Ada beragam cara untuk mengobati stres, mulai dari yang sederhana hingga dengan obat-obatan medis. Stres bisa dapat menimbulkan masalah pada kesehatan mental maupun fisik. Agar hal tersebut tidak terjadi, cobalah beragam obat stres berikut ini.

Tidak selamanya stres itu buruk, karena ada juga stres yang bisa menjadi pemicu untuk kembali semangat dalam bekerja. Stres yang Anda rasakan ketika ditugaskan menangani sebuah proyek di kantor, misalnya, tergolong ke dalam stres yang baik dan biasanya hanya bersifat sementara.

Ini Dia Obat Stres yang Patut Anda Coba - Alodokter

Sedangkan stres yang tergolong buruk adalah stres jangka panjang yang bisa berujung pada depresi. Faktor pemicu stres jangka panjang ini antara lain bullying, masalah dalam hubungan antar pribadi atau keluarga, kesulitan belajar, masalah dalam pekerjaan, hingga kematian orang terdekat.

Pilihan Obat Stres yang Patut Dicoba

Cobalah untuk mengatasi stres dengan cara sederhana terlebih dahulu, seperti melakukan teknik pernapasan tertentu atau melepas tawa dengan orang terdekat. Jika stres masih belum bisa teratasi atau makin parah, terapi atau pengobatan medis perlu Anda pertimbangkan.

Cara sederhana

Beberapa “obat stres” sederhana yang bisa Anda coba untuk mengatasi stres adalah:

  • Tertawa
    Tertawa telah dikenal sebagai obat stres terbaik yang juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Dengan tertawa, Anda secara tidak langsung melancarkan sirkulasi darah, merilekskan otot-otot, menurunkan stres, dan juga meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
    Jika kamu merasa stres, kamu bisa mencari hiburan yang bisa membuatmu tertawa, seperti menonton komedi atau sekadar berkumpul dengan teman-teman.
  • Bernafas dalam-dalam
    Saat stres, kamu bisa mengalami pusing, jantung berdebar-debar, sesak napas, bahkan peningkatan tekanan darah. Bernafas dalam-dalam terbukti bisa mengaktifkan sistem syaraf yang berperan dalam “menenangkan” tubuh dan mengurangi keluhan-keluhan tadi. Selain itu, teknik pernapasan ini juga bisa mengalihkan pikiran Anda dari hal-hal buruk yang bisa memicu munculnya stres.
  • Tidur yang cukup
    Obat stres lain yang patut Anda pertimbangkan adalah tidur yang cukup. Tidur dapat membantu Anda memperbaiki suasana hati, meningkatkan energi, dan juga menyegarkan tubuh. Buatlah suasana kamar atau tempat tidur senyaman mungkin dan tentukan waktu tidur yang sama setiap harinya.
  • Olahraga
    Olahraga terbukti bisa menurunkan produksi hormon stres di dalam darah tubuh. Bukan hanya itu, rutin berolahraga juga bisa memperbaiki suasana hati, memperbaiki kualitas tidur, dan meningkatkan kebugaran tubuh.

Psikoterapi

Bila cara sederhana di atas tidak cukup efektif untuk mengatasi stres, Anda bisa memilih metode lain. Salah satunya adalah psikoterapi. Jenis psikoterapi yang bisa Anda pilih untuk mengobati stres adalah:

Psikoterapi secara sederhana adalah curhat dengan psikolog. Setelah itu, psikolog akan memberikan saran atau pendapat atas hal-hal yang Anda kemukakan dengan tujuan membentuk pola pikir serta sikap Anda dalam menanggapi stres atau beradaptasi terhadap keadaan yang menyebabkan Anda stres.

Obat-obatan medis

Pada kondisi stres berat yang sudah menimbulkan gangguan mental dan fisik, diperlukan obat-obatan untuk mengendalikannya. Obat-obatan yang bisa dipakai sebagai obat stres antara lain:

  • Fluoxetine
  • Alprazolam
  • Sertraline
  • Lorazepam

Perlu diingat bahwa obat-obatan tersebut tidak boleh digunakan secara sembarangan dan penggunaanya harus di bawah pengawasan dokter. Anda juga harus menjalani pemeriksaan dan wawancara dengan dokter sebelum dinilai memang membutuhkan pengobatan.

Stres adalah bagian dari hidup dan pasti akan dialami semua orang. Namun, kita bisa mengendalikan bagaimana tubuh dan mental kita dalam menghadapinya. Jika bisa dihadapi dengan positif, stres justru bisa jadi pemicu untuk Anda semakin berkembang dan menjadi lebih baik.

Namun, tidak sedikit pula stres yang bisa sampai mengganggu keseharian dan menghambat Anda untuk berkembang menjadi lebih baik. Pada kondisi ini, Anda mungkin memerlukan obat stres dari dokter. Jadi, jangan ragu berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater, ya.