Nyeri pada tulang kering biasa dialami oleh mereka yang suka berlari, menari, bermain bola basket, sepak bola, tenis, dan beberapa olahraga berat lainnya. Kondisi ini umumnya tidak serius, tapi sebaiknya tetap ditangani dengan baik agar tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.

Rasa nyeri pada tulang kering umumnya muncul di sepanjang tulang yang berada di bagian depan kaki. Kondisi ini sering ditandai dengan beberapa gejala seperti otot kaki terasa nyeri, muncul rasa nyeri di bagian dalam kaki, area tulang kering tampak memar, atau kaki mengalami mati rasa dan terasa lemas.

Ini Solusi Atasi Tulang Kering Sakit Setelah Olahraga - Alodokter

Penyebab Nyeri pada Tulang Kering

Nyeri pada tulang kering atau shin splints kemungkinan disebabkan oleh peradangan akibat cederanya jaringan lunak di tungkai bawah bagian depan. Peradangan dan cedera tersebut bisa terjadi jika tulang kering mendapat terlalu banyak tekanan atau jika kaki menapak secara berlebihan ketika menyentuh tanah.

Nyeri tulang kering ini bisa dirasakan saat Anda melakukan aktivitas berat, seperti melakukan olahraga yang membutuhkan gerakan berlari dan berhenti secara tiba-tiba. Contohnya saat bermain basket dan tenis. Rasa sakit di tulang kering ini terkadang bisa terjadi secara konstan dan menjadi parah di daerah yang sensitif.

Tergantung pada penyebab pastinya, rasa sakit bisa terletak di sepanjang kedua sisi tulang kering atau pada otot. Jika disentuh, tentu akan terasa sakit. Otot yang membengkak terkadang dapat membuat saraf di kaki mengalami iritasi hingga membuat kaki terasa  seperti ditusuk banyak jarum, atau sebaliknya mati rasa.

Mengatasi Nyeri pada Tulang Kering

Nyeri tulang kering umumnya bisa sembuh dengan sendirinya. Untuk mempercepat penyembuhan, Anda bisa melakukan beberapa langkah sederhana, seperti:

  • Mengistirahatkan kaki
    Ketika tulang kering terasa nyeri, beristirahatlah sambil meregangkan otot betis dan bagian depan kaki. Jika rasa nyeri yang dirasakan cukup parah, sebaiknya istirahat total setidaknya selama 2-3 minggu.
  • Mengompres dengan es batu
    Meletakkan es batu di tulang kering atau bagian yang terasa nyeri selama 10 menit setiap 3 atau 4 jam sekali mampu meringankan bengkak dan rasa sakit. Lakukan hal itu secara berulang selama beberapa hari.
  • Minum obat penghilang rasa sakit
    Minum obat analgesik antiinflamasi untuk membantu mengatasi rasa sakit dan pembengkakan. Agar aman, konsultasi ke dokter terlebih dulu untuk mengetahui dosis yang tepat.
  • Mengurangi aktivitas berat
    Agar rasa nyeri di tulang kering tidak bertambah parah, sebaiknya Anda mengurangi intensitas aktivitas yang berat. Beberapa olahraga yang tetap dapat Anda lakukan termasuk bersepeda, yoga, atau berenang yang tidak memberi tekanan berat pada kaki.

Jika rasa nyeri di tulang kering tidak kunjung hilang, makin bertambah parah atau menimbulkan gejala yang jauh lebih mengganggu, dokter bisa menyarankan pasien untuk menjalani operasi fasciotomi. Prosedur ini menjadi pilihan terakhir jika beberapa pengobatan sebelum tidak berhasil.

Untuk mencegah agar tidak mengalami cedera dan tulang kering terasa nyeri, sebaiknya Anda berolahraga dengan menggunakan sepatu yang pas dan nyaman, menghindari olahraga di permukaan tanah yang keras dan tidak rata, melakukan pemanasan sebelum berolahraga, serta melakukan peregangan setelahnya.

Meski sebagian nyeri tulang kering tergolong ringan, namun sebaiknya jangan menyepelekan nyeri tulang kering yang Anda rasakan. Jika Anda terus berolahraga dan mengabaikan rasa sakit yang diderita, nyeri bisa semakin parah hingga membuat Anda harus berhenti berolahraga sama sekali. Segera konsultasi ke dokter untuk penanganan yang tepat.