Jeroan, seperti hati, usus, paru, ampela, dan ginjal, sering menjadi pilihan lauk karena rasanya yang khas dan harganya yang ramah di kantong. Namun, konsumsi jeroan perlu diperhatikan, sebab makanan ini menawarkan manfaat sekaligus risiko bagi kesehatan, khususnya jika dimakan secara berlebihan.
Jeroan dikenal sebagai bagian organ dalam hewan yang biasa diolah menjadi beragam masakan Nusantara. Meski banyak disukai karena kaya rasa dan kandungan gizi tertentu, jeroan juga mengandung kadar kolesterol dan purin yang tinggi.

Hal ini membuat sebagian orang khawatir akan dampaknya bagi kesehatan, apalagi jika dikonsumsi secara rutin tanpa memperhatikan porsinya. Nah, memahami kandungan dan risiko jeroan sangat penting agar Anda bisa menikmati makanan ini dengan lebih bijak.
Kandungan Gizi Jeroan dan Manfaatnya
Jeroan mengandung beragam nutrisi yang bermanfaat jika dikonsumsi dalam batas wajar. Berikut ini adalah kandungan dan manfaat utama dari jeroan:
- Tinggi protein dan zat besi yang penting untuk pembentukan otot dan mencegah anemia
- Sumber vitamin B12 yang bermanfaat untuk menjaga sistem saraf dan membantu pembentukan sel darah merah
- Mengandung vitamin A, D, E, dan K serta mineral seperti zinc, fosfor, dan selenium, yang mendukung berbagai fungsi tubuh
Selain itu, beberapa jenis jeroan, seperti hati, memiliki kandungan antioksidan alami yang dapat membantu melindungi sel-sel tubuh.
Risiko Konsumsi Jeroan Secara Berlebihan
Walaupun mengandung banyak zat gizi, konsumsi jeroan secara berlebihan justru dapat menimbulkan berbagai risiko kesehatan, di antaranya:
- Kadar kolesterol yang tinggi dalam jeroan, terutama hati, ginjal, dan otak, dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung dan stroke, terutama jika dikonsumsi sering atau dalam jumlah banyak.
- Kandungan purin pada jeroan dapat meningkatkan risiko terkena asam urat, khususnya bagi orang yang sudah memiliki riwayat penyakit tersebut.
- Lemak jenuh pada jeroan bisa menyebabkan naiknya berat badan dan memicu gangguan metabolik, seperti diabetes atau tekanan darah tinggi.
- Jeroan yang tidak diolah dengan benar atau berasal dari hewan yang kurang sehat berisiko membawa kuman atau racun yang membahayakan tubuh.
Tips Aman Konsumsi Jeroan
Agar tetap bisa menikmati jeroan tanpa membahayakan kesehatan, berikut ini adalah beberapa tips yang dapat Anda terapkan:
- Batasi konsumsi jeroan maksimal 1–2 porsi kecil saja per minggu.
- Pilih jeroan yang segar dan pastikan kebersihannya sebelum diolah.
- Hindari cara pengolahan dengan banyak minyak atau santan kental yang bisa menambah kadar lemak.
- Konsumsi jeroan bersamaan dengan sayuran dan jangan lupa perbanyak minum air putih.
- Kurangi konsumsi jeroan bagi orang yang menderita kolesterol tinggi, asam urat, penyakit jantung, hipertensi, atau diabetes.
- Orang dengan kolesterol tinggi, asam urat, penyakit jantung, hipertensi, atau diabetes sebaiknya mengurangi atau bahkan menghindari konsumsi jeroan.
Jika Anda memiliki penyakit tertentu, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum rutin mengonsumsi jeroan. Perhatikan juga pola makan secara keseluruhan agar asupan gizi tetap seimbang dan kesehatan terjaga.
Menjaga pola makan sehat jauh lebih baik daripada menghindari makanan tertentu secara berlebihan. Jika Anda masih ragu menentukan porsi atau jenis jeroan yang aman untuk kondisi kesehatan Anda, silakan manfaatkan fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER untuk mendapatkan saran yang tepat dan sesuai kebutuhan.