaat untuk kesehatan. Salah satu manfaat tersebut yaitu menyehatkan otak secara keseluruhan. Yuk, ketahui lebih lanjut manfaatnya.

Manfaat belajar bahasa asing bagi otak bisa dibilang mirip dengan manfaat olahraga untuk tubuh. Tubuh yang rajin olahraga akan lebih sehat dan terhindar dari ragam penyakit, bukan? Begitu juga otakmu. Memahami beragam nada bicara, kata-kata, bahkan pola pikir yang berbeda dari berbagai bahasa bisa membuatnya cerdas sekaligus awet muda.

Ini Beragam Manfaat Belajar Bahasa Asing untuk Kesehatan - Alodokter

Simak Berbagai Manfaat Belajar Bahasa Asing untuk Otak

Mempelajari bahasa asing dapat memberimu beberapa dampak positif berikut:

Meningkatkan efektivitas kinerja otak

Kemampuan kognitif atau kinerja otak akan lebih efektif ketika belajar Bahasa asing, karena bahasa termasuk bentuk stimulasi otak yang baik. Mempelajarinya membuatmu mengingat dan mengerti berbagai konsep susunan kata juga tata bahasa.

Hal ini akan membuat orang yang berbicara lebih dari satu bahasa (bilingual) lebih fokus dalam mengerjakan tugas. Mereka bahkan dikatakan lebih mudah menemukan kesalahan pada suatu informasi yang tidak berkesinambungan. Tak hanya itu, orang bilingual pun dianggap dapat memanfaatkan ingatannya dengan lebih efisien.

Seiring berjalannya waktu, keuntungan belajar bahasa asing pun semakin meningkat. Pasalnya, belajar bahasa dapat memperlambat kecepatan volume otak berkurang. Penutur bilingual dinilai memiliki volume otak lebih besar atau biasa disebut cadangan kognitif. Cadangan ini menjaga kinerja otak mereka tetap tajam dan tidak pikun.

Menunda terjadinya demensia

Terciptanya cadangan kognitif juga membuat otakmu lebih tahan dari kerusakan. Hal ini dibuktikan dengan penundaan munculnya demensia sekitar 4-5 tahun pada orang yang berbicara lebih dari satu bahasa. Demensia yang biasa muncul di usia 71 tahun, umumnya baru terjadi di usia 75 tahun pada penutur bilingual.

Bahkan, meski sudah terkena demensia seperti Alzheimer, penutur bilingual memiliki kemampuan kognitif lebih baik daripada penderita Alzheimer monolingual (hanya bicara satu bahasa).

Tak hanya demensia, penderita stroke dengan keahlian berbahasa asing pun lebih cepat memulihkan kemampuan kognitifnya dibanding mereka yang hanya bicara satu bahasa.

Mendukung pola pikir rasional dan kreatif

Setiap bahasa memiliki karakter tersendiri. Sehingga, mempelajari bahasa asing membuatmu mengetahui lebih dalam tentang berbagai budaya, konsep berpikir, juga sudut pandang untuk menilai sesuatu.

Hal ini secara tak langsung membuatmu lebih kreatif dan rasional dalam memecahkan masalah maupun mengambil suatu keputusan. Tak hanya itu, lancar berbahasa asing pun disebut baik untuk kesehatan mentalmu. Anak-anak yang belajar bahasa asing dinilai kurang mudah mengalami frustasi.

Kapankah Waktu Terbaik Belajar Bahasa Asing?

Orang yang belajar bahasa asing lebih awal mendapatkan manfaat lebih banyak. Usia 0-3 tahun adalah waktu terbaik untuk belajar bahasa asing. Namun, waktu optimal untuk mempelajari bahasa asing cukup panjang, yaitu hingga usia remaja.

Bila kamu baru mempelajari bahasa asing ketika sudah dewasa, bahasa tersebut akan disimpan di area otak yang berbeda. Sehingga, kamu perlu menerjemahkan dulu suatu hal ke bahasa ibumu sebelum bisa mengucapkannya dalam bahasa baru yang dipelajari.

Meski begitu, kamu tetap mendapat manfaat sehat dari belajar bahasa asing, sehingga sebenarnya tidak ada kata terlambat. Dampak positif mempelajari bahasa asing juga semakin meningkat seiring dengan frekuensi penggunaan bahasa juga tingkat kefasihanmu.

Mempelajari lebih dari satu bahasa bermanfaat bagi kesehatan otak, mulai dari usia kanak-kanak hingga lanjut usia. Untuk memperoleh manfaat belajar Bahasa asing, kamu bisa memulainya dari sekarang. Misalnya dengan mendengar musik, menonton film, atau berkomunikasi langsung dengan penutur asli bahasa asing.