Mata Si Kecil merah, perih, berair, dan ia sering mengucek matanya karena terasa gatal? Bisa jadi Si Kecil sedang terkena infeksi mata. Bunda jangan panik dulu. Yuk, cari tahu penyebab dan pengobatan infeksi mata pada anak di sini!

Infeksi mata bisa dialami oleh siapa saja, termasuk anak-anak. Penyebab infeksi mata adalah virus, bakteri, atau jamur, yang biasanya masuk ke mata melalui tangan yang kotor.

Ini Penyebab dan Cara Mengatasi Infeksi Mata pada Anak - Alodokter

Kenali Penyebab Infeksi Mata pada Anak

Beda penyebab infeksi mata, beda pula cara mengatasinya. Berikut adalah penjelasannya ya, Bun.

1. Bakteri

Infeksi mata pada anak akibat bakteri dapat menyebabkan konjungtivitis (bacterial conjunctivitis), keratitis, blefaritis, selulitis mata atau orbita, dan bintitan. Umumnya, penyakit-penyakit ini ditandai dengan mata merah, gatal, nyeri, belekan, kelopak mata bengkak, dan kadang lengket oleh belek.

Infeksi mata akibat bakteri bisa diobati dengan obat tetes atau salep mata yang mengandung antibiotik. Obat ini harus dibeli dengan resep dokter dan dipakai sesuai anjuran dokter. Jangan menghentikan penggunaan obat antibiotik lebih cepat dari waktu yang telah disarankan dokter, meski gejala sudah membaik.

Untuk membantu meredakan bintitan, Bunda bisa mengompres mata Si Kecil dengan kain bersih yang telah direndam dalam air hangat. Kompres area matanya selama kurang lebih 20 menit, dan lakukan beberapa kali sehari agar bintil di kelopak mata Si Kecil segera kempes.

2. Virus

Contoh penyakit mata yang disebabkan oleh virus adalah konjungtivitis (viral conjunctivitis), uveitis, dan herpes mata (ocular herpes). Infeksi virus pada mata umumnya menimbulkan gejala berupa mata berair, perih, nyeri, penglihatan kabur, dan lebih sensitif terhadap cahaya.

Infeksi mata pada anak akibat virus umumnya akan sembuh sendiri dalam waktu 7-10 hari. Obat-obatan yang diberikan oleh dokter biasanya hanya untuk meredakan gejala. Selain dengan obat, Bunda juga bisa meringankan gejalanya dengan mengompres mata Si Kecil.

3. Jamur

Infeksi mata oleh jamur dapat menyebabkan endoftalmitis dan juga keratitis (fungal keratitis). Gejalanya berupa nyeri pada mata, mata merah, penglihatan menjadi kabur, sensitif terhadap cahaya, mata berair, dan juga belekan.

Beberapa jenis jamur yang bisa menyebabkan infeksi mata pada anak adalah:

  • Fusarium (jamur yang hidup di tanah dan tanaman)
  • Aspergillus (jamur yang hidup di lingkungan dalam dan luar ruangan)
  • Candida (jamur yang hidup di lapisan kulit manusia)

Infeksi mata akibat jamur sangat jarang terjadi. Namun, bila tidak segera diobati, bisa menjadi infeksi yang serius, bahkan dapat menyebabkan kebutaan.

Pengobatan infeksi mata ini harus dengan obat antijamur, dan bentuk obatnya bisa bermacam-macam. Ada obat antijamur yang diteteskan ke mata, diminum, atau disuntikkan langsung ke mata.

Pengobatan infeksi jamur pada mata bisa memakan waktu berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan. Jika infeksinya sudah sangat parah, kemungkinan dokter akan melakukan operasi mata.

4. Parasit

Infeksi mata juga bisa disebabkan oleh parasit. Parasit adalah organisme yang hidup pada organisme lain sebagai inang. Dengan menjadi parasit, organisme ini menerima nutrisi dari yang ditumpanginya.

Parasit penyebab penyakit mata dibagi menjadi tiga, yakni protozoa, cacing, dan ektoparasit. Parasit-parasit ini bisa menyebabkan acanthamoebiasis, toksoplasmosis, loiasis, gnathostomiasis, onchocerciasis, dan toksocariasis.

Parasit biasanya masuk ke tubuh anak melalui kulit atau mulut. Infeksi mata yang disebabkan oleh parasit tidak selalu menimbulkan gejala. Bila timbul gejala, biasanya berupa gatal atau nyeri pada mata, mata merah, berair, pandangan kabur, sensitif terhadap cahaya, serta belekan di area kelopak mata dan bulu mata.

Contoh obat untuk mengatasi infeksi mata akibat parasit adalah pirimetamin, diethylcarbamazine, dan ivermectin. Obat-obat ini ada yang digunakan dengan cara diminum, ada juga yang dioleskan ke mata. Pada infeksi mata oleh cacing, kadang dokter harus mengeluarkan cacing dari mata terlebih dahulu sebelum memberikan obat.

Infeksi mata pada anak mudah sekali menular, terutama yang disebabkan oleh virus. Dengan mengetahui apa saja penyebabnya, Bunda jadi bisa lebih berhati-hati agar Si Kecil tidak tertular. Sebagai pencegahan, ajarkan Si Kecil untuk selalu mencuci tangan dan jauhkan ia dari penderita sakit mata.

Bila Bunda harus membersihkan mata Si Kecil, usahakan untuk menggunakan handuk atau tisu bersih. Bunda juga dianjurkan untuk rutin mencuci sprei dan sarung bantal yang digunakan Si Kecil, setidaknya seminggu sekali, agar tidak menjadi sarang organisme penyebab infeksi mata pada anak. Selain itu, jangan lupa untuk rutin memeriksakan mata Si Kecil ke dokter mata ya, Bun!