Ada berbagai penyebab asam lambung naik, mulai dari pola makan, berat badan berlebih, hingga penyakit tertentu. Untuk menghindari asam lambung naik, ada baiknya Anda mengantisipasi berbagai penyebab tersebut sejak dini.

Penyakit asam lambung atau asam lambung naik disebabkan oleh melemahnya otot bagian bawah kerongkongan atau disebut juga dengan lower esophageal sphincter (LES). Normalnya, otot LES akan mengendur pada saat makan sehingga makanan dari kerongkongan bisa masuk ke dalam lambung.

Jangan Sepelekan, Ini Penyebab Asam Lambung Naik - Alodokter

Setelah makanan turun ke lambung, otot ini akan menutup sehingga makanan tidak bisa kembali ke ke kerongkongan. Bila otot LES lemah, kerongkongan akan tetap terbuka dan asam lambung akan naik kembali ke kerongkongan. Akibatnya, muncul nyeri ulu hati sesaat setelah makan, kesulitan menelan, dan nyeri dada.

Inilah Penyebab Asam Lambung Naik

Asam lambung naik bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor yang berasal dari luar maupun dari dalam tubuh. Berikut ini adalah beberapa penyebab asam lambung naik:

1. Obesitas

Orang dengan berat badan yang berlebih atau obesitas biasanya lebih rentan terhadap penyakit asam lambung naik. Faktanya, kondisi ini merupakan penyebab asam lambung naik yang paling sering terjadi.

Lemak yang menumpuk di perut dapat meningkatkan tekanan pada lambung, sehingga sangat memungkinkan asam lambung naik kembali ke kerongkongan. Gejala asam lambung naik, seperti panas di ulu hati, bisa semakin terasa jika penderita obesitas mengenakan pakaian yang ketat.

2. Makanan dan minuman

Pada sebagian besar orang, jenis makanan atau minuman tertentu bisa menjadi penyebab asam lambung naik, terutama makanan tinggi lemak, seperti gorengan. Jenis makanan ini dapat memicu keluarnya hormon kolesistokinin yang dapat melemahkan otot LES.

Selain itu, makanan asam atau pedas, cokelat, minuman bersoda, minuman berkafein, dan minuman beralkohol juga bisa menyebabkan asam lambung naik.

Makanan yang dapat memicu asam lambung naik bisa berbeda-beda pada setiap orang. Jadi, hindarilah makanan yang membuat Anda merasakan gejala asam lambung naik setelah memakannya.

3. Hernia hiatus

Hernia hiatus juga bisa memicu asam lambung naik. Kondisi ini terjadi karena otot diafragma yang memisahkan rongga perut dan dada tidak bekerja secara optimal, sehingga memungkinkan bagian atas lambung masuk ke rongga dada.

Akibatnya, makanan dan asam yang terdapat di dalam lambung bisa kembali ke kerongkongan dan menyebabkan nyeri ulu hati.

4. Konsumsi obat-obatan tertentu

Mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti obat pelemas otot, pil KB, antidepresan trisiklik, atau obat penurun tekanan darah dalam jangka lama juga dapat meningkatkan risiko terjadinya asam lambung naik. Obat-obatan ini juga dapat memperparah gejala penyakit asam lambung yang sudah ada.

Selain yang telah disebutkan di atas, kehamilan serta pola hidup yang tidak sehat, seperti merokok, berbaring segera setelah makan, serta mengemil menjelang waktu tidur, juga bisa menjadi penyebab asam lambung naik.

Kebanyakan penyebab asam lambung naik dapat dicegah dengan perubahan pola hidup dan pola makan, misalnya dengan menurunkan berat badan atau mengubah pilihan makanan dan kebiasaan setelah makan. Sedangkan beberapa kondisi lainnya memang tidak bisa dihindari, sehingga risiko terjadinya asam lambung naik tetap ada.

Jika Anda mengalami gejala penyakit asam lambung naik yang parah, sering kambuh, dan disertai dengan nyeri dada serta sesak napas, sebaiknya periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.