Saat hamil, penting memerhatikan kenaikan berat badan yang cukup. Sebagian wanita hamil mengalami kesulitan meningkatkan berat badan, hingga dapat menimbulkan dampak gangguan kesehatan pada bayi di dalam kandungan.

Kenaikan berat badan normal selama hamil yaitu sekitar 11-16 kilogram (kg). Ibu hamil umumnya dapat mengalami kenaikan berat badan 2-4 kg di trimester pertama. Kemudian, kenaikan berat badan sekitar 0,5–1,5 kg setiap minggu hingga menuju kelahiran. Jika berat badan tidak naik sesuai dengan yang seharusnya, ada kemungkinan hal itu dapat menimbulkan gangguan kesehatan pada ibu dan bayi. Termasuk risiko kelahiran prematur, hingga berat badan lahir rendah pada bayi.

Ini Penyebab Berat Badan Ibu Hamil Sulit Naik dan Cara Mengatasinya - Alodokter

Penyebab Berat Badan Sulit Naik Saat Hamil

Salah satu penyebab sulitnya meningkatkan berat badan saat hamil adalah ibu mengalami kekurangan berat badan sejak sebelum hamil. Selain itu, ada beberapa faktor yang juga bisa menghambat kenaikan berat badan pada ibu hamil, di antaranya:

  • Mual dan muntah

Meski cukup wajar terjadi pada masa awal kehamilan, mual muntah yang berlebihan selama hamil, bisa menyebabkan penurunan berat badan ibu hamil.

  • Kurang konsumsi makanan sehat

Ibu hamil yang jarang mengonsumsi makanan sehat dengan pola nutrisi seimbang dan tidak memiliki waktu makan yang teratur, akan lebih sulit mengalami kenaikan berat badan.

  • Terjadi infeksi

Infeksi pada ibu hamil yang tidak diobati, seperti infeksi saluran kemih atau infeksi pada rahim.

  • Mengalami gangguan emosional

Ibu yang mengalami masalah atau tekanan secara emosional dapat mengalami kesulitan meningkatkan berat badan.

  • Genetik atau turunan

Faktor genetik atau turunan dari keluarga juga bisa membuat seseorang sulit menaikkan berat badan dengan cukup saat hamil.

Tips Mendapatkan Berat Badan Ideal Saat Hamil

Untuk mengurangi risiko yang mengancam ibu dan bayi akibat berat badan rendah saat hamil, berikut tips yang dapat dilakukan untuk meningkatkan berat badan:

  • Mengonsumsi makanan sehat, seperti sayuran dan buah. Selain itu, ibu hamil dapat mengonsumsi lebih banyak makanan yang kaya akan lemak baik, seperti kacang, ikan, alpukat, dan minyak zaitun.
  • Memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh dengan mengonsumsi camilan sehat, 5-6 kali sehari, seperti kacang-kacangan, kismis, keju, keripik buah, yoghurt, atau es krim.
  • Menambah porsi minum susu atau bisa juga dengan mencampurkan susu pada menu sehari-hari, seperti telur dadar atau sereal.
  • Suplemen protein dipercaya mampu memperbaiki kondisi ibu hamil dengan berat badan rendah. Untuk mengonsumsi suplemen protein, maupun suplemen lain saat kehamilan, sebaiknya melalui rekomendasi dokter, agar jenis dan dosisnya dapat disesuaikan dengan kondisi kehamilan.

Ibu hamil dapat mencatat makanan apa saja yang dikonsumsi, untuk memastikan kecukupan kalori dan nutrisi. Hal ini juga dapat membantu ibu hamil mengetahui saat kekurangan konsumsi makanan.

Jika ibu hamil masih merasa sulit menambah berat badan setelah melakukan tips di atas, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk memantau kenaikan berat badan, serta menemukan solusi yang efektif dan sesuai.