Pemeriksaan urine positif, tapi saat USG kehamilan, janin kok tidak terlihat ya? Kondisi ini bisa jadi menandakan bahwa janin gagal berkembang. Yuk, ketahui apa penyebab janin gagal berkembang dan apa yang perlu dilakukan.

Dalam dunia medis, sebenarnya tidak ada istilah janin gagal berkembang, yang ada adalah kehamilan kosong atau blighted ovum. Hamil kosong kerap sering disalahartikan dengan IUGR atau janin tumbuh lambat. Padahal keduanya berbeda.

Janin Gagal Berkembang, Apa Penyebabnya? - Alodokter

Hamil kosong adalah kondisi di mana sel telur yang telah dibuahi oleh sperma menempel di rahim, tetapi embrio tidak kunjung berkembang atau embrio berhenti berkembang secara tiba-tiba. Sedangkan IUGR adalah kondisi di mana janin bertumbuh dan berkembang, namun perkembangannya terlambat dan bobot tubuhnya tidak bertambah sesuai usia kehamilan.

Apa Penyebab Janin Gagal Berkembang?

Normalnya, sel telur yang telah dibuahi menempel di rahim, dan pada usia 5-6 minggu seharusnya embrio sudah mulai terlihat di dalam kantung janin. Namun, pada janin gagal berkembang atau yang lebih tepat disebut kehamilan kosong, hal ini tidak terjadi. Sebagian ibu hamil hanya memiliki kantung janin saja, tanpa embrio.

Penyebab kehamilan kosong sering kali tidak diketahui secara pasti. Namun, kondisi ini mungkin disebabkan oleh kelainan kromosom pada sel telur yang dibuahi, atau kualitas sperma dan sel telur yang tidak baik.

Tetap Memiliki Gejala Kehamilan

Pada hamil kosong, gejala yang muncul sama dengan kehamilan normal, yaitu siklus menstruasi berhenti, hasil tespack positif, mual dan muntah, serta nyeri pada payudara.

Namun, gejala-gejala kehamilan tersebut akan menghilang ketika embrio berhenti berkembang secara tiba-tiba. Pada saat ini, ibu hamil mungkin akan mengalami sakit di area perut, kram, timbul bercak darah pada pakaian dalam, atau mungkin perdarahan yang banyak.

Lalu, Apa yang Harus Dilakukan?

Umumnya, janin gagal berkembang terjadi di awal kehamilan. Rata-rata penderita percaya bahwa dirinya sedang hamil sampai hasil pemeriksaan USG membuktikan bahwa kehamilan tersebut kosong.

Jika menemukan kehamilan kosong, dokter kandungan biasanya tidak langsung menyarankan kuret. Alasannya, bila embrio tidak ada atau berhenti berkembang, tubuh ibu hamil secara otomatis akan menganggapnya sebagai benda asing, sehingga akan mengeluarkannya secara alami melalui proses keguguran.

Dokter mungkin akan memberikan obat untuk membantu jaringan-jaringan di dalam rahim meluruh dengan sendirinya. Setelah jaringan tersebut keluar atau setelah ibu hamil mengalami keguguran, dokter akan melakukan pemeriksaan lagi untuk memastikan apakah masih ada jaringan yang tertinggal di dalam rahim. Jika ada, barulah dokter akan melakukan tindakan kuret untuk mengeluarkannya.

Mengalami kehamilan kosong di mana janin gagal berkembang tentunya akan menimbulkan trauma psikis pada ibu hamil. Jika Bumil mengalaminya, cobalah untuk menerimanya dengan lapang dada dan tidak perlu terlalu khawatir. Banyak wanita yang janinnya gagal berkembang berhasil memiliki anak pada kehamilan berikutnya, kok.