Pengobatan infertilitas dapat menjadi pilihan bagi pasangan yang belum mendapatkan kehamilan setelah 12 bulan berhubungan seksual secara rutin tanpa kontrasepsi. Nantinya, pilihan penanganan disesuaikan dengan penyebab infertilitas pada wanita, pria, atau keduanya untuk meningkatkan peluang hamil.

Pemeriksaan infertilitas umumnya dilakukan pada istri dan suami untuk mencari faktor yang mungkin memengaruhi kesuburan. Setelah penyebabnya diketahui, dokter akan menentukan pengobatan infertilitas sesuai kondisi masing-masing pasangan.

Infertilitas, Inilah Pilihan Pengobatan untuk Meningkatkan Peluang Hamil - Alodokter

Pengobatan infertilitas pun tidak selalu harus melalui bayi tabung. Pada kondisi tertentu, perubahan gaya hidup, obat-obatan, atau tindakan medis lainnya dapat menjadi pilihan, tergantung penyebab dan kondisi masing-masing pasangan.

Infertilitas dan Berbagai Pengobatan Sesuai Penyebabnya

Infertilitas dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti gangguan ovulasi atau kualitas sel telur, sumbatan saluran tuba, kelainan pada rahim, gangguan hormon, hingga masalah jumlah atau kualitas sperma.

Pada sebagian pasangan, penyebabnya juga dapat berasal dari kedua pihak atau bahkan belum diketahui secara pasti. Oleh karena itu, pemilihan pengobatan didasarkan pada hasil pemeriksaan kesuburan, usia pasangan, lama waktu mencoba hamil, serta kondisi sel telur, saluran tuba, rahim, dan sperma.

Berikut ini adalah beberapa pilihan pengobatan infertilitas yang umum dilakukan:

1. Perubahan gaya hidup

Menjalani gaya hidup sehat dapat menjadi salah satu langkah untuk mendukung kesuburan sekaligus mempersiapkan tubuh menghadapi kehamilan. Suami dan istri dapat mulai dengan menjaga berat badan tetap sehat, berhenti merokok, membatasi alkohol, tidur cukup, dan rutin berolahraga.

Kebiasaan ini sebaiknya dilakukan bersama karena kesehatan dan kesuburan kedua pasangan dapat berperan dalam peluang terjadinya kehamilan.

2. Berhubungan seksual pada masa subur

Berhubungan seksual di sekitar masa subur dapat membantu memperbesar peluang terjadinya kehamilan. Pasangan dapat berhubungan seksual setiap 1–2 hari selama masa subur, terutama pada beberapa hari sebelum ovulasi dan saat ovulasi.

Jika siklus menstruasi teratur, masa subur dapat diperkirakan berdasarkan siklus menstruasi, meski waktu ovulasi dapat berbeda pada setiap wanita.

3. Obat dan terapi hormonal

Jika infertilitas disebabkan oleh gangguan ovulasi atau pelepasan sel telur, dokter dapat meresepkan obat untuk membantu merangsang ovulasi. Beberapa obat yang dapat digunakan, antara lain letrozole, clomiphene citrate, atau hormon yang diberikan melalui suntikan.

Jenis dan dosis obat akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasangan dan perlu dipantau oleh dokter. Hal ini karena stimulasi ovulasi dapat meningkatkan risiko kehamilan kembar serta sindrom hiperstimulasi ovarium (OHSS), yaitu kondisi ketika ovarium membesar dan terjadi penumpukan cairan di dalam tubuh.

Selain obat pemicu ovulasi, dokter dapat memberikan pengobatan untuk mengatasi gangguan hormon tertentu yang dapat mengganggu kesuburan, seperti kadar prolaktin yang terlalu tinggi atau gangguan fungsi tiroid.

4. Operasi atau tindakan medis tertentu

Jika pemeriksaan ditemukan kelainan pada organ reproduksi yang dapat menghambat terjadinya kehamilan, dokter dapat mempertimbangkan operasi atau tindakan medis tertentu. Misalnya, untuk menangani polip atau miom rahim, jaringan parut, endometriosis, maupun varikokel pada pria.

Tindakan ini bertujuan memperbaiki kondisi yang mengganggu kesuburan dan dapat membantu meningkatkan peluang kehamilan. Namun, manfaatnya tetap bergantung pada penyebab infertilitas dan kondisi masing-masing pasangan.

5. Inseminasi intrauterin (IUI)

Jika pengobatan sebelumnya belum berhasil atau kondisi pasangan memerlukan bantuan untuk mempertemukan sperma dan sel telur, dokter dapat mempertimbangkan inseminasi intrauterin (IUI).

IUI dilakukan dengan memasukkan sperma yang telah diproses ke dalam rahim menggunakan selang tipis, sehingga sperma dapat lebih dekat dengan sel telur saat ovulasi. Prosedur ini dapat menjadi pilihan pada gangguan sperma ringan, gangguan ovulasi tertentu, atau infertilitas yang penyebabnya belum diketahui.

Dokter akan menentukan apakah IUI sesuai berdasarkan hasil pemeriksaan dan kondisi masing-masing pasangan.

6. Bayi tabung (IVF)

Pada kondisi tertentu, dokter dapat menyarankan bayi tabung (IVF), terutama jika terdapat masalah yang membuat pembuahan sulit terjadi secara alami atau metode pengobatan lainnya belum berhasil.

Pada prosedur ini, sel telur dan sperma dipertemukan di laboratorium hingga terbentuk embrio. Embrio yang berkembang kemudian dipindahkan ke dalam rahim dengan harapan dapat menempel dan berkembang menjadi kehamilan.

IVF dapat dipertimbangkan pada beberapa kondisi, seperti sumbatan saluran tuba, gangguan sperma yang berat, endometriosis, serta cadangan atau kualitas sel telur yang menurun. Dokter akan menentukan apakah IVF sesuai berdasarkan penyebab infertilitas, usia, hasil pemeriksaan kesuburan, dan kondisi masing-masing pasangan.

7. Penanganan khusus untuk infertilitas pria

Jika pemeriksaan menunjukkan bahwa infertilitas berkaitan dengan masalah pada sperma, penanganannya akan disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya. Dokter dapat menyarankan perubahan gaya hidup, pemberian obat untuk gangguan hormon, atau operasi untuk menangani varikokel.

Jika jumlah atau pergerakan sperma sangat rendah, dokter dapat mempertimbangkan teknik intracytoplasmic sperm injection (ICSI) sebagai bagian dari prosedur bayi tabung. Pada teknik ini, satu sperma disuntikkan langsung ke dalam sel telur untuk membantu proses pembuahan.

Hal yang Perlu Diperhatikan Selama Pengobatan Infertilitas

Pengobatan infertilitas dapat memerlukan waktu dan beberapa kali pemeriksaan. Agar prosesnya berjalan lebih optimal, pasangan perlu memperhatikan beberapa hal berikut ini:

  • Periksa kesuburan keduanya, karena masalah dapat berasal dari wanita, pria, atau keduanya.
  • Pahami peluang keberhasilan yang dapat dipengaruhi usia, penyebab infertilitas, kualitas sel telur dan sperma, serta lama infertilitas.
  • Perhatikan efek samping pengobatan, seperti kembung, nyeri panggul, kram, atau perdarahan ringan, dan segera konsultasikan jika keluhan berat.
  • Siapkan mental dan biaya, karena program hamil dapat membutuhkan waktu dan lebih dari satu kali terapi.
  • Konsultasikan suplemen atau herbal sebelum mengonsumsinya, karena tidak semua terbukti meningkatkan kesuburan dan sebagian dapat berinteraksi dengan obat.

Pengobatan infertilitas merupakan proses bertahap yang perlu disesuaikan dengan kondisi pasangan. Catat siklus haid, jadwal berhubungan, hasil pemeriksaan, serta obat atau suplemen yang dikonsumsi untuk membantu dokter menentukan penanganan yang tepat. Selama menjalani terapi, tetap jaga pola hidup sehat dan saling mendukung agar kesehatan fisik dan mental tetap terjaga.

Jika belum hamil setelah 12 bulan mencoba, atau 6 bulan bila usia wanita 35 tahun ke atas, konsultasikan dengan dokter kandungan atau andrologi. Anda juga dapat menggunakan fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER untuk mendapatkan arahan awal.