Jangan Samakan Sakit Kepala Sinusitis dan Migrain

Meski memiliki gejala yang hampir mirip, sakit kepala akibat sinusitis dan migrain tetaplah berbeda. Karena itu, penting untuk mengetahui perbedaannya agar tak salah langkah dalam mengobatinya.

Sakit kepala akibat sinusitis dan migrain merupakan dua jenis penyakit yang seringkali tertukar, lantaran gejala yang mirip. Padahal, ada beberapa kondisi lain yang bisa menjadi pembeda antara sakit kepala sinusitis dan migrain Untuk menentukan penanganan yang tepat, penyebab sesungguhnya harus diketahui.

Jangan Samakan Sakit Kepala Sinusitis dan Migrain - alodokter

Mengenali Perbedaan Gejala Sinusitis dan Migrain

Sakit kepala sinusitis dan migrain memiliki beberapa gejala yang sama. Baik penderita sinusitis ataupun migrain akan merasakan rasa nyeri kepala terutama pada bagian dahi, mata terasa gatal dan berair, kepala terasa sakit ketika bergerak, dan nyeri pada bagian belakang mata atau pelipis.

Secara lebih spesifik, ada beberapa gejala yang biasa dirasakan penderita sinusitis, di antaranya:

  • Rasa sakit saat membungkuk
    Seseorang yang mengalami sakit kepala karena sinusitis, saat sedang membungkuk rasa sakit pada bagian kepala akan semakin terasa menyakitkan. Pada pagi hari, rasa nyeri akan terasa begitu sakit, namun, rasa sakit akan cenderung berkurang menjelang siang ataupun malam.
  • Lebih sensitif terhadap cuaca
    Jika berada di cuaca lembap dan dingin, nyeri yang dialami penderita sinusitis akan semakin parah. Di samping itu, sakit kepala yang disertai dengan pilek ini biasanya tidak akan sembuh selama 7 sampai 10 hari.
  • Disertai demam
    Gejala sakit kepala yang dialami penderita sinusitis akan disertai dengan demam, cairan hidung yang kental, gangguan pada indera penciuman dan bau napas. Gejala ini umumnya tidak dialami oleh penderita sakit kepala akibat migrain.

Berbeda dengan gejala yang muncul akibat sinusitis, penderita migrain akan merasakan beberapa gejala seperti:

  • Mual dan muntah
    Sakit kepala yang disebabkan oleh migrain biasanya disertai dengan rasa mual, ingin muntah, dan mata menjadi lebih sensitif terhadap cahaya.
  • Penglihatan terganggu
    Penderita migrain juga sering merasakan sakit yang semakin menguat dan pandangan terganggu, sehingga Anda sulit melakukan aktivitas harian.
  • Sakit kepala sebelah
    Perbedaan yang paling nyata, penderita migrain umumnya hanya akan merasakan sakit yang berdenyut pada satu sisi kepala saja.

Langkah Penanganan yang Sesuai

Untuk mengatasi sakit kepala yang disebabkan oleh sinusitis, dokter biasanya akan memberi beberapa jenis obat seperti obat pereda nyeri, dekongestan, dan menganjurkan langkah penyedotan cairan sinus.

Pengobatan lanjutan diberikan jika peradangan pada sinus terjadi akibat infeksi bakteri, yaitu antibiotik. Apabila obat-obatan tersebut tidak efektif, maka dokter akan menganjurkan untuk dilakukan operasi.

Sementara itu, pengobatan migrain tidak hanya bertujuan untuk meredakan ketika terjadi serangan, tapi juga untuk mencegah migrain timbul kembali, sekaligus mengurangi frekuensi, tingkat keparahan, serta durasi yang dirasakan penderita.

Bagi penderita migrain ringan, obat seperti parasetamol atau ibuprofen mungkin dapat mengurangi rasa sakit kepala migrain yang diderita. Sedangkan untuk penderita migrain sedang dan berat, dokter mungkin akan memberikan obat lain yang dengan jenis dan dosis yang disesuaikan. Pemberian obat ini bertujuan untuk mengurangi rasa sakit sehingga Anda dapat beraktivitas kembali.

Segera periksakan diri ke dokter jika mengalami sakit kepala yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Perlu diketahui, penanganan dan obat yang akan diberikan dokter untuk menangani sakit kepala akibat sinusitis dan migrain tentu akan berbeda dan akan disesuaikan dengan hasil diagnosis dokter.

Ditinjau oleh : dr. Allert Noya

Referensi