Bagi pasangan yang ingin sekali mendapatkan momongan namun tak kunjung datang, mungkin terapi kesuburan adalah pilihan yang tepat. Terlebih bila usia wanita sudah melebihi 35 tahun.

Ada banyak teknik terapi kesuburan yang bisa dilakukan saat menjalani program hamil bagi pasangan yang mengalami masalah infertilitas. Penentuan teknik mana yang tepat akan disesuaikan kepada penyebab infertilitas yang diderita oleh kedua pasangan atau salah satu pasangan.  Selain itu, penentuan terapi kesuburan juga tergantung kepada riwayat kesehatan seseorang dan usianya.

Terapi Kesuburan sesuai Prosedur Medis - Alodokter

Jenis Terapi Kesuburan dalam Program Hamil

Secara umum, terapi kesuburan dibagi menjadi tiga jenis. Yang pertama adalah terapi kesuburan dengan menggunakan obat-obatan. Terapi kedua adalah dengan prosedur bedah. Cara terakhir yang bisa dilakukan adalah dengan cara inseminasi buatan dan bayi tabung.

  • Terapi melalui obat-obatan

Obat-obatan yang digunakan untuk membantu menyukseskan program hamil melalui terapi kesuburan adalah clomifene. Obat ini berfungsi mendorong pelepasan sel telur terjadi secara teratur. Obat-obatan ini diberikan kepada perempuan yang mengalami proses ovulasi tidak teratur atau tidak bisa berovulasi sama sekali. Untuk masalah yang sama, tamoxifen mungkin akan dijadikan sebagai obat alternatif oleh dokter.

Selain itu, untuk merangsang ovulasi pada wanita, dapat juga diberikan hormon GnRH (Gonadotrophin-releasing hormon) atau dopamin. Hormon gonadotropin juga dapat diberikan untuk merangsang ovulasi dan bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan pria. Jika wanita tersebut mengalami sindrom ovarium polikistik (PCOS), maka obat yang biasa diberikan adalah metformin. PCOS sendiri biasanya ditandai dengan adanya kista di dalam ovarium, tidak teraturnya ovarium dalam melepaskan sel telur, dan terlalu tingginya kadar hormon androgen dalam tubuh.

  • Terapi kesuburan melalui operasi

Salah satu operasi untuk terapi kesuburan adalah operasi untuk mengatasi masalah di saluran tuba falopi. Operasi ini dilakukan jika saluran sel telur tertutup atau terdapat bekas luka oleh karena penyakit terdahulu seperti infeksi atau radang yang menyebabkan terbentuk jaringan parut di saluran telur.

Operasi juga mungkin dibutuhkan jika terdapat sel-sel dari lapisan rahim tumbuh di area lain dalam tubuh, yang disebut dengan endometriosis. Seorang wanita yang meski telah diberikan obat-obatan untuk mengatasi PCOS namun masih belum kunjung sembuh, juga dapat menjalani prosedur operasi. Operasi untuk mengatasi PCOS biasa disebut sebagai diatermi ovarium.

Masalah lain yang mengganggu kesuburan seorang wanita dan bisa ditangani dengan operasi adalah fibroid atau miom. Operasi menghilangkan fibroid akan dipertimbangkan jika penyebab infertilitas lainnya tidak bisa ditemukan.

Tindakan operasi dalam terapi kesuburan bisa juga dilakukan pada pria. Hal ini bisa dilakukan ketika sperma terhambat oleh adanya kelainan di dalam epididimis (penyimpan sperma) dalam testis. Operasi juga diperlukan untuk mengatasi varises testis pada pria dengan jumlah sperma abnormal.

Pilihan Metode Program Hamil

Apabila sudah menjalani terapi kesuburan dengan beberapa cara yang sudah disebutkan di atas namun belum juga memperoleh keturunan, Anda mungkin perlu mempertimbangkan untuk mencoba program hamil lainnya.

Salah satu metode program hamil yang dapat dilakukan jika terapi kesuburan tidak membuahkan hasil, yaitu inseminasi buatan atau intrauterine insemination (IUI), yaitu dengan cara memasukkan sperma ke dalam rahim secara langsung pada saat ovulasi.

Prosedur lainnya yang bisa dilakukan adalah dengan program bayi tabung atau metode IVF yang merupakan singkatan dari in vitro fertilisation. Secara garis besar, proses pembuahan melalui IVF dilakukan dengan cara mengambil sel telur dari ovarium, yang kemudian digabungkan dengan sperma untuk pembuahan. Proses ini dilakukan di dalam laboratorium. Embrio yang dihasilkan melalui pembuahan di luar rahim tersebut selanjutnya ditanamkan ke dalam rahim. Selain itu, dapat juga dilakukan penyuntikan sperma secara langsung ke dalam sel telur di laboratorium dan embrio yang dihasilkan dipindahkan ke dalam rahim. Prosedur ini dinamakan intracytoplasmic sperm injection (ICSI).

Jika pasangan hendak melakukan program hamil, pastikan berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter spesialis kandungan guna mendapatkan gambaran yang utuh. Saran dokter juga diperlukan agar pasangan mendapatkan cara yang tepat dan sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing.