Hubungan pertemanan memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari. Sama seperti hubungan lainnya, hubungan pertemanan juga bisa berjalan sehat maupun tidak. Oleh karena itu, penting bagimu untuk tahu apa saja tanda yang ada dalam lingkaran pertemanan yang sehat.

Pertemanan dan persahabatan yang sehat bisa menjadi sumber kebahagiaan, kasih sayang, dan dukungan yang luar biasa. Namun sayangnya, tidak semua lingkaran pertemanan bisa membawa manfaat tersebut. Beberapa lingkaran pertemanan justru bisa membawa dampak yang buruk, seperti memicu stres berlebih.

Ini Tanda Kamu Berada dalam Lingkaran Pertemanan Sehat - Alodokter

Oleh sebab itu, kamu perlu mengenali beragam tanda lingkaran pertemanan yang sehat, sehingga kamu tidak akan terjebak dalam hubungan pertemanan yang toxic.

Tanda-Tanda Lingkaran Pertemanan yang Sehat

Di bawah ini adalah beberapa hal yang bisa menjadi tanda bahwa kamu berada dalam lingkungan pertemanan yang sehat:

1. Tidak ragu untuk berbagi

Meski berada dalam satu lingkaran pertemanan, tetapi setiap orang bisa saja lho memiliki nilai, keyakinan, tujuan, maupun gaya hidup yang berbeda-beda.

Nah, jika teman-temanmu bisa mengerti, menerima, dan menghormati perbedaan-perbedaan tersebut, ini merupakan tanda pertama bahwa kamu berada dalam lingkaran pertemanan yang sehat.

Hal tersebut biasanya tercermin dari tidak adanya perasaan ragu atau takut untuk berbagi mengenai semua hal dengan temanmu, baik hal yang kecil, besar, baik, maupun buruk.

2. Mendukung kesuksesanmu

Cara lain yang juga efektif untuk mencari tahu apakah kamu berada dalam lingkungan pertemanan yang sehat atau tidak adalah dengan melihat reaksi teman-temanmu saat kamu berhasil mencapai suatu hal dalam hidupmu. Misalnya, jika kamu mendapat beasiswa maupun menikah dengan orang yang kamu cintai.

Bila temanmu ikut merayakan dan dengan tulus memberi selamat atas kesuksesanmu, ini artinya kamu berada dalam lingkup pertemanan yang sehat. Sebaliknya, jika kamu justru merasa temanmu tidak suka atau cemburu akan pencapaianmu, hati-hati ya, karena ini merupakan salah satu tanda teman toxic.

3. Nyaman menjadi diri sendiri

Tanda lingkaran pertemanan sehat lainnya adalah apabila kamu merasa nyaman untuk menjadi dirimu sendiri saat bersama teman-temanmu.

Sebaliknya, bila kamu berada dalam lingkar pertemanan yang tidak sehat, kemungkinan kamu akan menunjukkan banyak kepura-puraan. Ini karena kamu merasa tidak nyaman untuk menunjukkan kepribadian, minat, dan pendapatmu secara jujur.

4. Banyak kenangan indah

Dalam lingkaran pertemanan yang sehat, kamu biasanya juga memiliki banyak kenangan indah bersama temanmu. Ingat, ini bukan berarti pertemanan yang sehat tidak bisa memiliki masalah sama sekali ya, karena setiap hubungan, termasuk hubungan pertemanan, pasti memiliki permasalahannya masing-masing, kok.

Akan tetapi, bila kamu berada dalam lingkaran pertemanan yang sehat, masalah atau momen-momen buruk akan dengan mudah dikalahkan dengan berbagai kenangan yang lebih indah.

5. Mendukung lingkaran pertemananmu yang lain

Kamu pasti memiliki lebih dari satu lingkaran pertemanan, bukan? Mulai dari teman sekolah, teman kerja, hingga mungkin kelompok pertemanan lainnya.

Jika kamu berada dalam lingkaran pertemanan yang sehat, teman-temanmu seharusnya tidak akan membatasimu untuk berteman dengan kelompok lain, selama kelompok tersebut tidak merugikanmu atau orang lain. Lingkaran pertemanan yang sehat justru akan mendukung hubunganmu dengan teman-temanmu yang lain.

Nah, itulah beberapa tanda yang bisa kamu perhatikan untuk mengenali apakah hubungan pertemananmu sehat atau justru termasuk ke dalam hubungan pertemanan yang toxic.

Apabila kamu sudah berada dalam lingkaran pertemanan yang sehat, pertahankanlah tanda-tanda yang sudah disebutkan sebelumnya. Namun, bila tidak, kamu bisa coba untuk membicarakan dengan teman-temanmu mengenai hal yang mengganggu atau tidak kamu sukai dari lingkaran pertemananmu tersebut.

Apabila kamu merasa tidak mampu menghadapi lingkaran pertemanan yang toxic, jangan ragu juga untuk curhat dan meminta bantuan ya, misalnya kepada keluarga atau bahkan psikolog.