Kaldu untuk MPASI kerap menjadi andalan banyak Bunda untuk memperkaya rasa dan membantu tekstur makanan agar lebih mudah dikonsumsi oleh bayi yang baru mulai belajar makan. Selain membuat menu MPASI lebih lezat dan mudah dicerna Si Kecil, kaldu juga memiliki banyak manfaat untuk anak karena kaldu mengandung nutrisi yang baik untuk kesehatan anak.

Saat bayi menginjak usia 6 bulan, kebutuhan nutrisinya mulai bertambah sehingga ASI saja tidak lagi cukup dan dibutuhkan makanan pendamping (MPASI) guna mencukupi kebutuhan nutrisi harian anak dan menunjang proses tumbuh kembangnya.

Kaldu untuk MPASI, Ini Manfaat, Jenis, dan Cara Membuatnya - Alodokter

Pemberian MPASI pada bayi dianjurkan berasal dari bahan makanan yang segar dan bervariasi, mulai dari daging, sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, umbi-umbian, hingga buah-buahan. Nah, dalam proses pembuatan menu MPASI, Bunda bisa menambahkan kaldu untuk menambah cita rasa. 

Tidak hanya membuat menu MPASI Si Kecil makin enak, menambahkan kaldu untuk MPASI juga dapat mendukung tumbuh kembang Si Kecil lho, Bun. Karena apapun jenis kaldu yang Bunda gunakan untuk MPASI, kaldu mengandung berbagai nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh Si Kecil untuk tumbuh dan berkembang, mulai dari protein, kalsium, asam amino, zinc, zat besi, serta lemak.

Manfaat Kaldu untuk MPASI 

Kaldu bisa menjadi salah satu sumber gizi tambahan pada menu MPASI. Berikut beberapa manfaat kaldu untuk MPASI:

1. Menambah nafsu makan

Aroma kaldu yang gurih dan menggugah selera bisa membantu menambah nafsu makan bayi, terutama saat ia sedang belajar mengenal makanan padat. 

Aroma alami dari rebusan daging, tulang, atau sayuran membuat Si Kecil lebih tertarik untuk mencoba makanan baru serta membantu ia belajar mengenali perbedaan rasa dan aroma. Hal ini dapat mendukung proses adaptasi dan pengalaman makan yang menyenangkan bagi bayi.

2. Mencegah stunting

Setiap anak membutuhkan nutrisi lengkap setiap hari. Nah, menambahkan kaldu ke dalam menu MPASI si Kecil dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi harian anak serta mencegah ia mengalami stunting lho, Bun. Hal ini karena kaldu mengandung protein, serta berbagai vitamin dan mineral yang berperan penting dalam mendukung pertumbuhan dan kesehatan anak. 

Selain itu, karena rasanya yang nikmat, kaldu juga bisa membuat anak lebih semangat dan tertarik untuk makan. Dengan begitu, anak lebih mudah diberikan berbagai makanan bergizi sehingga ia pun terhindar dari stunting

3. Mendukung pertumbuhan tulang dan gigi

Kaldu mengandung kalsium, fosfor, dan magnesium dalam jumlah cukup yang berperan dalam mendukung pertumbuhan tulang dan gigi bayi. Pasalnya, ketiga nutrisi tersebut dapat mendukung pembentukan tulang dan gigi bayi yang kuat, membantu proses mineralisasi tulang, serta mendukung kepadatan tulang. 

Oleh karena itu, pemberian kaldu untuk MPASI secara rutin dapat membantu bayi memiliki tulang dan gigi yang sehat.

4. Meningkatkan daya tahan tubuh

Manfaat kaldu untuk MPASI selanjutnya adalah meningkatkan daya tahan tubuh. Hal ini karena kaldu mengandung asam amino, zinc, serta vitamin B kompleks yang diperlukan untuk membentuk sel-sel imun tubuh dan melindunginya dari kerusakan, sehingga sistem imun bayi kuat. 

Nah, dengan sistem imun yang kuat, tubuh Si Kecil pun akan terhindar dari infeksi kuman, seperti batuk pilek atau diare. Selain itu, kandungan vitamin dan mineral dalam kaldu juga dapat membantu proses penyembuhan jika Si Kecil sedang sakit.

5. Menambah berat badan

Kaldu memiliki dampak baik pada kesehatan saluran cerna anak. Nah, dengan saluran cerna yang sehat, semua makanan bergizi yang dikonsumsi oleh Si Kecil pun bisa dicerna dan diserap dengan baik oleh tubuhnya. 

Selain itu, kaldu, terutama yang berasal dari rebusan daging atau tulang, biasanya mengandung lemak sehat yang dapat membantu penyerapan vitamin A, D, E, dan K. Dengan begitu, tubuh Si Kecil tidak akan kekurangan nutrisi dan berat badannya pun bisa bertambah. 

6. Menjaga kesehatan kulit

Memberikan kaldu untuk MPASI Si Kecil secara rutin juga bisa membuat kulit Si Kecil lebih sehat lho, Bun. Hal ini karena kaldu mengandung kolagen, yaitu protein yang memberikan struktur pada kulit sehingga kulit bayi tetap lembut, kenyal, dan sehat.

Selain itu, kaldu, terutama yang terbuat dari sayuran, juga mengandung vitamin C yang dapat melindungi kulit bayi dari kerusakan akibat radikal bebas dan meningkatkan produksi kolagen. Dengan begitu, kulit bayi akan lebih terlindungi dari iritasi atau masalah kulit lainnya.

7. Mencegah dehidrasi

Kaldu merupakan salah satu sumber air dan elektrolit, seperti kalium dan natrium yang sangat baik untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh bayi. Oleh karena itu, memberikan kaldu untuk MPASI Si Kecil, terutama saat bayi kurang mau minum air atau dalam masa pemulihan dari sakit, sangat baik untuk mencegah ia mengalami dehidrasi

8. Mendukung perkembangan otak dan saraf

Kaldu mengandung nutrisi, seperti asam amino esensial, kolin, zat besi, dan zinc, yang semuanya berperan dalam perkembangan otak dan sistem saraf bayi. Zat besi, misalnya, dibutuhkan untuk mendukung produksi hemoglobin yang mengalirkan oksigen ke otak. Kecukupan nutrisi ini membantu proses belajar, daya ingat, hingga membuat kemampuan motorik bayi berkembang dengan lebih baik.

Jenis dan Tips Membuat Kaldu untuk MPASI 

Ada beberapa jenis kaldu yang bisa Bunda pilih dan tambahkan ke dalam menu MPASI Si Kecil, yaitu kaldu yang terbuat dari tulang sapi atau ayam, daging sapi atau ayam, serta sayuran. Berikut cara membuat kaldu untuk MPASI yang bisa Bunda coba di rumah:

Kaldu ayam

Jika Bunda tertarik untuk membuat kaldu ayam untuk MPASI sendiri, Bunda bisa mengikuti resep mudah berikut ini:

  • Siapkan tulang atau daging ayam. Jika Bunda ingin membuat kaldu dari daging ayam, pilihlah bagian ayam yang rendah lemak, seperti dada ayam. Sementara jika Bunda ingin membuat kaldu dari tulang ayam, pilihlah bagian tulang yang masih mengandung sedikit daging. 
  • Sebelum direbus, cuci bersih tulang atau daging ayam dan pastikan tidak ada sisa darah. 
  • Setelah bersih, rebus tulang atau daging ayam ke dalam panci berisi 1–2 liter air menggunakan api kecil selama 1–2 jam agar sari ayam keluar sempurna.
  • Selama proses merebus, buang busa berwarna putih keabu-abuan yang muncul di permukaan air, karena busa ini mengandung kotoran dan lemak berlebih.
  • Setelah matang, saring kaldu agar tidak ada sisa tulang atau serpihan kecil yang berbahaya bagi bayi.

Kaldu sapi

Untuk membuat kaldu sapi sendiri di rumah, cukup mudah. Bunda bisa mengikuti resep berikut ini:

  • Siapkan tulang sapi yang mengandung banyak sumsum, seperti tulang kaki, atau daging sapi tanpa lemak, seperti sandung lamur. Kemudian, cuci bersih untuk mencegah bau prengus. 
  • Rebus daging dan tulang sapi dengan air secukupnya dan api sedang, lalu biarkan hingga mendidih perlahan selama 2–3 jam agar semua sari daging atau sumsum tulang larut dalam air. 
  • Untuk variasi rasa, Bunda juga bisa menambahkan potongan wortel atau kentang saat proses perebusan kaldu sapi. 
  • Setelah matang, saring kaldu dan diamkan sejenak agar lemak mengapung di permukaan, kemudian buang lemak tersebut.

Kaldu sayuran

Untuk membuat kaldu sayuran, Bunda bisa mengombinasikan beberapa jenis sayuran. Berikut cara membuatnya:

  • Siapkan sayuran yang lembut dan mudah dicerna bayi, seperti wortel, kentang, labu kuning, atau brokoli. Pastikan sayuran yang Bunda pilih tersebut masih segar ya. Setelah itu, cuci bersih dengan air mengalir. 
  • Setelah bersih, potong kecil-kecil sayuran agar sari sayur lebih cepat keluar saat direbus. 
  • Rebus sayuran dengan air bersih selama 30–45 menit sampai sari pati keluar dan air berubah warna menjadi bening kekuningan. Setelah selesai, saring kaldu untuk memisahkan ampas sayur.

Melihat banyaknya nutrisi dan manfaat kaldu untuk kesehatan bayi, sudah sepatutnya Bunda menambahkan kaldu untuk MPASI Si Kecil. Nah, agar kaldu untuk MPASI lebih sehat, pastikan Bunda tidak menambahkan garam, penyedap rasa buatan, atau gula. Selain itu, pastikan peralatan masak dan bahan-bahan yang Bunda gunakan dalam keadaan bersih.

Jika kaldu untuk MPASI yang Bunda buat masih tersisa, simpanlah kaldu dalam wadah bersih dan tertutup rapat di lemari es, maksimal 24 jam, atau bekukan dalam freezer untuk stok mingguan. Nah, jika ingin menggunakannya kembali, pastikan kaldu dipanaskan kembali hingga mendidih sebelum diberikan pada bayi.

Setiap bayi bisa saja memiliki respons berbeda terhadap makanan baru, termasuk kaldu untuk MPASI. Oleh karena itu, jika Si Kecil menunjukkan tanda alergi, seperti muncul ruam di kulit, muntah, atau diare setelah konsumsi kaldu, sebaiknya hentikan pemberian dan konsultasikan segera ke dokter. 

Selain itu, jika Bunda ragu atau ingin berkonsultasi sebelum mengenalkan kaldu ke dalam menu MPASI Si Kecil, Bunda bisa Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER untuk memperoleh saran kaldu untuk MPASI yang aman dan sesuai kondisi Si Kecil.