Anak-anak memang memiliki imajinasi yang tinggi, sehingga wajar jika mereka lebih mudah takut dalam kegelapan. Namun, hati-hati, Bun. Jika tidak segera diatasi, ketakutan Si Kecil bisa terus berlanjut hingga mengganggu waktu tidurnya.

Takut gelap biasanya mulai dirasakan anak usia 2 tahun yang sudah bisa berimajinasi, tetapi belum bisa membedakannya dengan kenyataan. Kondisi gelap yang tidak memungkinkan mereka melihat jelas dapat membuat mereka berimajinasi bahwa ada sosok menakutkan di pojok kamar atau di bawah tempat tidur.

Ini Cara Membantu Anak Mengatasi Takut Gelap - Alodokter

Nah, imajinasi mereka bisa didapat dari banyak hal, seperti tayangan di televisi atau Youtube yang mereka tonton, cerita dari buku bergambar, atau bahkan dari orang tua mereka sendiri yang mungkin pernah bercerita hal-hal menakutkan atau tanpa sadar menakut-nakuti.

Agar Anak Tidak Takut Gelap Berlarut-larut

Hal pertama yang perlu Bunda lakukan adalah memberikan pengertian kepada Si Kecil bahwa takut gelap adalah hal normal yang juga sering dialami anak lain. Rasa simpati Bunda ini akan membuat Si Kecil bisa menerima rasa takut mereka.

Hindari menertawakan atau mengatakan bahwa takut gelap itu hal yang konyol atau tidak masuk akal. Sikap tersebut justru akan membuatnya malu dan merasa bersalah, atau bahkan merasa tidak dipercaya.

Setelah Si Kecil bisa menerima rasa takutnya, langkah selanjutnya yang harus Bunda lakukan adalah membantunya mengatasi rasa takut tersebut. Berikut ini adalah panduannya:

1. Menanyakan kepada Si Kecil mengenai rasa takut yang ia rasakan

Bunda perlu mengetahui apa sebenarnya yang membuat Si Kecil takut gelap. Rasa takutnya mungkin bersumber dari imajinasinya setelah menonton atau dari kecemasan yang ia rasakan.

2. Hindari tindakan yang seolah-olah memercayai ketakutannya

Sebaiknya jangan memeriksa bagian bawah tempat tidur atau dalam lemari untuk memeriksa keberadaan monster atau hantu yang ditakuti Si Kecil. Ini hanya akan membuat Si Kecil berpikir bahwa Bunda percaya bahwa yang ia takuti mungkin memang ada di sana.

Yakinkan Si Kecil bahwa ia aman dari monster atau apa pun yang ia takuti, karena mereka tidak ada. Bunda juga dapat menanyakan apa yang dapat Bunda lakukan agar Si Kecil merasa lebih aman, misalnya membawakan mainan kesayangannya untuk menemaninya tidur.

3. Memastikan Si Kecil bahwa ia aman

Jika kekhawatiran Si Kecil berasal dari sesuatu yang nyata, seperti pencuri atau penjahat yang tiba-tiba masuk ke kamarnya, Bunda bisa mengajaknya melihat bahwa pagar depan sudah dikunci atau memberitahunya bahwa ada petugas keamanan perumahan yang berjaga sepanjang malam agar ia merasa lebih tenang.

4. Biarkan kamar dalam kondisi temaram

Agar kamar tidak terlalu gelap, Bunda dapat menempatkan lampu tidur agar kamar jadi agak terang. Membiarkan pintu kamar sedikit terbuka juga dapat membuat Si Kecil merasa lebih tenang, terutama jika ia tidur di kamarnya sendiri.

Jika Si Kecil sudah bisa tidur sendiri di kamarnya, hindari membiasakannya kembali tidur bersama Bunda dan Ayah.

5. Terapkan rutinitas tidur dan bangun tidur

Buatlah rutinitas waktu tidur yang bisa membuat Si Kecil rileks dan merasa senang. Misalnya, bila Si Kecil lebih nyaman tidur di bawah jam 9 malam, pastikan ia tidak tidur lebih larut setiap harinya. Hal ini kemungkinan besar dapat membantu meredakan kecemasannya.

6. Hindari menakut-nakuti anak untuk tidur

Terkadang orang tua atau orang di sekitar anaklah yang merangsang imajinasi anak akan hal-hal yang mengerikan, hingga akhirnya timbul ketakutan dalam diri anak. “Ayo tidur, kalau tidak mau nanti diculik hantu.” Kata-kata seperti ini harus dihindari, ya, Bun.

7. Pastikan Si Kecil membaca atau menonton tayangan sesuai usianya

Jangan biarkan Si Kecil membaca atau menonton tayangan yang melebihi usianya, apalagi hal itu merupakan sesuatu yang menyeramkan. Bunda juga dapat memanfaatkan berbagai buku yang isinya mengajak anak untuk tidak takut gelap.

8. Ganti perlengkapan kamar yang kurang sesuai

Sebisa mungkin Bunda perlu mengganti perlengkapan di kamar Si Kecil yang menimbulkan imajinasi buruk, seperti tirai gelap, hiasan, boneka, atau mainan yang terlihat menakutkan.

9. Ajak Si Kecil aktif bergerak

Memastikan Si Kecil aktif bergerak pada siang hari adalah salah satu cara untuk membantu meredakan kecemasannya. Selain itu, ia juga akan lebih lelah pada sore hari, sehingga tidurnya akan lebih nyenyak pada malam hari.

10. Jangan lupa berikan pujian

Bunda, jangan lupa memuji atau sesekali memberikan hadiah setiap kali Si Kecil dapat mengatasi rasa takutnya. Misalnya, dengan membuat sarapan atau bekal favoritnya. Hal ini akan membuatnya semakin bersemangat dan percaya diri. Dengan begitu, Si Kecil bisa melalui ketakutannya dengan baik.

Ketakutan anak akan gelap penting untuk segera ditangani, karena takut gelap mungkin saja bisa membuat kualitas dan jam tidur anak terganggu. Bahkan, pada beberapa anak, ketakutan ini bisa menyebabkan gejala kecemasan atau depresi.

Bila ketakutan yang dialami Si Kecil semakin terlihat mengkhawatirkan dan tak kunjung hilang, Bunda bisa memeriksakan kondisinya ke psikolog anak untuk mendapat penanganan yang tepat.