Umumnya orang dewasa butuh waktu tidur selama 7-8 jam tiap malam agar tubuh tetap fit. Namun, mereka yang mengalami gangguan tidur bisa tidur hingga lebih dari 8 jam atau justru kurang dari 7 jam. Beragam efek buruk kesehatan dapat mengintai penderita gangguan tidur.

Gangguan tidur dapat timbul dalam berbagai bentuk, seperti kesulitan untuk tertidur maupun mempertahankan kondisi tidur (insomnia), tertidur tanpa mengenal waktu dan tempat (narkolepsi), maupun sleep apnea.

Jangan Abaikan Gangguan Tidur, Ini Efek Buruknya! - Alodokter

Gangguan tidur bisa disebabkan oleh banyak hal, seperti kondisi psikis akibat stres, depresi, gangguan kecemasan, maupun kondisi fisik berupa gangguan pernapasan, seperti asma, alergi, atau pilek. Bisa juga karena pengaruh minuman alkohol dan kondisi lingkungan sekitar saat hendak tidur. Proses penuaan, gaya hidup, dan pola tidur sehari-hari juga bisa memengaruhi. Kurangnya kualitas tidur, akan menyebabkan Anda terbangun dengan kondisi tubuh lelah dan sering mengantuk pada siang hari.

Mengenali Efek Buruk Gangguan Tidur

Gangguan tidur yang hanya terjadi sesekali sebenarnya tidak akan berdampak buruk bagi kesehatan, namun Anda harus waspada jika kondisi ini terjadi berulang-ulang dan berkepanjangan.

Berikut adalah risiko kesehatan yang dapat Anda alami akibat gangguan tidur:

  • Penuaan
    Ketika kurang tidur, tubuh akan melepaskan hormon stres bernama kortisol yang bisa memecah kolagen, protein yang menjaga kulit tetap elastis dan halus. Hasilnya, kebanyakan orang yang kurang tidur secara terus menerus mengalami kulit pucat, lingkaran hitam di bawah mata, garis-garis halus pada wajah, dan kulit tidak cerah.
  • Obesitas
    Kurang tidur bisa membuat berat badan Anda bertambah. Menurut penelitian, orang yang memiliki gangguan tidur cenderung memiliki nafsu makan dan rasa lapar yang lebih tinggi. Mereka juga cenderung mengonsumsi makanan dengan kadar lemak dan karbohidrat tinggi. Selain itu, kemungkinan tubuh juga jadi mudah merasa lelah sehingga malas olahraga.
  • Depresi
    Hubungan antara depresi dan gangguan tidur sangat erat. Kurang tidur bisa memicu depresi, sementara depresi juga bisa membuat Anda sulit tidur. Gangguan tidur paling umum yang dapat memicu depresi adalah insomnia.
  • Penurunan sistem imun
    Kurang tidur membuat sistem kekebalan tubuh Anda melemah. Hasilnya, Anda lebih mudah terserang penyakit. Menurut penelitian, orang yang tidur 7 jam atau kurang tiap malamnya lebih mudah terserang pilek ketimbang yang tidur 8 jam.
  • Daya ingat menurun
    Saat tidur dengan nyenyak, otak akan memproses dan menguatkan ingatan Anda. Ingatan cenderung lebih sulit tersimpan dengan baik ketika Anda mengalami kurang tidur. Selain itu, kurangnya kualitas maupun kuantitas tidur juga dapat memengaruhi daya konsentrasi Anda, sehingga sulit untuk mengolah informasi dan mengingat.
  • Sulit berpikir jernih
    Jika Anda tidak mendapatkan waktu dan kualitas tidur yang cukup, maka fungsi kognitif serta kemampuan dalam pengambilan keputusan Anda akan menurun. Di samping itu, kurang tidur sepertinya juga membuat Anda teledor, seperti lupa membawa dompet atau ponsel.
  • Gairah seks menurun
    Baik pada pria maupun wanita, kurang tidur dapat menurunkan libido dan keinginan untuk melakukan hubungan seksual. Tidak hanya itu, sebuah penelitian menyebutkan bahwa pria yang mengalami sleep apnea, dapat mengalami penurunan kadar testosteron, akibat terhentinya pernapasan beberapa kali selama tidur.
  • Kesuburan terganggu
    Produksi hormon reproduksi akan menurun ketika Anda mengalami gangguan tidur yang berkepanjangan. Jadi, jika ingin cepat punya anak, upayakan untuk tidur nyenyak dengan durasi yang cukup.

Di samping itu, gangguan tidur bisa meningkatkan risiko terkena beberapa penyakit serius, seperti diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, serangan jantung, gagal jantung, atau stroke. Sebaiknya, periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami gangguan tidur atau merasa sulit untuk tidur dengan nyenyak. Dokter mungkin akan melakukan sleep study untuk mengetahui penyebab pastinya, sehingga bisa memberikan penanganan yang sesuai dengan gangguan tidur yang Anda alami.