Cara membaca EKG merupakan keahlian penting untuk memahami gambaran kerja jantung berdasarkan aktivitas listrik jantung. Dengan memahami hasil pemeriksaan ini, kondisi jantung dapat dinilai dan berbagai gangguan jantung dapat dikenali lebih awal.
Elektrokardiogram (EKG) adalah pemeriksaan untuk merekam aktivitas listrik jantung yang bertujuan menilai irama dan fungsi jantung. Pemeriksaan ini biasanya dilakukan saat muncul keluhan tertentu, seperti nyeri dada, dada berdebar, atau sesak napas, sebagai bagian dari skrining kesehatan, atau sebelum menjalani tindakan medis.

Hasil EKG umumnya ditampilkan dalam bentuk lembaran atau grafik digital berupa gelombang aktivitas listrik jantung. Untuk memahami arti dari pola gelombang tersebut, tenaga kesehatan, khususnya dokter dan perawat, perlu mengetahui cara membaca EKG dengan benar.
Bagi orang awam, pemahaman yang dianjurkan lebih ke informasi dasar, seperti detak jantung normal dan mengenali pola yang abnormal atau tanda kondisi darurat, misalnya gejala serangan jantung.
Seperti Ini Cara Membaca EKG
Untuk memahami hasil pemeriksaan jantung, cara membaca EKG sebaiknya dilakukan secara bertahap agar pola aktivitas listrik jantung dapat dikenali dengan lebih mudah. Hasil EKG tidak dinilai dari satu bagian saja, melainkan dari keseluruhan gelombang dan iramanya.
Berikut cara membaca EKG dengan benar yang perlu Anda perhatikan:
1. Kenali bagian utama gelombang EKG
Hasil EKG terdiri dari beberapa gelombang utama yang menggambarkan aktivitas listrik jantung. Gelombang P menunjukkan aktivitas listrik pada serambi jantung (atrium), kompleks QRS menandakan kontraksi bilik jantung (ventrikel), sedangkan gelombang T menggambarkan fase pemulihan jantung setelah berkontraksi.
2. Perhatikan garis dasar dan kerapian grafik
Dalam cara membaca EKG, penting untuk memastikan grafik tampak rapi dan stabil. Garis yang bergetar, terputus, atau tidak rata dapat dipengaruhi oleh faktor teknis, seperti pergerakan pasien atau pemasangan elektroda yang kurang tepat.
3. Nilai irama jantung secara sederhana
Salah satu tahap cara membaca EKG adalah menilai irama jantung dengan mengamati jarak antara satu gelombang R dengan gelombang R berikutnya. Jika jaraknya konsisten dan teratur, irama jantung umumnya dianggap normal.
4. Hitung denyut jantung
Denyut jantung dapat diperkirakan dari grafik EKG dengan menghitung jumlah kompleks QRS dalam rentang waktu tertentu. Langkah ini bertujuan memberikan gambaran awal mengenai kecepatan denyut jantung, bukan untuk menegakkan diagnosis.
5. Amati bentuk dan durasi gelombang
Perhatikan apakah terdapat gelombang atau interval yang tampak terlalu tinggi, rendah, atau melebar dari biasanya. Perubahan bentuk ini dapat menjadi petunjuk awal adanya gangguan tertentu pada jantung, sehingga perlu mendapatkan evaluasi lebih lanjut.
6. Kenali tanda peringatan pada hasil EKG
Beberapa temuan pada EKG perlu diwaspadai, seperti kompleks QRS yang melebar, perubahan signifikan pada segmen ST, atau gelombang T yang tampak terbalik. Temuan ini dapat mengindikasikan kondisi serius dan sebaiknya segera dikonsultasikan ke dokter.
Memahami hasil EKG secara umum dapat membantu Anda mengikuti penjelasan dokter mengenai kondisi jantung. Namun, hasil EKG perlu dinilai secara menyeluruh, karena satu perubahan atau pola saja tidak cukup untuk menentukan diagnosis tanpa dikaitkan dengan gejala dan pemeriksaan lain.
Jika Anda masih bingung mengenai cara membaca EKG atau ingin memastikan arti hasil pemeriksaan jantung, Anda bisa berkonsultasi langsung dengan dokter melalui fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER.