Kutu rambut dapat mengganggu siapa saja, termasuk ibu hamil (bumil). Hanya saja, Bumil perlu lebih berhati-hati saat mencoba mengatasinya. Pasalnya, ada beberapa obat yang tidak aman untuk ibu hamil, lho! Yuk, ketahui cara yang aman untuk mengatasi kutu rambut saat hamil.

Kutu rambut memang lebih umum ditemui pada anak-anak. Meski begitu, Bumil juga bisa mengalaminya. Kondisi ini bisa dikenali dengan rasa gatal di kepala, hingga penampakan kutu berjalan atau telur kutu di kulit kepala.

Ini Cara Mengatasi Kutu Rambut saat Hamil yang Aman - Alodokter

Kondisi ini mudah menular lewat kontak langsung dengan rambut penderita kutu, atau melalui pemakaian bersama benda-benda yang menempel di kepala, seperti sisir, aksesoris rambut, topi, bantal, dan handuk, dengan penderita kutu rambut.

Cara Mengatasi Kutu Rambut saat Hamil secara Alami

Nah, untuk mengatasi kutu rambut dengan aman, berikut ini ada beberapa cara alami yang bisa Bumil lakukan:

1. Menyisir rambut dengan sisir serit

Pertama, Bumil bisa mencoba mengatasi kutu rambut menggunakan sisir bergigi rapat atau biasa disebut sisir serit. Gunakanlah sisir ini pada rambut yang masih basah, misalnya setelah keramas atau setelah menggunakan pelembap (conditioner).

Selanjutnya, sisirlah rambut secara menyeluruh, mulai dari kulit kepala hingga ujung rambut. Lakukan penyisiran menyeluruh ini setidaknya 2 kali agar kutu tertangkap di sisir serit.

Sesi penyisiran ini sebaiknya dilakukan sebanyak 3 kali dalam seminggu selama 2 minggu, atau hingga Bumil tidak lagi menemukan kutu di kulit kepala. Jangan lupa juga untuk selalu mencuci sisir serit hingga bersih setelah menggunakannya, ya.

2. Memanfaatkan minyak esensial dan bahan-bahan alami

Minyak esensial, seperti minyak tea tree dan minyak kayu putih, bisa digunakan untuk mengatasi kutu rambut saat hamil. Meski begitu, sebelum Bumil menggunakan minyak esensial, sebaiknya lakukan uji alergi terlebih dulu.

Caranya, oleskan sedikit minyak di punggung tangan selama beberapa saat dan tunggu apakah timbul reaksi alergi, seperti kulit menjadi merah atau gatal. Bila tidak muncul reaksi alergi, Bumil bisa menggunakan minyak esensial dengan cara berikut:

  • Campur 15-20 tetes minyak esensial dengan 30 ml minyak zaitun, dan aduk rata.
  • Oleskan campuran minyak tersebut ke seluruh kulit kepala dan rambut, lalu diamkan selama 12 jam.
  • Bumil bisa menggunakan penutup rambut (shower cap) bila ingin tidur.
  • Sisir rambut, kemudian keramas hingga bersih.

Selain minyak esensial, mentega dan minyak almond juga bisa Bumil gunakan dengan cara yang sama.

Namun perlu diingat, bahan-bahan ini hanya melemahkan kutu sehingga lebih mudah terlepas dari rambut. Oleh karena itu, tahap menyisir dengan sisir serit tetap perlu dilakukan meski sudah menggunakan minyak esensial.

3. Membersihkan semua barang pribadi serta perabotan rumah

Cara ini perlu dilakukan untuk meminimalkan risiko penularan, baik dari orang lain ke Bumil ataupun sebaliknya. Bumil disarankan untuk membersihkan semua perabotan rumah dan mencuci bersih semua benda yang kontak dengan rambut, mulai dari sisir, sarung bantal, seprai, handuk, boneka, pakaian, hingga helm.

Pilihan Obat untuk Mengatasi Kutu Rambut pada Ibu Hamil

Bila cara-cara alami tadi tidak membuahkan hasil, Bumil bisa menggunakan obat-obatan di bawah ini. Meski begitu, obat hanya digunakan ketika Bumil atau orang di sekeliling Bumil memang melihat ada kutu bergerak atau telur kutu di kulit kepala atau rambut Bumil.

Obat yang dijual bebas

Ada berbagai losion dan spray untuk mengatasi kutu rambut yang dijual bebas tanpa resep. Produk dengan kandungan permethrin, dimethicone, dan mentol masih dianggap aman untuk digunakan oleh ibu hamil, selama manfaatnya dinilai lebih besar daripada risikonya.

Biasakan untuk membaca secara teliti keterangan pada kemasan produk. Cek apakah ada kondisi tertentu yang tidak dianjurkan untuk menggunakan produk tersebut, dan apakah kehamilan termasuk di antaranya. Bila tidak ada keterangan apa pun pada kemasan, maka sebaiknya konsultasikan dulu pada dokter.

Selanjutnya, Bumil perlu menggunakan obat oles sesuai dengan petunjuk pemakaian pada kemasan agar hasilnya efektif dan tidak menimbulkan efek samping.

Obat dengan resep dokter

Bumil perlu berkonsultasi dengan dokter bila ingin menggunakan obat untuk kutu rambut saat hamil. Pasalnya, ada beberapa obat atau produk yang berbahaya untuk ibu hamil, yaitu jika mengandung lindane atau ivermectin. Kedua zat ini dinilai bisa menyebabkan kecacatan janin.

Kutu rambut memang umumnya bukanlah suatu kondisi yang berbahaya, namun bila dibiarkan, bisa memicu infeksi akibat luka garukan pada kulit kepala. Selain itu, Bumil juga berisiko menularkannya ke anggota keluarga lain yang tinggal serumah.

Jadi, jangan sepelekan kutu rambut. Bila perlu, Bumil bisa berkonsultasi dengan dokter mengenai pencegahan dan penanganan kutu rambut pada ibu hamil, serta cara penggunaan obat kutu rambut yang aman